More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Benteng De Kock - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Benteng De Kock - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Benteng De Kock

  • English
  • Jawa
  • Minangkabau
  • Nederlands
  • 中文
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Benteng Fort de Kock)
Benteng de Kock
Peta
LokasiBukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
Didirikan1825
Badan pengelolaKementerian Pariwisata

Benteng de Kock (bahasa Belanda: Fort de Kock) adalah benteng peninggalan Belanda pada abad ke-19 yang didirikan di atas bukit di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Di sekitar benteng, permukiman baru tumbuh, yang akhirnya berkembang menjadi Kota Bukittinggi, kota terbesar kedua di Sumatera Barat. Meskipun sisa-sisa gundukan tanah dan beberapa meriam masih bisa dilihat, bangunan asli di atas benteng telah dihancurkan.[1][2][3][4]

Sejarah

[sunting | sunting sumber]
Monumen batu Fort de Kock

Benteng Fort de Kock digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837 .Semasa pemerintahan Be­lan­da, Bukittinggi dijadikan sebagai salah satu pusat peme­rintahan, kota ini disebut sebagai Gemetelyk Resort pada tahun 1828. Sejak tahun 1825 pemerintah Kolonial Belan­da telah mendirikan sebuah benteng di kota ini sebagai tempat pertahanan, yang hingga kini para wisatawan dapat melihat langsung benteng tersebut yaitu Fort de Kock. Selain itu, kota ini tak hanya dijadikan sebagai pusat peme­rintahan dan tempat pertahanan bagi pemerintah kolonial Belanda, namun juga dijadikan sebagai tempat peristirahatan para opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya.

Fort de Kock juga diba­ngun sebagai lambang bahwa Kolonial Belanda telah berhasil menduduki daerah di Sumatera Barat. Benteng tersebut meru­pakan tanda penjajahan dan perluasan kekuasaan Belanda terhadap wilayah Bukittinggi,Agam, dan Pasaman. Belanda memang cerdik untuk menduduki Su­ma­tera Barat, mereka meman­faatkan konflik intern saat itu, yaitu konflik yang terjadi antara kelompok adat dan kelompok agama. Bahkan Belanda sendiri ikut membantu kelompok adat, guna menekan kelompok aga­ma selama Perang Paderi yang berlangsung 1821 hingga tahun 1837.

Belanda yang membantu kaum adat melahirkan sebuah kesepakatan bahwa Belanda diperbolehkan membangun basis pertahan militer yang dibangun Kaptain Bauer di puncak Bukit Jirek Hill, yang kemudian diberi nama Fort de Kock.

Setelah membangun di Bukit Jirek, Pemerintah Kolo­nial Belanda pun melanjutkan rencananyamengambil alih beberapa bukit lagi seperti Bukit Sarang Gagak, Bukit Tambun Tulang, Bukit Cubadak Bungkuak, dan Bukit Malam­bung. Di daerah tersebut juga dibangun gedung perkantoran, rumah dinas pemerintah, kom­pleks pemakaman, pasar, sarana transportasi, sekolah juga tempat rekreasi. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Kolonial Belanda tersebut dalam istilah Minangkabau dikenal dengan “tajua nagari ka Bulando” yang berarti Terjual negeri pada Belanda. Pada masa itu memang, Kolonial Belanda menguasai 75 persen wilayah dari lima desa yang dijadikan pusat perdagangan.

Keadaan sekarang

[sunting | sunting sumber]
Benteng Fort de Kock saat ini

Sejak direnovasi pada tahun 2002 lalu oleh pemerintah daerah, Fort de Kock, kawasan benteng Fort de Kock kini berubah menjadi Taman Kota Bukittinggi (Bukittinggi City Park) dan Taman Burung Tropis (Tropical Bird Park). Hingga saat ini, Benteng Fort de Kock masih ada sebagai bangunan bercat putih-hijau setinggi 20 m. Benteng Fort de Kock dilengkapi dengan meriam kecil di keempat sudutnya. Kawasan sekitar benteng sudah dipugar oleh pemerintah daerah menjadi sebuah taman dengan banyak pepohonan rindang dan mainan anak-anak.

Benteng ini berada di lokasi yang sama dengan Kebun Binatang Bukittinggi dan Museum Rumah Adat Baanjuang. Kawasan benteng terletak di bukit sebelah kiri pintu masuk sedangkan kawasan kebun binatang dan museum berbentuk rumah gadang tersebut berada di bukit sebelah kanan. Keduanya dihubungkan oleh Jembatan Limpapeh yang di bawahnya adalah jalan raya dalam kota Bukittinggi. Kawasan ini hanya terletak 1 km dari pusat kota Bukittinggi di kawasan Jam Gadang, tepatnya di terusan jalan Tuanku nan Renceh.

Benteng ini adalah satu dari 2 benteng belanda yang ada di sumatera barat, yang satu lagi terletak di Batusangkar dengan nama benteng Fort Van der Capellen karena 2 kota inilah dahulu yang paling susah ditaklukan belanda saat Perang Paderi.

Catatan Kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Menyisiri Sejarah di Benteng Fort de Kock". Ayo ke Sumbar (dalam bahasa Indonesian). 4 June 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 November 2016. Diakses tanggal 11 November 2016. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ "Menyisiri Sejarah di Benteng Fort de Kock". 4 March 2012.
  3. ^ Sejarah sosial daerah Sumatera Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek-Proyek [i.e. Proyek Inventarisasi] dan Dokumentasi Sejarah Nasional. 1983. hlm. 55. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ https://www.delpher.nl/nl/tijdschriften/view?coll=dts&identifier=MMKB07:001491001:00386&objectsearch=Raaffplein+

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Amir B, 2000, “Sejarah Sumatera Barat. Fakultas Ilmu Sosial”, UNP, Padang,

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • Fort Van der Capellen
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fort de Kock.
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benteng_De_Kock&oldid=27644938"
Kategori:
  • Benteng Hindia Belanda
  • Kota Bukittinggi
  • Bangunan dan struktur di Sumatera Barat
  • Perang Padri
Kategori tersembunyi:
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui
  • Pemeliharaan CS1: Status URL
  • Mapframe Infobox tanpa hubungan OSM di Wikidata
  • Artikel mengandung aksara Belanda
  • Pranala kategori Commons ditentukan secara lokal
  • Halaman yang menggunakan ekstensi Kartographer

Best Rank
More Recommended Articles