More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Pura Mangkunagaran - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pura Mangkunagaran - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pura Mangkunagaran

  • English
  • 日本語
  • Jawa
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Koordinat: 7°33′58.77″S 110°49′22.78″E / 7.5663250°S 110.8229944°E / -7.5663250; 110.8229944
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pura Mangkunegaran)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Pura Mangkunagaran" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Pura Mangkunagaran
ꦦꦸꦫꦩꦁꦏꦸꦤꦒꦫꦤ꧀
Purå Mangkunagaran
Bagian depan Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran.
Peta
Informasi umum
JenisKepangeranan
Gaya arsitekturArsitektur Jawa
LokasiKelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah
NegaraIndonesia
Mulai dibangun1757
PemilikKadipaten Mangkunegaran
Desain dan konstruksi
ArsitekMangkunegara I
Dikenal karenaIstana Adipati Mangkunegara
Cagar budaya Indonesia
Puro Mangkunegaran
No. RegnasCB.1240
No. SK646/1-R/1/2013
Tanggal SK2013
Tingkat SKWali Kota
Koordinat7°33′58.77″S 110°49′22.78″E / 7.5663250°S 110.8229944°E / -7.5663250; 110.8229944
Pura Mangkunagaran di Surakarta
Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran
Lokasi Pura Mangkunegaran di Kota Solo, Jawa Tengah
Tampilkan peta Surakarta
Pura Mangkunagaran di Jawa Tengah
Pura Mangkunagaran
Lokasi Pura Mangkunegaran di Kota Solo, Jawa Tengah
Tampilkan peta Jawa Tengah
Pura Mangkunagaran di Jawa
Pura Mangkunagaran
Lokasi Pura Mangkunegaran di Kota Solo, Jawa Tengah
Tampilkan peta Jawa
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya

Pura Mangkunegaran (bahasa Jawa: ꦦꦸꦫꦩꦁꦏꦸꦤꦒꦫꦤ꧀, translit. Purå Mangkunagaran) adalah istana resmi Kadipaten Mangkunegaran dan tempat kediaman para Adipati Mangkunegaran yang bertahta sejak Mangkunegara I hingga Mangkunegara X yang saait ini bertahta. Bangunan ini berada di Surakarta. Bangunan asli istana ini mulanya merupakan kediaman Patih Sindureja (seorang patih Kesunanan Surakarta),[1] yang setelah Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 diserahkan kepada Mangkunegara I dan kemudian dibangun serta diperbesar dengan mengikuti model keraton.[2] Ditempatinya istana ini oleh Mangkunegara I mengawali pendirian Kadipaten Mangkunegaran, sebagai realisasi dari Perjanjian Salatiga ditandatangani oleh kelompok Raden Mas Said, Sunan Pakubuwana III, Sultan Hamengkubuwana I, dan VOC pada tahun 1757. Pangeran Sambernyawa, julukan bagi Raden Mas Said, diangkat menjadi seorang "Pangeran Adipati Miji" dengan gelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I.

Secara arsitektur kompleks bangunannya memiliki bagian-bagian yang menyerupai keraton, seperti memiliki pamédan, pendhapa, pringgitan, dalem, dan keputrèn. Seluruh kompleks dikelilingi oleh tembok, hanya bagian pamédan yang diberi pagar besi. Sebagaimana bangunan utama di Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta, Pura Mangkunegaran mengalami beberapa perubahan. Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang populer saat itu.

Arsitektur

[sunting | sunting sumber]

Pura Mangkunegaran dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur Jawa dan gaya arsitektur Empire, sebuah gaya arsitektur asal Prancis yang berkembang pada abad ke-18 hingga abad ke-19 dan diperkenalkan ke Hindia Belanda pada awal abad ke-19 dan berkembang pada abad ke-20.[3]

