More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Sejarah kepausan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sejarah kepausan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sejarah kepausan

  • العربية
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Ελληνικά
  • English
  • Español
  • Suomi
  • Français
  • עברית
  • Magyar
  • Հայերեն
  • Italiano
  • Македонски
  • Bahasa Melayu
  • Nederlands
  • Norsk bokmål
  • Português
  • Русский
  • Simple English
  • Tiếng Việt
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk sejarah Gereja Katolik pada umumnya, lihat Garis waktu Gereja Katolik dan Sejarah Gereja Katolik.
Vatican City
Artikel ini merupakan bagian dari seri
Kota Vatikan
Sejarah
  • Kadipaten Roma (533–751)
  • Donasi Pippin (750-an)
  • Negara Kepausan (754–1870)
    • Annatae
    • Kongregasi untuk Perbatasan
    • Undang-Undang Dasar Pemerintahan Sekuler Negara Gereja
  • Penyerangan Roma oleh Muslim (846)
  • Penaklukan Roma (1870)
  • "Tahanan dalam Vatikan" (1870–1929)
    • Permasalahan Roma
    • Undang-Undang Jaminan
  • Perjanjian Lateran (1929)
  • Kota Vatikan (1929–sekarang)
    • Gubernur Kota Vatikan
  • Sejarah Gereja Katolik sejak 1962
  • Sejarah kepausan
  • Institut Sejarah Roma
  • Era Wangsa Savoia
  • Museum Sejarah Vatikan
  • Kota Vatikan selama Perang Dunia II
Hukum
  • Acta Apostolicae Sedis
  • Undang-Undang Dasar Negara Kota Vatikan
  • Hukuman mati di Vatikan
  • Kriminalitas di Vatikan
  • Perjanjian Lateran
  • Status hukum Takhta Suci
    • (Alperin v. Vatican Bank)
    • (Doe v. Holy See)
  • Kekuasaan temporal Takhta Suci
  • Pengadilan Negara Kota Vatikan
  • Hukum kanonik
    Kitab Hukum Kanonik 1983
    Kitab Hukum Kanonik Gereja-Gereja Timur
    Konstitusi Apostolik Pastor Bonus
    Konstitusi Apostolik Praedicate evangelium
  • Hak LGBT di Vatikan
  • Garda Swiss Sri Paus
  • Korps Pemadam Kebakaran Negara Kota Vatikan
  • Korps Gendarmeri Negara Kota Vatikan
Politik dan pemerintahan
  • Arsip
  • Asosiasi Pekerja Awam Vatikan
  • Komisi Kepausan untuk Negara Kota Vatikan
    • Presiden: Fernando Vérgez Alzaga
    • Komisi Kepausan
  • Dikasteri Komunikasi
    • Kantor Pers Takhta Suci
    • L'Osservatore Romano (surat kabar Vatikan)
    • L'Osservatore della Domenica
    • Daftar surat kabar di Vatikan
    • .va (situs internet Kota Vatikan)
    • Kantor Penerbitan Vatikan
    • Radio Vatikan
    • Pusat Televisi Vatikan
  • Sekretariat Negara
    • Sekretaris: Pietro Parolin
  • Fabrik Santo Petrus
  • Hubungan luar negeri Takhta Suci
    • Daftar perwakilan diplomatik Takhta Suci
    • Hubungan Indonesia–Takhta Suci
    • Hubungan Israel–Takhta Suci
    • Hubungan Italia–Takhta Suci
    • Hubungan Palestina–Takhta Suci
    • Apokrisiarius Kepausan
  • Kegubernuran Kota Vatikan
    • Gubernur Kota Vatikan
  • Militer di Vatikan
    • Garda Mulia
  • Dewan Kardinal
    • Camerlengo (Bendaharawan)
    • Kepala Dewan
  • Vikaris Jenderal
  • Pengadilan Kasasi
    Presiden: Dominique Mamberti
  • Pengadilan Banding
    Presiden: Pio Vito Pinto
  • Pengadilan Tingkat Pertama
    Presiden: G. di Sanguinetto
Kepausan
  • Paus
    • Mobil Paus
  • Gereja Katolik
    • Gereja Latin
  • Takhta Suci
    • Keuskupan Roma
    • Kuria Roma
  • Universi Dominici Gregis
  • Konklaf kepausan (Pemilihan Paus)
    • Universi Dominici Gregis
  • Konklaf terakhir
    • 1978 (Oktober)
    • 2005
    • 2013
  • Rumah tangga kepausan
    • Jentelmen Kepausan
  • Pengawas Rumah Tangga Kepausan
Hubungan luar negeri
  • Seksi bagi Hubungan Luar Negeri
  • Konkordat
  • Kebijakan luar negeri multilateral
  • Status dalam hukum internasional
    • Perjanjian Lateran
  • Seksi bagi Hubungan Luar Negeri (Kuria Roma)
    Sekretaris Hubungan Luar Negeri: Paul Gallagher
    Wakil Sekretaris Hubungan Luar Negeri: Antoine Camilleri

