More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Anak Mojokerto - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anak Mojokerto - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Anak Mojokerto

  • Afrikaans
  • العربية
  • English
  • Español
  • Français
  • Italiano
  • Русский
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anak Mojokerto
Anak Mojokerto
Nomor katalogMojokerto 1
Perning 1
Nama umumAnak Mojokerto
JenisHomo erectus
Umur1,43–1,49 juta tahun
Tempat penemuanMojokerto, Indonesia
Tanggal penemuan1936
Ditemukan olehAndojo
Ralph von Koenigswald

Anak Mojokerto, juga dikenal sebagai Mojokerto 1 dan Perning 1, adalah fosil bagian atas tengkorak dari remaja manusia purba. Ia ditemukan pada Februari 1936 dekat Mojokerto, yang sekarang masuk wilayah Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik (Jawa Timur, Indonesia) oleh seorang anggota tim penggalian yang dipimpin oleh Ralph von Koenigswald. Von Koenigswald pertama menanamkan spesimen tersebut Pithecanthropus modjokertensis namun segera mengganti namanya menjadi Homo modjokertensis karena Eugène Dubois – penemu Manusia Jawa, yang kemudian dinamakan Pithecanthropus erectus – tidak setuju bahwa fosil baru tersebut adalah sejenis Pithecanthropus. Bagian atas tengkorak tersebut kini diidentifikasi sebagai milik spesies Homo erectus.

Anak Mojokerto merupakan fosil manusia purba yang paling kontroversial yang pernah ditemukan di Indonesia.[1] Tarikhnya dan bahkan lokasi yang tepat dari penemuannya telah banyak diperdebatkan. Pertama diperkirakan kurang dari 1,00 Ma (juta tahun), dinyatakan pada tahun 1994, berdasarkan apa yang saat itu sebuah metode penanggalan baru, bahwa tengkorak itu berusia sekitar 1,81 Ma. Penulis dari makalah ini, Carl C. Swisher III dan Garniss Curtis, berpendapat bahwa tarikh ini memiliki implikasi yang luas bagi pemahaman kita mengenai migrasi manusia pertama "Keluar dari Afrika". Namun, pada awal tahun 2000-an, penelitian arsip dan ilmiah baru mengidentifikasi lapisan yang tepat dari mana fosil itu digali pada 1936 dan menunjukkan secara meyakinkan bahwa kemungkinan tarikh fosil paling awal adalah 1,49 Ma.

Penemuan dan nama

[sunting | sunting sumber]
G.H.R. von Koenigswald (1902–1982), yang timnya menemukan "Anak Mojokerto"

Fosil bagian atas tengkorak ditemukan pada Februari 1936 oleh Andojo – kadang-kadang disebut sebagai Tjokrohandojo atau Andoyo – seorang Indonesia yang bekerja pada penggalian fosil hewan di Bukit Kendeng (Pegunungan Kendeng) di Jawa Timur dalam sebuah tim yang dipimpin oleh Ralph von Koenigswald.[2] Andojo awalnya percaya bahwa tengkorak tersebut milik seekor orangutan, tetapi von Koenigswald segera mengenalinya sebagai manusia.[3] Dia menamakannya Pithecanthropus modjokertensis sesuai nama kota terdekat Mojokerto, yang saat itu dieja "Modjokerto".[4] Eugène Dubois, yang menemukan Manusia Jawa pada 1890-an dan menamakannya Pithecanthropus erectus, menulis kepada von Koenigswald menganjurkan bahwa jika fosil Mojokerto benar-benar manusia, maka ia tidak mungkin sejenis Pithecanthropus (harfiah: "manusia kera"). Karenanya, Von Koenigswald mengubah nama fosilnya menjadi Homo modjokertensis.[5] Pada akhirnya ia diklasifikasikan sebagai Homo erectus seperti "Manusia Jawa" dan banyak fosil manusia purba yang von Koenigswald dan lainnya ditemukan di Sangiran. Di Indonesia, fosil tersebut dikenal sebagai Pithecanthropus modjokertensis.[6]

Nama dua katalog fosil, "Mojokerto 1" dan "Perning 1" berasal dari nama kota Mojokerto, yang terletak sekitar 6 mil (9,7 km) barat daya dari situs tersebut, dan dari nama desa kecil Perning, yang terletak 10 kilometer (6,2 mi) timur laut dari Mojokerto dan 35 kilometer (22 mi) selatan dari situs tersebut.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Dennell 2009, hlm. 155.
  2. ^ Swisher, Curtis & Lewin 2000, hlm. 42 (Andojo); Zaim 2010, hlm. 103 (Tjokrohandojo); Huffman et al. 2006, hlm. 432 (Andoyo).
  3. ^ Swisher, Curtis & Lewin 2000, hlm. 42; Zaim 2010, hlm. 103 (recognized fossil as being in the human lineage).
  4. ^ Antón 1997, hlm. 498.
  5. ^ Swisher, Curtis & Lewin 2000, hlm. 76.
  6. ^ Swisher, Curtis & Lewin 2000, hlm. 41.
  7. ^ Swisher, Curtis & Lewin 2000, hlm. 39–41 (location of Mojokerto); Zaim 2010, hlm. 103 (location of Perning).

