More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Bentrok Jayanti 2014 - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bentrok Jayanti 2014 - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bentrok Jayanti 2014

Tambah pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bentrok Jayanti)

Bentrok Jayanti adalah peristiwa konflik sipil yang terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia, dimulai pada tanggal 29 Januari 2014.

Menurut Polri, pertikaian tersebut berlangsung sejak hari Rabu, 29 Januari 2014. Pertikaian tersebut dimulai oleh kelompok warga yang dipimpin Yulius Hanau dan kelompok yang dipimpin Pinus Murib mengenai sengketa tanah ulayat di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Bentrok kembali terjadi pada Kamis, mengakibatkan sejumlah warga terluka. Awalnya pertikaian tersebut merupakan masalah adat, tetapi berkembang menjadi pertikaian antar-kampung.

Kedua kubu yang bertikai sempat berdamai pada 21 Februari 2014, tetapi konflik kembali pecah pada Selasa, 4 Maret 2014. Akibat pertikaian tersebut, tujuh warga tercatat tewas dan setidaknya 300 orang terluka.[1][2]

Kronologi konflik

[sunting | sunting sumber]

Konflik sosial ini melibatkan warga dari kelompok warga yang dipimpin Pinus Murib dengan kelompok pimpinan Yulius Hanau. Kedua pihak tersebut memperebutkan tanah ulayat Jayanti di samping jalan rintisan Trans-Papua, yang menghubungkan Timika dan Waghete, Kabupaten Deiyai. Polisi yang melerai kedua pihak menjadi terlibat dalam bentrok tersebut setelah diserang oleh massa yang bertikai, mengakibatkan dua orang tewas tertembak polisi dan seorang anggota Brimob terkena panah. Meninggalnya dua warga tersebut pun melibatkan Kompolnas untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Himsa Siburian mengonfirmasi bahwa karena semakin banyaknya korban jiwa dari kedua kelompok yang bertikai, kerabat korban dari masing-masing kelompok terus berdatangan dan terlibat dalam konflik tersebut, menambah besarnya massa yang terlibat konflik. Pada 14 Maret 2014, Kodam XVII Cenderawasih menugaskan Komandan Korem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Bambang Haryanto, untuk bergabung bersama Polri serta Muspika Mimika dan Papua menyelesaikan pertikaian perebutan lahan Jayanti itu.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b Kompolnas Dorong Kepolisian Terus Cari Penyelesaian "Bentrok Jayanti", diakses 14 Maret 2014.
  2. ^ Sengketa Lahan Jayanti, Lagi-lagi Dua Kelompok Warga Bentrok di Mimika, diakses 14 Maret 2014.
  • l
  • b
  • s
Sejarah konflik di Indonesia
Konflik politik
  • Revolusi Sosial Sumatra Timur
  • Perang Cumbok
  • Peristiwa Madiun
  • Kudeta APRA
  • Pemberontakan DI/TII
  • Peristiwa Andi Azis
  • Sinterklas Hitam
  • Gerakan 30 September
  • Pembantaian 1965-1966
  • Peristiwa 19 Agustus 1966
  • Pemberontakan di Aceh
  • Konflik Papua
  • Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
  • Permesta
  • Aksi 5 Agustus 1989
  • Peristiwa 27 Juli
  • Kerusuhan Mei 1998
    • Pendudukan Gedung DPR/MPR
    • Peristiwa Cimanggis
    • Peristiwa Gejayan
Konflik sosial
  • Revolusi Sosial Sumatera Timur 1946
  • Kerusuhan Anti Tionghoa di Bandung 1963
  • Peristiwa Mangkuk Merah 1967
  • Peristiwa Malari 1974
  • Kerusuhan Solo 1980
  • Peristiwa Talangsari 1989
  • Kerusuhan Situbondo 1996
  • Kerusuhan Banjarmasin 1997
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Kerusuhan Poso
  • Konflik sektarian Maluku
  • Konflik Sampit 2001
  • Kerusuhan Koja April 2010
  • Kerusuhan Tarakan September 2010
  • Unjuk rasa dan kerusuhan Jakarta 2019
  • Pembatasan penggunaan internet di Indonesia 2019
  • Bentrok Jayanti
  • Kerusuhan Haruku 2022
  • Kerusuhan Maluku Tenggara 2022
  • Bentrokan Bitung 2023
Konflik sumber daya alam
  • Konflik Wadas
Kejahatan kemanusiaan
  • Pembantaian Rawagede
  • Pembantaian Westerling
  • Tragedi Mergosono
  • Pembantaian Rengat
  • Pembantaian simpatisan komunis 1965/1966
  • Penembakan misterius
  • Peristiwa Tanjung Priok
  • Pembantaian Santa Cruz
  • Peristiwa 27 Juli
  • Penculikan aktivis 1997/1998
  • Tragedi Trisakti
  • Tragedi Semanggi
  • Tragedi Simpang KKA
  • Tragedi Beutong Ateuh
  • Insiden Alastlogo
  • Penembakan Cebongan
  • Unjuk rasa dan kerusuhan Jakarta 2019
  • Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia September 2019
  • Pembatasan penggunaan internet di Indonesia 2019
  • Tragedi Gelora Bandung Lautan Api 2022
  • Tragedi Stadion Kanjuruhan 2022


Lihat pula: Pelanggaran hak asasi manusia oleh Tentara Nasional Indonesia

Terorisme
  • Templat:Terorisme di Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bentrok_Jayanti_2014&oldid=27295939"
Kategori:
  • Indonesia dalam tahun 2014
  • Sejarah Papua
Kategori tersembunyi:
  • Semua artikel rintisan
  • Semua artikel rintisan selain dari biografi
  • Rintisan bertopik sejarah Indonesia
  • Semua artikel rintisan Mei 2025

Best Rank
More Recommended Articles