  • Daftar perwakilan diplomatik Takhta Suci
  • Daftar Nuncius Apostolik

  • Paspor Vatikan dan Takhta Suci
  • Persyaratan visa
  • Kebijakan visa

  • Takhta Suci dan PBB
Ekonomi
  • Institut bagi Karya-karya Rohani
  • Kode Telepon di Vatikan
  • Pariwisata di Vatikan
  • Transportasi di Vatikan
  • Transportasi rel di Vatikan
  • Sekretariat bagi Ekonomi
  • Otoritas Pengawasan dan Informasi Keuangan
  • Administrasi Warisan Takhta Suci
  • Pengawas Urusan Ekonomi Takhta Suci
  • Koin euro Vatikan
  • Lira Vatikan
  • Properti Takhta Suci
Simbol
  • Bendera
    • Daftar bendera Kepausan
  • Lagu kebangsaan
  • Lambang Takhta Suci dan Vatikan
  • 00120 (Kode pos Vatikan)
  • Tiara kepausan
    • Penobatan Paus
Budaya
  • Museum Vatikan
  • Perpustakaan Vatikan
  • Musik di Vatikan
    • Paduan Suara Kapel Sistina
  • Bahasa di Vatikan
  • Perempuan di Vatikan
  • Pohon Natal Vatikan
  • Tim sepak bola Vatikan
  • Tim kriket Vatikan
  • Konser Kepausan untuk Memperingati Shoah
  • Prangko dan sejarah pos Vatikan
  • Hari libur nasional di Vatikan
  • Akademi Kepausan untuk Ilmu Pengetahuan
  • Akademi Kepausan untuk Ilmu Sosial
  • The Story of the Vatican, film dokumenter tahun 1941
Bangunan/geografi
  • Air Mancur Lapangan Santo Petrus
  • Apartemen Borgia
  • Apartemen Kepausan
  • Apotek Vatikan
  • Arsip Apostolik Vatikan
  • Aula Paulus VI
  • Basilika Agung Santo Yohanes Lateran
  • Basilika Santa Maria Maggiore
  • Basilika Santo Petrus
  • Basilika Santo Petrus Lama
  • Biara Mater Ecclesiae
  • Bibliotheca Palatina
  • Bukit Vatikan
  • Cappella Giulia
  • Casina Pio IV
  • Circus Nero
  • Cortile del Belvedere
  • Domus Sanctae Marthae
  • Geografi Kota Vatikan
  • Hari libur nasional di Vatikan
  • Hutan Iklim Vatikan
  • Istana Apostolik
  • Istana Kantor Suci
  • Istana Lateran
  • Kanopi Santo Petrus
  • Kapel Nikolina
  • Kapel Paulina
  • Kapel Redemptoris Mater
  • Kardinal Sekretaris Negara
  • Konser Kepausan untuk Memperingati Shoah
  • Kota Leonina
  • Lapangan Santo Petrus
  • Makam Julii
  • Makam Kepausan
  • Makam Kepausan di Basilika Santo Petrus Lama
  • Makam Santo Petrus
  • Menara Gregorian
  • Menara Santo Yohanes (Vatikan)
  • Monumen Royal Stuarts
  • Nekropolis Vatikan
  • Nunsiatur apostolik
  • Observatorium Vatikan
  • Pangkalan Helikopter Kota Vatikan
  • Passetto di Borgo
  • Pemakaman Teutonik
  • Porta San Pellegrino
  • Prangko dan sejarah pos Vatikan
  • Sala Regia
  • San Pellegrino in Vaticano
  • Sant'Anna dei Palafrenieri
  • Santa Maria della Pietà in Camposanto dei Teutonici
  • Santi Martino e Sebastiano degli Svizzeri
  • Santo Stefano degli Abissini
  • Santo Stefano degli Ungheresi
  • Scala Regia
  • Taman Vatikan
  • Tangga Bramante
  • Teleskop Teknologi Mutakhir Vatikan
  • Via della Conciliazione
Museum Vatikan
  • Museum Vatikan
  • Galeri Peta
  • Galeri langit-langit Kapel Sistina
  • Koleksi Seni Religius Modern
  • Ruangan Rafael
  • Kapel Redemptoris Mater
  • Restorasi lukisan dinding Kapel Sistina
  • Kapel Sistina
  • Langit-langit Kapel Sistina
  • Penghakiman Terakhir oleh Michelangelo
  • Garis Besar
  • Indeks
  •  Portal Kristen
  • l
  • b
  • s
Menurut doktrin Katolik, para Paus adalah penerus dari Santo Petrus.