Kutipan karya

[sunting | sunting sumber]
  • Antón, Susan C. (1997), "Developmental age and taxonomical affinity of the Mojokerto child, Java, Indonesia", American Journal of Physical Anthropology, 102: 497–514, doi:10.1002/(sici)1096-8644(199704)102:4<497::aid-ajpa6>3.0.co;2-p.
  • Carbonell, Eudald; Marina Mosquera, Xosé Pedro Rodríguez, José María Bermúdez de Castro, Francesc Burjachs, Jordi Rosell, Robert Sala and Josep Vallverdú (2008), "Eurasian Gates: The Earliest Human Dispersals", Journal of Anthropological Research, 64 (2),  – via JSTOR (perlu berlangganan) : 195–228, doi:10.3998/jar.0521004.0064.202, JSTOR 20371223. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Ciochon, Russell L. (2010), "Divorcing Hominins from the Stegodon–Ailuropoda Fauna: New Views on the Antiquity of Hominins in Asia", dalam John G. Fleagle (eds); et al. (ed.), Out of Africa I: The First Hominin Colonization of Eurasia, Vertebrate Paleobiology and Paleoanthropology Series, Dordrecht: Springer, hlm. 111–26, doi:10.1007/978-90-481-9036-2_8, ISBN 978-90-481-9035-5. ISBN 978-90-481-9036-2 (online). Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  • Dennell, Robin (2009), The Palaeolithic Settlement of Asia, Cambridge World Archaeology, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-84866-4. ISBN 978-0-521-61310-1 (paperback). Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  • Dennell, Robin (2010), "'Out of Africa I': Current Problems and Future Prospects", dalam John G. Fleagle (eds); et al. (ed.), Out of Africa I: The First Hominin Colonization of Eurasia, Vertebrate Paleobiology and Paleoanthropology Series, Dordrecht: Springer, hlm. 247–74, doi:10.1007/978-90-481-9036-2_15, ISBN 978-90-481-9035-5. ISBN 978-90-481-9036-2 (online). Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  • Huffman, O. Frank; Y. Zaim, J. Kappelman, D. R. Ruez jr., J. de Vos, Y. Rizal; et al. (2006), "Relocation of the 1936 Mojokerto skull discovery site near Perning, East Java", Journal of Human Evolution, 50: 431–51, doi:10.1016/j.jhevol.2005.11.002, PMID 16386780. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Morwood, Michael J.; P. O'Sullivan; E. E. Susanto; F. Aziz (2003), "Revised age for Mojokerto 1, an early Homo erectus cranium from East Java, Indonesia", Australian Archaeology, 57: 1–4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Rabett, Ryan J. (2012), Human Adaptation in the Asian Palaeolithic: Hominin Dispersal and Behaviour during the Late Quaternary, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 978-1-107-01829-7.
  • Swisher, Carl C. III; Curtis, Garniss H.; Lewin, Roger (2000), Java Man: How Two Geologists Changed Our Understanding of Human Evolution, Chicago: University of Chicago Press, ISBN 0-226-78734-6.
  • Swisher, Carl C. III; Curtis, Garniss H.; Jacob, Teuku; Getty, A. G.; Suprijo, A.; Widiasmoro (1994), "Age of the earliest known hominin in Java, Indonesia", Science, 263,  – via HighBeam (perlu berlangganan) : 1118–21, doi:10.1126/science.8108729, PMID 8108729, diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-14, diakses tanggal 2017-08-19.
  • Zaim, Yahdi (2010), "Geological Evidence for the Earliest Appearance of Hominins in Indonesia", dalam John G. Fleagle (eds); et al. (ed.), Out of Africa I: The First Hominin Colonization of Eurasia, Vertebrate Paleobiology and Paleoanthropology Series, Dordrecht: Springer, hlm. 97–110, doi:10.1007/978-90-481-9036-2_7, ISBN 978-90-481-9035-5. ISBN 978-90-481-9036-2 (online). Pemeliharaan CS1: Postscript (link)

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Balzeau, Antoine; Grimaud-Hervé, Dominique; Jacob, Teuku (2005), "Internal cranial features of the Mojokerto child fossil (East Java, Indonesia)", Journal of Human Evolution, 48 (6): 535–53, doi:10.1016/j.jhevol.2005.01.002, PMID 15927659.
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak_Mojokerto&oldid=24347489"
Kategori:
  • Fosil Homo erectus
  • Prasejarah Indonesia
  • Fosil Indonesia
Kategori tersembunyi:
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Perlu berlangganan disertai via
  • Halaman yang mengandung pranala ke konten yang hanya dapat diakses dengan berlangganan
  • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list
  • Galat CS1: nama generik
  • Pemeliharaan CS1: Postscript
  • Galat CS1: parameter tidak didukung

Best Rank
More Recommended Articles