Hiasan logam di Pura Mangkunegaran, Surakarta

Penggunaan arsitektur Eropa dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama, adanya gable (struktur atap yang tersusun dari dua bidang atap yang saling berlawanan arah) dan dormer (jendela atau lubang angin yang ditambatkan pada bagian atap) pada seluruh bangunan Pura Mangkunegaran. Pura Mangkunegaran ini sangat terpengaruh dari gaya arsitektur yang berkembang di Perancis. Kedua, penggunaan susunan atap bersegi banyak pada bagian sayap Pringgitan dan Pracimayasa. Ketiga, penggunaan tiang besi bergaya kolonial sebagai penahan tambahan bagi atap emperan di semua bagian Pura Mangkunegaran. Keempat, penggunaan ornamen hias yang cenderung ditemukan di gedung-gedung berarsitektur Eropa seperti relief malaikat, kaca patri, lampu gantung, dan hiasan-hiasan bergaya Eropa. Kelima, orientasi bangunan utama yang menghadap ke halaman yang luas serta orientasi bangunan penunjang yang menghadap ke bangunan utama dengan tujuan agar raja bisa mengawasi langsung bagaimana pegawainya bekerja.[3]

Sementara itu, arsitekur Jawa pada Pura Mangkunegaran dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama, penggunaan ornamen-ornamen arsitektur Jawa, seperti bentuk atap, tiang saka, dan ragam hias Jawa. Kedua, penggunaan konsep aling-aling yang berfungsi sebagai perintang agar orang luar tidak bisa melihat bagian dalam Pura Mangkunegaran secara langsung. Ketiga, penggunaan kosmologi Jawa dalam fisik Pura Mangkunegaran. Posisi bangunan utama Pura Mangkunegaran di bagian inti menggambarkan posisinya sebagai pusat dari mandala. Bangunan Pura Mangkunegaran yang menghadap ke selatan, arah yang diasosiasikan dengan Ratu kidul sebagai penguasa Laut Selatan, melambangkan hubungan istana dengan entitas gaib. Hubungan ini memliki dua fungsi, yaitu sebagai bentuk legitimasi politik dan meminta perlindungan non-fisik. Keempat, pembagian ruang dalam Pura Mangkunegaran yang berdasarkan arsitektur Jawa. Dalam arsitektur Jawa, pembagian ruangan sebuah rumah dibagi berdasarkan tingkat privasi. Semakin dalam sebuah ruang maka semakin tinggi privasinya. Pembagian ruangan pada Pura Mangkunegaran dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Pendhapa Ageng dan bangunan kantor yang dapat dikunjungi orang biasa, kemudian ada Pringgitan yang hanya dapat dikunjungi oleh tamu, dan Dalem Ageng yang hanya dapat dimasuki oleh keluarga Mangkunegara dan abdi dalem.[3]

Bagian-bagian bangunan

[sunting | sunting sumber]
Dalem Ageng, yang merupakan bangunan induk Pura Mangkunegaran secara keseluruhan.
Beranda Dalem (Pracimayasa), ruang keluarga Mangkunegaran.
Salah satu sudut taman di dalam lingkungan Pura Mangkunegaran.

Setelah pintu gerbang utama akan tampak pamedan, yaitu lapangan perlatihan prajurit pasukan Mangkunegaran.[4] Di sebelah timur pamedan terdapat markas pasukan infanteri dan kavaleri Legiun Mangkunegaran yang memiliki semacam bangunan benteng.

Pintu gerbang kedua menuju halaman dalam tempat tempat berdirinya Pendhapa Ageng yang berukuran 3.500 meter persegi. Pendopo yang dapat menampung lima sampai sepuluh ribu orang orang ini, selama bertahun-tahun dianggap pendopo yang terbesar di Indonesia. Tiang-tiang kayu berbentuk persegi yang menyangga atap joglo diambil dari pepohonan yang tumbuh di Alas Kethu, hutan yang dahulu dimiliki Mangkunegaran, di perbukitan Wonogiri. Seluruh bangunan ini didirikan tanpa menggunakan paku.