Sejarah kepausan, sebuah lembaga yang dipegang oleh Paus sebagai kepala Gereja Katolik Roma, yang menurut doktrin Katolik, berjalan dari zaman Petrus sampai saat ini.

Pada masa Gereja Perdana, para uskup Roma tidak menikmati kekuasaan temporal (kepausan)kekuasaan temporal sampai zamai Konstantinus. Setelah kejatuhan Roma ("Abad Pertengahan", sekitar 476), kepausan dipengaruh oleh para penguasa temporal dari sekitaran Semenanjung Italia; periode-periode tersebut dikenal sebagai Kepausan Ostrogothik, Kepausan Bizantium, dan Kepausan Frankish. Sepanjang masa, kepausan mengendalikan klaim-klaim teritorialnya pada sebuah bagian dari semenanjung tersebut yang dikenal sebagai Negara Gereja. Setelah itu, peran negara-negara tetangga yang berdaulat dilantikan oleh keluarga-keluarga Roma yang berkuasa pada masa saeculum obscurum, era Crescentii, dan Kepausan Tusculan.

Dari 1048 sampai 1257, kepausan mengalami peningkatan konflik dengan para pemimpin dan gereja Kekaisaran Romawi Suci dan Kekaisaran Bizantium. Konflik tersebut berujung pada Skisma Timur-Barat, yang memperpecah Gereja Barat dan Gereja Timur. Dari 1257–1377, seorang Paus, melalui uskup Roma, tinggal di Viterbo, Orvieto, dan Perugia, dan kemudian Avignon. Kembalinya para Paus ke Roma setelah Kepausan Avignon disusul oleh Skisma Barat: perpecahan gereja barat antara dua dan, untuk sebuah masa, tiga pengklaim kepausan yang bersaing.

Kepausan Renaisans dikenal karena perlindungan artistik dan arsitektural-nya. Setelah dimulainya Reformasi Protestan, Kepausan Reformasi dan Kepausan Barok membuat Kepausan melakukan Reformasi Katolik. Paus pada Masa Revolusi menyaksikan pengurasan kekayaan terbesar dalam sejarah gereja, Revolusi Prancis dan peristiwa-peristiwa susulan di seluruh Eropa. Pertanyaan Roma, yang berkembang dari penyatuan Italia, mengakibatkan hilangnya Negara Gereja dan pembentukan Vatican City.

