More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Indische Woonhuizen - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Indische Woonhuizen - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Indische Woonhuizen

Tambah pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala. (Januari 2023)


Indische Woonhuizen salah satu bentuk bangunan dan tipe rumah baru yang ada di Hindia Belanda. Muncul pada awal abad ke-19. Indische Woonhuizen dibangun dalam gaya yang lazim disebut klasisisme tropis, yang ketajaman unsur-unsur klasiknya telah agak luntur. Baik iklim maupun penggunaan material lokal yang tersedia, melunakkan ciri khas klasisisme Eropa. Rumah tipe ini mungkin tidak berseni tinggi dipandang dari ukuran klasik di Eropa, tetapi sangat cocok untuk iklim yang panas dan lembap. Tipe rumah dengan beranda luas di muka yang dilindungi terhadap sinar matahari oleh atap seng tambahan yang didukung tiang-tiang besi yang tipis. Lantai rumah ini agak tinggi, hal yang jarang di Jakarta. Kanan dan kiri tampaklah bijge-bouwe.

Indische Woonhuizen jauh lebih sesuai dengan kebutuhan tropis daripada rumah-rumah dalam kota dan rumah peristirahatan dalam 'Gaya Belanda Tertutup'. Di depan dan di belakang terdapat serambi luas yang dihubungkan dengan koridor (binnengalerij). Dari koridor itu orang dapat masuk ke empat atau enam kamar yang terletak di sebelah kanan dan kiri, yang terkadang berpintu langsung ke serambi, belakang atau muka juga. Luas dan panjangnya serambi, jumlah, tinggi, dan kokohnya tiang serta luas halaman di muka rumah menunjukkan status pemiliknya. Rumah-rumah ini dibangun oleh insinyur dari korps seni, yang kurang terdidik dan tidak memikirkan keindahan serta cita-cita seni bangunan. Maka, kebanyakan rumah ini kurang mewujudkan suatu kekhususan, tetapi demikian sangat praktis, sejuk, dan cocok untuk iklim tropis. Para insinyur mengambil pola dari buku-buku standar atau meniru rumah yang sudah ada, yang pada masa ini mengikuti gaya klasisisme. Rumah seperti ini agak mudah dibangun, dan dapat disesuaikan dengan aneka kebutuhan.

Serambi muka digunakan sebagai ruang penerimaan tamu dan resepsi, sedangkan serambi belakang adalah ruang keluarga. Dari situ kamar-kamar dalam bangunan samping dapat diawasi dan didatangi dengan mudah. Serambi beratap melindungi orang terhadap matahari dan hujan. Di belakang rumah, di sebelah kanan dan kiri kebun terdapat bangunan tambahan untuk memenuhi keperluan seperti kamar mandi dan wc, ruang tamu, tempat tinggal pembantu, dapur dan gudang, ditambah kandang kuda dan 'garasi' kereta kuda. Atap rumah induk kadang mengikuti gaya pendopo Jawa yang tinggi, kadang berupa trapesium. Atap yang kurang tinggi kadang-kadang tak kelihatan akibat frieze, semacam lisplank hiasan dari batu yang memanjang serta agak lebar. Kalau kurang memperhatikan arah timur dan barat, serambi terbuka memungkinkan panas sinar matahari dapat masuk. Maka, serambi ini dilindungi terhadap terik panas matahari dengan kere (tirai) di antara deretan tiang. Di kemudian hari bahkan atap seng gelombang, yang disangga tiang-tiang besi tipis, dipasang di depan serambi sehingga merusak pemandangan (misalnya pada Museum Tekstil).

Tipe rumah ini dikembangkan untuk para bujangan yang mendirikan keluarga di Indonesia setelah berhasil menjadi orang berada. Mereka sering memperistri wanita indo atau pribumi, yang lebih suka gaya tropis seperti yang terdapat pada rumah lama. Beberapa contoh tipe rumah gaya Indische Woonhuizen yang masih terdapat di Jakarta antara lain, di Jl Menteng Raya, Pegangsaan, Cikini dan terutama di Medan Merdeka Selatan misalnya Rumah dinas Wakil Presiden RI; Balai Kota DKI Jakarta; dan Kantor Bibliotek Nasional (1850), yakni bekas Indische Woonhuizen, tipe rumah di Hindia Belanda awal abad ke-19 Koninklijke Natuurkundige Vereeniging. Sejak tahun 50-an, sebagian besar serambi ditutup dinding batu untuk memperbanyak kamar. Aneka bangunan yang ditambah di samping, bahkan di muka tersebut ternyata mengaburkan gaya Indisch Woonhuis.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • [1][pranala nonaktif permanen]
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indische_Woonhuizen&oldid=22563318"
Kategori:
  • Artikel yang kekurangan pranala Januari 2023
  • Semua artikel yang kekurangan pranala
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif Mei 2021
  • Jakarta
  • Sejarah Jakarta
Kategori tersembunyi:
  • Articles with invalid date parameter in template
  • Artikel tak bertuan sejak Januari 2023
  • Semua artikel tak bertuan
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif
  • Artikel dengan paramater tanggal tidak valid pada templat
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen

Best Rank
More Recommended Articles