Warna kuning dan hijau yang mendominasi pendopo adalah warna paré anom yang merupakan warna khas keluarga Mangkunegaran. Hiasan langit-langit pendopo yang berwarna terang melambangkan astrologi Hindu-Jawa dan di langit-langit ini tergantung deretan lampu gantung antik. Pada mulanya orang-orang yang hadir di pendopo duduk bersila di lantai. Kursi baru diperkenalkan pada akhir abad ke-19 waktu pemerintahan Mangkunegara VI. Di dalam pendopo terdapat gamelan-gamelan pusaka, antara lain gamelan Kyai Seton, gamelan Kyai Kanyut Mesem, dan gamelan Lipur Sari, yang masing-masing hanya dimainkan pada saat-saat tertentu.[5]

Tempat di belakang pendopo terdapat sebuah beranda terbuka, yang bernama Pringgitan, yang mempunyai tangga menuju Dalem Ageng, sebuah ruangan seluas 1.000 meter persegi, yang secara tradisional merupakan ruang tidur pengantin kerajaan, sekarang berfungsi sebagai museum. Selain memamerkan petanen (tempat persemayaman Dewi Sri) berlapiskan tenunan sutera yang menjadi pusat perhatian pengunjung, museum ini juga memamerkan perhiasan, senjata-senjata, pakaian-pakaian, medali-medali, perlengkapan wayang, uang logam, gambar adipati-adipati Mangkunegaran serta berbagai benda-benda seni.

Di bagian tengah Pura Mangkunegaran di belakang Dalem Ageng, terdapat tempat kediaman keluarga Mangkunegaran. Tempat ini, yang masih memiliki suasana tenang seperti rumah pedesaan milik para bangsawan, sekarang digunakan oleh para keluarga keturunan pangeran adipati. Taman di bagian dalam yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbunga dan semak-semak hias, juga merupakan cagar alam dengan sangkar berisi burung, patung-patung klasik bergaya Eropa, serta kolam air mancur. Menghadap ke taman terbuka, terdapat sebuah bangunan bernama Beranda Dalem (atau sering disebut Pracimayasa) yang bersudut delapan, di mana di dalam bangunan terdapat tempat lilin dan perabotan Eropa yang indah. Kaca-kaca berbingkai emas terpasang berjejer di dinding. Dari beranda menuju ke dalam tampak ruang makan dengan jendela kaca berwarna yang menggambarkan pemandangan alam di Jawa, ruang ganti dan rias para putri pangeran adipati, serta kamar mandi yang indah.

Di bagian sisi barat Pura Mangkunegaran, terdapat sebuah taman yang disebut Pracima Tuin. Taman ini adalah taman baru hasil rekontruksi dari taman yang telah dibangun pada masa Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegar kaping VII kemudian direvitalisasi pada masa Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara kaping X pada tahun 2022 yang lalu.[6] Taman baru hasil revitalisasi ini mengambil bentuk taman yang pernah ada dulu dengan penambahan bangunan seperti Pracimasana dan Pracimaloka.[7] Pracimasana sekarang difungsikan sebagai restoran yang mengusung tema permajuan kerajaan ala Kadipaten Mangkunegaran yang memadukan citarasa nusantara dengan sentuhan ala eropa dengan menu makanan yang dgemari keluarga Mangkunegaran, sedangkan Pracimaloka dikonseop sebagai kafe yang menyajikan minuman dan makanan ringan seperti pesta minum teh ala keluarga Mangkunegaran.[8]

Selain itu, di dalam lingkungan Pura Mangkunegaran juga terdapat Perpustakaan Rekso Pustoko yang didirikan pada tahun 1867 oleh Mangkunegara IV.[9] Perpustakaan tersebut terletak dilantai dua, diatas Kantor Dinas Urusan Istana di sebelah kiri pamedan. Perpustakaan yang daun jendela kayunya dibuka lebar-lebar agar sinar matahari dapat masuk, sampai sekarang masih digunakan oleh para sejarawan dan pelajar. Mereka dapat menemukan manuskrip yang bersampul kulit, buku-buku berbagai bahasa terutama Bahasa Jawa, banyak koleksi-koleksi foto yang bersejarah dan data-data mengenai perkebunan dan pemilikan Mangkunegaran yang lain.