Abad Pertengahan

[sunting | sunting sumber]

Masa Paus Gregorius I

[sunting | sunting sumber]

Institusi kepausan diawali pada awal Abad Pertengahan. Struktur organisasi dari Gereja Katolik Roma mulai terbentuk secara baik pada masa kepausan Paus Gregorius I yang menjabat sejak tahun 590 hingga 604 Masehi. Paus Gregorius I menjadi Paus pertama yang membentuk birokrasi kepausan. Selain itu, dia juga memperkuat kekuasaan yang dimiliki oleh kepausan. Ia dikenal sebagai penyusun kekuatan politik kepausan. Kekayaan gereja diorganisirnya menggunakan metode administrasi Kekaisaran Romawi. Hal ini diterapkan di wilayah Italia, Sisilia, Sardinia, Galia dan wilayah di sekitarnya. Paus Gregorius I juga memperkuat ototritas kepausan atas para uskup dan pastor lainnya. Paus Gregorius I juga menjalin aliansi dengan negeri Franka dan mengirimkan para misionaris ke Inggris untuk menaklukkan Anglo-Saxon. Para prajurit Kekaisaran Romawi diberinya makan dengan mengadakan ekspor gandum sebagai kegiatan ekonomi. Pasukan ini kemudian dikirimnya untuk melawan kelompok dari ajaran sesat di Lombardia.[1]

Masa Paus Stefanus III

[sunting | sunting sumber]

Berkat usaha awal dari Paus Gregorius I, Kerajaan Kepausan dibentuk pada abad ke-8 Masehi. Pembentukan ini sebagai hasil aliansi kepausan dengan raja negeri Franka, Pippin I dari Aquitaine. Kerja sama tersebut dilakukan oleh kepausan dengan memberikan legitimasi atas keluarga Pippin I dari Aquitaine. Sebuah perjanjian juga ditetapkan oleh Pippin I dari Aquitaine pada tahun 754 yang isinya berupa pengembalian teritori patrimoni dari masa Simon Petrus. Lalu pada masa Paus Stefanus III, dibuat perjanjian balasan bahwa kepausan akan memberikan hukuman berupa pengucilan kepada raja-raja dari negeri Franka yang tidak berasal dari keluarga Pippin.[1]

Masa Paus Leo III

[sunting | sunting sumber]

Politik kepausan berubah secara drastis pada masa Paus Leo III. Ia mengambil keputusan untuk menyerahkan mahkota Kerajaan Romawi kepada anak dari Pippin I pada tahun 800 Masehi, yaitu Karel yang Agung. Kepausan kemudina menyebutnya sebagai Kaisar Romawi. Tindakan ini membuat gelar kekaisaran beralih dari Kekaisaran Romawi Timur ke Kekaisaran Romawi Barat dan membentuk Kekaisaran Romawi Suci. Pengesahan kekuasaan kepada Karel yang Agung ini kemudian membentuk pola hubungan baru antara gereja dan negara. Hubungan ini kemudian memicu terjadinya konflik politik kegamaan pada Abad Pertengahan.[2]

Masa Paus Gregorius VII

[sunting | sunting sumber]

