More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Hiperplasia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hiperplasia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hiperplasia

  • العربية
  • Беларуская
  • বাংলা
  • Bosanski
  • Català
  • Čeština
  • Cymraeg
  • Dansk
  • Deutsch
  • English
  • Español
  • Euskara
  • فارسی
  • Suomi
  • Français
  • עברית
  • हिन्दी
  • Հայերեն
  • Italiano
  • 日本語
  • 한국어
  • Кыргызча
  • Latina
  • Bahasa Melayu
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Română
  • Русский
  • Slovenščina
  • Српски / srpski
  • Svenska
  • தமிழ்
  • ไทย
  • Türkçe
  • Українська
  • اردو
  • Oʻzbekcha / ўзбекча
  • 中文
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hiperplasi)
Ilustrasi yang menunjukkan perbedaan hiperplasi dan hipertrofi

Hiperplasi (bahasa Belanda: hyperplasie) atau hiperplasia adalah peristiwa meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada organ tertentu akibat peningkatan proses mitosis.[1]

Mekanisme

[sunting | sunting sumber]

Hiperplasi dapat terjadi dan ditemui pada sel yang dirangsang dengan peningkatan beban kerja, pensinyalan oleh hormon, atau sinyal yang dihasilkan secara lokal sebagai respon terhadap penurunan kepadatan jaringan.[1] Hiperplasi hanya dapat terjadi pada sel-sel yang mengalami proses mitosis, seperti sel hati, ginjal, dan jaringan ikat.[1] Hiperplasi adalah respon normal dari jaringan tubuh.[2]

Jenis

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan penyebab terjadinya, hiperplasia dapat terbagi atas 3, yaitu hiperplasi fisiologis, hiperplasi patologis, dan hiperplasi kompensasi.[1]

Hiperplasi fisiologis

[sunting | sunting sumber]

Adalah hiperplasi yang terjadi setiap bulan pada sel-sel jaringan endometrium uterus (rahim) selama stadium folikular pada siklus menstruasi.[1]

Hiperplasi patologis

[sunting | sunting sumber]

Adalah hiperplasi yang dapat terjadi karena perangsangan hormon yang berlebihan.[1] Contoh peristiwa ini terjadi pada kasus akromegali, suatu penyakit yang terjadi pada jaringan ikat yang ditandai oleh meningkatnya hormon pertumbuhan.[1]

Hiperplasi kompensasi

[sunting | sunting sumber]

Adalah hiperplasi yang terjadi karena sel jaringan berproliferasi untuk menggantikan jumlah sel yang telah mengalami penurunan pada jaringan tertentu.[1] Hiperplasia ini ditemui pada sel-sel hati setelah pengangkatan sebagian jaringan hati melalui pembedahan.[1] Hiperplasia ini terjadi dengan kecepatan yang signifikan.[1]

Kasus

[sunting | sunting sumber]

Hiperplasi adrenal kongenital adalah tidak meresponnya sel penghasil glukokortikoid adrenal terhadap ACTH selama masa gestasi, baik secara total atau relatif sehingga menyebabkan jumlah glukokortikoid sangat rendah dan terjadi maskulinisasi genitalia pada janin perempuan.[1]

Rujukan

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d e f g h i j k Corwin EJ. 2007. “Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: EGC.
  2. ^ Underwood JCE. 1996. “General and Systematic Pathology. London: Pearson.
Pengawasan otoritas Sunting ini di Wikidata
Perpustakaan nasional
  • Amerika Serikat
  • Latvia
  • Republik Ceko
Lain-lain
  • Microsoft Academic
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hiperplasia&oldid=27492349"
Kategori:
  • Biologi
  • Kesehatan
Kategori tersembunyi:
  • Artikel mengandung aksara Belanda
  • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN
  • Artikel Wikipedia dengan penanda LNB
  • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC
  • Artikel Wikipedia dengan penanda MA

Best Rank
More Recommended Articles