Galeri

[sunting | sunting sumber]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • Kadipaten Mangkunegaran
  • Keraton Surakarta
  • Keraton Yogyakarta
  • Pura Pakualaman
  • Kota Surakarta

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Pemerintah Kota Surakarta (2023). "Plengkung Kepatihan, Menyimpan Sejarah Panjang Kampung Kepatihan". Surakarta.go.id.
  2. ^ "Portal Informasi Kota Surakarta: Pura Mangkunegaran". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-17. Diakses tanggal 2015-08-05.
  3. ^ a b c Wisnu Murti, Airlangga; Nasution (2021). "Akulturasi Jawa-Eropa Dalam Legiun Mangkunegaran di Surakarta (1900-1942)". Avatara. 11 (2). Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya.
  4. ^ "Bagian-Bagian Pura Mangkunegaran Solo". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-22. Diakses tanggal 2015-08-05.
  5. ^ SEJARAH SINGKAT MANGKUNEGARAN[pranala nonaktif permanen]
  6. ^ "Revitalisasi Selesai, Pracima Tuin di Pura Mangkunegaran Solo Akan Diluncurkan 21 Januari 2023". Tempo. 22 Desember 2022 | 19.08 WIB. Diakses tanggal 2025-04-26.
  7. ^ "Pracima Tuin, Destinasi Wisata di Solo dengan Nuansa khas Eropa". Rumah123. Diakses tanggal 2025-04-26.
  8. ^ "Reservasi Pracimasana". Pracima Boga Sana. Diakses tanggal 2025-04-26.
  9. ^ Wisata Sejarah Museum Pura Mangkunagaran Surakarta