Masa Paus Gregorius VII diliputi oleh konflik dengan raja Kekaisaran Romawi Suci saat itu, Heinrich IV. Konflik ini berlangsung pada abad ke-11 Masehi. Konflik ini diawali oleh pelarangan keterlibatan raja dalam pengangkatan pejabat gereja. Argumen yang diberikan oleh Paus Gregorius VII adalah bahwa tradisi pengangkatan pejabat gereja yang bersifat monarki telah berlangsung sejak masa Kekaisaran Romawi. Pejabat gereja hanya dapat dilantik dan diberhentikan oleh Paus. Konflik juga terjadi karena Paus Gregorius VII menyatakan bahwa hanya kepausan yang berhak mengeluarkan doktrin tentang aturan moral dan keagamaan. Seorang penguasa yang dikucilkan oleh Paus telah dianggap bukan lagi bagian dari penganut Kristen sehingga tidak lagi dapat berkuasa di wilayah Kristen. Pernyataan tersebut ditolak oleh Heinrich IV. Ia menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh raja juga langsung berasal dari Tuhan. Karena hal ini, Paus Gregorius VII mengusahakan kepatuhan dari Heinrich IV. Pada akhirnya, Heinrich IV kalah dalam konflik politik tersebut. Ia kemudian dipaksa menemui Paus Gregorius VII pada tahun 1077 di Canossa. Paus hanya memberikan keringanan hukuman tetapi tidak membiarkan kekuasaannya dikembalikan.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b Husaini 2005, hlm. 32-33.
  2. ^ a b Husaini 2005, hlm. 33.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani. ISBN 978-602-250-517-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]
  • Collins, Roger (2009). Keepers of the Keys: A History of the Papacy. Basic Books. ISBN 0-465-01195-0.
  • Pennington, Arthur Robert (1882). Epochs of the Papacy: From Its Rise to the Death of Pope Pius IX. in 1878. G. Bell and Sons.
  • Duffy, Eamon (2006). Saints & Sinners (Edisi 3). New Haven Ct: Yale Nota Bene/Yale University Press. ISBN 0-300-11597-0.
  • Mcbrien, Richard (1997). Lives of the Popes: The Pontiffs from St. Peter to John Paul II. San Francisco: Harper SanFrancisco. ISBN 0-06-065304-3.
  • Maxwell-Stuart, P. (1997). Chronicle of the Popes: The Reign-by-Reign Record of the Papacy over 2000 Years. London: Thames and Hudson. ISBN 0-500-01798-0.
  • Rendina, Claudio (2002). The Popes: Histories and Secrets. Washington: Seven Locks Press. ISBN 1-931643-13-X.
  • Barraclough, Geoffrey (1979). The Medieval Papacy. New York: Norton. ISBN 0-393-95100-6.
  • Buttler, Scott; Norman Dahlgren; David Hess (1997). Jesus, Peter & the Keys: A Scriptural Handbook on the Papacy. Santa Barbara: Queenship Publishing Company. ISBN 1-882972-54-6.
  • Toropov, Brandon (2002). The Complete Idiot's Guide to the Popes and the Papacy. Indianapolis: Alpha Books. ISBN 0-02-864290-2.
  • Sullivan, Francis (2001). From Apostles to Bishops: The Development of the Episcopacy in the Early Church. New York: Newman Press. ISBN 0-8091-0534-9.
  • McCabe, Joseph (1939). A History of the Popes. London.: Watts & Co.
  • l
  • b
  • s
Sejarah kepausan
Zaman Kuno dan
Abad Pertengahan Awal
  • Pada masa Kekaisaran Romawi (sampai 493)
    • Di bawah Konstantinus (312–337)
  • Kepausan Ostrogothik (493–537)
  • Kepausan Bizantium (537–752)
  • Kepausan Frankish (756–857)
  • Saeculum obscurum (904–964)
  • Era Crescentii (974–1012)
Abad Pertengahan
Tinggi dan Akhir
  • Kepausan Tusculan (1012–1044 / 1048)
  • Kepausan Kekaisaran (1048–1257)
  • Kepausan Pengembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon (1309–1378)
  • Skisma Barat (1378–1417)
Modern Awal dan
Era Modern
  • Kepausan Renaisans (1417–1534)
  • Kepausan Reformasi (1534–1585)
  • Kepausan Barok (1585–1689)
  • Kepausan Revolusioner (1775–1848)
  • Pertanyaan Roma (1870–1929)
  • Vatican City (1929–sekarang)
    • PDII (1939–1945)
  •  Portal Katolik
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_kepausan&oldid=25152862"
Kategori:
  • Sejarah kepausan
  • Paus
Kategori tersembunyi:
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan
  • Pemeliharaan CS1: Status URL

Best Rank
More Recommended Articles