More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Hipopnea - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hipopnea - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hipopnea

  • العربية
  • Català
  • Deutsch
  • English
  • Español
  • فارسی
  • Français
  • Italiano
  • Norsk bokmål
  • Português
  • Srpskohrvatski / српскохрватски
  • Српски / srpski
  • Oʻzbekcha / ўзбекча
  • 中文
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis

Hipopnea adalah gangguan tidur akibat terhambatnya sebagian aliran udara di pernapasan selama tidur. Berbeda dengan Apnea tidur obstruktif, kondisi hipopnea tidak seluruhnya membuat penyandangnya berhenti napas sepenuhnya, namun hanya terhalang sebagian. Hal ini membuat tarikan napas menjadi dangkal dan tubuh kekurangan oksigen dari kebutuhan yang seharusnya, sehingga saat bangun penyandangnya merasa kelelahan. [1][2][3]

Gejala

[sunting | sunting sumber]

Gejala yang mudah diamati dari penyandang hipopnea adalah:

  • Keletihan yang tidak wajar sepanjang hari
  • Tetap lelah walaupun sudah tidur cukup
  • Bangun dengan keadaan tercekik
  • Sering bangun malam hari
  • Mendengkur dengan keras
  • Bangun dengan sakit kepala[4]

Diagnosis

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan DSM-5, kriteria untuk mendiagnosis kondisi hipopnea adalah:

  • Hasil pemeriksaan polisomnografi menunjukkan terjadi setidaknya lima kali hambatan napas saat tidur, diikuti juga oleh kondisi berikut:
    • Mengorok, terengah-engah, atau terhentiya napas di tengah-tengah tidur
    • Rasa lelah di siang hari, atau tidur yang tidak pulas, meskipun kesempatan tidur cukup tersedia, yang tidak bisa dijelaskan oleh kondisi gangguan mental lain (misalnya gangguan tidur), serta bukan merupakan akibat dari kondisi medis lain.
  • Lebih dari 15 gangguan napas dalam satu jam dalam pemeriksaan polisomnografi, sekalipun dua sub kriteria sebelumnya tidak terpenuhi. [5]

Penanganan

[sunting | sunting sumber]
  • Nasal CPAP
  • Tindakan bedah untuk mengurangi jaringan yang menghalangi aliran udara saat tidur
  • Mekanisme untuk membuat mulut terbuka lebih lebar saat tidur[4]

Penyandangnya mungkin akan diminta untuk mengurangi berat badan, makan lebih sehat, berhenti merokok, menghindari obat tidur, mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol, dan mengubah posisi tidur. [4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Hypopnea. dari situs sleepfoundation
  2. ^ Obstructive sleep apnea/hypopnea syndrome. dari situs NIH.gov
  3. ^ What is obstructive sleep apnea?. dari situs hopkinsmedicine.org
  4. ^ a b c Hypopnea. dari situs healthline
  5. ^ American Phsyciatric Accosiation. Diagnostic and Statiscal Manual of Mental Disorders - DSM 5. American Phsyciatric Publishing. Washingon DC dan London:2013
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipopnea&oldid=27381334"
Kategori:
  • Psikiatri
  • Gangguan mental
  • Gangguan tidur

Best Rank
More Recommended Articles