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pura Mangkunagaran.
  • (Indonesia) Foto Pura Mangkunegaran Diarsipkan 2012-03-22 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Pura Mangkunegaran Solo Diarsipkan 2015-08-22 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Topik Surakarta
Geografi
  • Bengawan Solo
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kecamatan Banjarsari
  • Kecamatan Jebres
  • Kecamatan Laweyan
  • Kecamatan Pasar Kliwon
  • Kecamatan Serengan
  • Batas wilayah
  • Kota satelit
Lambang Kota SurakartaPeta Kota Surakarta
Politik
  • Wali Kota : Teguh Prakosa
  • Wakil Wali Kota : –
  • Ketua DPRD Kota Surakarta: Budi Prasetyo
Sejarah
  • Kota Surakarta
    • Keresidenan Surakarta
    • Daerah Istimewa Surakarta
    • Provinsi Surakarta (wacana)
  • Arti nama
  • Kasunanan Surakarta
  • Kadipaten Praja Mangkunegaran
  • Pakubuwana XIII
  • Mangkunegara IX
  • Serangan Umum Surakarta
  • Banjir Besar tahun 1966
Lokasi terkenal
  • Arsitektur dan peninggalan sejarah
  • Benteng Vastenburg1
  • Galabo
  • Gedung Wayang Orang Sriwedari
  • Lokananta
  • Kraton Surakarta1
  • Istana (Pura) Mangkunagaran1
  • Pasar Gede Harjonagoro1
  • Pasar Klewer
  • Pasar Legi Surakarta
  • Pasar Triwindu (Windujenar/Ngarsapura)
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Batik1
  • Museum Radya Pustaka1
  • Taman Balekambang1
  • Taman Banjarsari1
  • Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa1
  • Taman Satwa Taru Jurug12
  • Taman Sriwedari1
Transportasi
  • Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo
  • Stasiun Balapan1
  • Stasiun Jebres1
  • Stasiun Purwosari1
  • Stasiun Sangkrah
  • Terminal Tirtonadi
  • Bus Batik Solo Trans
  • Bus rel Batara Kresna
  • Jalan: Slamet Riyadi
  • Jenderal Sudirman
Demografi & Budaya
  • Bengawan Solo (lagu)
  • Sensus 2010
  • Bahasa
  • Karnaval Batik Solo
  • Solo Batik Fashion
  • Daftar: Pasar tradisional
  • Pusat perbelanjaan
  • Rumah sakit
  • Tokoh
  • PMS
  • Tionghoa Solo
Pendidikan
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Institut Seni Indonesia
  • Solo Techno Park
  • Daftar: Sekolah
  • Perguruan Tinggi
Tempat ibadah
  • Masjid Agung Kraton Surakarta1
  • Masjid Wustho Mangkunegaran1
  • Masjid Laweyan
  • Masjid Sholihin
  • Gereja Santo Antonius1
  • Gereja Santo Petrus
  • Gereja Santo Paulus
  • Gereja Santa Perawan Maria Regina
  • Gua Maria Mojosongo
  • GBI Keluarga Allah
  • Tien Kok Sie1
  • Vihara Am Po Kian
  • Poo An Kiong1
Olahraga
  • Klub olahraga
  • Persis Solo
  • Pasoepati
  • Stadion Manahan
  • Stadion Sriwedari
Media
  • Solopos
  • Radar Solo
  • Terang Abadi Televisi
  • stasiun radio
Kuliner
  • Nasi liwet
  • Timlo
  • Tengkleng
  • Nasi langgi
  • Gudeg
  • Kompyang
  • Serabi
  • Selat solo
  • Bakso Solo
1 Masuk ke dalam Daftar Benda Cagar Budaya yang Dilindungi Pemerintah Kota Surakarta, 2 Dicoret dari daftar karena usia pembangunan kurang dari 50 tahun
Portal Surakarta · Wikipedia:Buku/Surakarta
  • l
  • b
  • s
Istana di Indonesia
Sumatra
  • Istana Maimun
  • Istana Niat Lima Laras
  • Istano Basa Pagaruyung
  • Istano Silinduang Bulan
  • Istana Siak Sri Indrapura
  • Istana Sayap Pelalawan
  • Istana Rokan
  • Istana Gunung Sahilan
Jawa
Jakarta
  • Istana Negara
  • Istana Merdeka
  • Istana Wakil Presiden
Cirebon
  • Keraton Kasepuhan
  • Keraton Kanoman
  • Keraton Kacirebonan
Yogyakarta
  • Gedung Agung
  • Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Pura Pakualaman
Surakarta
  • Keraton Surakarta Hadiningrat
  • Pura Mangkunegaran
Kota lainnya
  • Istana Bogor
  • Istana Cipanas
  • Istana Palabuhanratu
  • Keraton Sumedang Larang
Kalimantan
  • Istana Negara Nusantara
  • Istana Garuda
  • Kedaton Kutai Kartanegara
  • Museum Mulawarman
  • Museum Sadurengas
  • Istana Gunung Tabur
  • Istana Sambaliung
  • Istana Alwatzikubillah
  • Istana Amantubillah
  • Istana Kadriyah
  • Istana Surya Negara
  • Istana Matan
  • Istana Kuning
Bali
  • Istana Tampaksiring
  • Istana Klungkung
  • Puri Agung Denpasar
  • Puri Agung Pemecutan
  • Puri Agung Kesiman
  • Puri Agung Tabanan
  • Puri Saren Agung Ubud
  • Taman Sukasada Karangasem
  • Tirta Gangga
Sulawesi
  • Ballaʼ Lompoa
  • Istana Datu Luwu
  • Istana Malige
  • Keraton Buton
Pulau lain
  • Istana Bala Kuning
  • Istana Dalam Loka
  • Istana Kesultanan Ternate
  • Istana Kesultanan Tidore
  • Keraton Sumenep
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pura_Mangkunagaran&oldid=27551839"
Kategori:
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif Juli 2021
  • Cagar budaya di Indonesia
  • Arsitektur Jawa
  • Pura Mangkunagaran
  • Bangunan dan struktur di Kota Surakarta
  • Istana
  • Istana di Indonesia
Kategori tersembunyi:
  • Pages using gadget WikiMiniAtlas
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Galat CS1: parameter tidak didukung
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif
  • Artikel dengan paramater tanggal tidak valid pada templat
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen
  • Galat CS1: tanggal
  • Artikel yang membutuhkan referensi tambahan
  • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan
  • Artikel mengandung aksara Jawa
  • Mapframe Infobox tanpa hubungan OSM di Wikidata
  • Artikel biografi dengan tabel penghargaan
  • Koordinat di Wikidata
  • Artikel mengandung bahasa Jawa
  • Pranala kategori Commons didefinisikan sebagai nama halaman
  • Templat webarchive tautan wayback
  • Halaman yang menggunakan ekstensi Kartographer

Best Rank
More Recommended Articles