Keamanan internasional
Keamanan internasional adalah usaha yang dijalankan oleh badan nasional dan internasional, seperti PBB, untuk memastikan keselamatan dan keamanan negara di kawasan regional dunia. Usaha ini termasuk aksi, upaya dan operasi militer dan non militer serta pendekatan diplomatik seperti treaty dan convention. Keamanan nasional dan internasional saling berhubungan, karena bila keamanan nasional sudah terancam, maka akan mudah menyebar menjadi masalah keamanan internasional yang dapat berujung kepada perang. Maka upaya untuk menjamin keamanan internasional adalah dengan melaksanakan upaya diplomatis dan kerja sama antar negara guna terhindarnya terjadinya perang.
Selain itu, Williams dan McDonald[1] menjelaskan dengan lebih lanjut lagi, keamanan dapat juga dikaitkan sebagai pengurangan ancaman terhadap nilai-nilai yang dihargai bersama yang apabila (ancaman tersebut) dibiarkan justru dapat mengancam kelangsungan hidup dari objek tertentu. Mereka juga mengutip Ken Booth yang memaparkan istilah survival-plus di mana survival saja tidak cukup, tetapi ada unsur plus di mana bisa mempunyai kebebasan untuk memilih pilihan-pilihan tanpa adanya ancaman yang mengancam kehidupan. Mereka pun juga menerangkan bahwa salah satu fitur penting dari keamanan adalah untuk siapa keamanan itu. Ada banyak jawabannya, mulai dari pandangan bahwa keamanan (dalam pandangan tradisional hubungan internasional) untuk negara, lalu keamanan untuk manusia (keamanan manusia), sampai memandang keamanan untuk planet bumi.
Jenis-Jenis Keamanan Internasional
Keamanan Tradisional [2]
Keamanan tradisional berfokus pada perlindungan negara dari ancaman eksternal, seperti serangan militer, infiltrasi, dan spionase. Jenis keamanan ini memprioritaskan kekuatan militer, diplomasi, dan strategi keamanan nasional untuk melindungi kedaulatan dan integritas wilayah. Contohnya, pertahanan terhadap serangan militer, perlindungan infrastruktur strategis, dan pengamanan perbatasan. Keamanan tradisional cenderung bersifat statis dan mengandalkan kekuatan fisik. Berikut adalah jenis keamanan tradisional:
- Keamanan Nasional: Melindungi negara dari ancaman eksternal.
- Keamanan Militer: Menggunakan kekuatan militer untuk melindungi negara.
- Keamanan Politik: Melindungi sistem politik dan pemerintahan.
Keamanan non-tradisional memperluas cakupan keamanan melampaui ancaman militer. Contohnya, keamanan ekonomi meliputi perlindungan terhadap sabotase ekonomi, keamanan energi mencakup pengamanan pasokan minyak dan gas, serta keamanan lingkungan meliputi perlindungan terhadap kerusakan lingkungan. Keamanan non-tradisional lebih dinamis dan memerlukan kerjasama internasional. Berikut adalah jenis keamanan non-tradisional:
- Keamanan Ekonomi: Melindungi ekonomi negara dari ancaman eksternal.
- Keamanan Energi: Mengamankan pasokan energi.
- Keamanan Lingkungan: Melindungi lingkungan hidup.
- Keamanan Makanan: Mengamankan pasokan makanan.
- Keamanan Kesehatan: Melindungi kesehatan masyarakat.
- Keamanan Komunitas: Melindungi dari munculnya konflik akibat isu antar etnis, agama, dan identitas-identitas lainnya.
- Keamanan Politik: Melindungi terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia dan pembungkaman politik
- Keamanan Personal: Melindungi diri manusia dari ancaman seperti kekerasan fisik, kejahatan kriminal, terorisme, pekerja anak, dll.
Keamanan Kontemporer [5]
Keamanan kontemporer berfokus pada ancaman-ancaman modern. Jenis keamanan ini memerlukan pendekatan yang lebih canggih dan adaptif. Contohnya, keamanan siber meliputi perlindungan terhadap serangan hacker dan keamanan informasi, sedangkan keamanan luar angkasa mencakup pengamanan aset satelit dan infrastruktur luar angkasa. Keamanan kontemporer sangat dinamis dan memerlukan kerjasama internasional yang erat. Berikut adalah jenis keamanan kontemporer:
- Keamanan Siber: Melindungi sistem informasi dan data.
- Keamanan Terorisme: Menghadapi ancaman terorisme.
- Keamanan Perbatasan: Mengamankan perbatasan negara.
- Keamanan Maritim: Melindungi jalur laut dan sumber daya laut.
- Keamanan Luar Angkasa: Mengamankan aset luar angkasa.
Keamanan Komprehensif [6]
Keamanan komprehensif merupakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek-aspek keamanan tradisional, non-tradisional, dan kontemporer. Jenis keamanan ini memprioritaskan perlindungan hak-hak manusia, keselamatan komunitas, dan warisan budaya. Contohnya, keamanan manusia meliputi perlindungan terhadap kekerasan, keamanan komunitas mencakup pengamanan lingkungan hidup, dan keamanan budaya meliputi perlindungan warisan budaya. Keamanan komprehensif memerlukan kerjasama multidisiplin dan partisipasi masyarakat. Berikut adalah jenis keamanan komprehensif:
- Keamanan Manusia : Melindungi hak-hak dan keselamatan manusia.
- Keamanan Komunitas : Mengamankan komunitas lokal.
- Keamanan Budaya : Melindungi warisan budaya.
Referensi
- ^ Williams, Paul D., ed. (2018). Security studies: an introduction (Edisi Third edition). London ; New York: Routledge. ISBN 978-0-415-78489-4.
- ^ Buzan, Barry; Hansen, Lene (2009). The Evolution of International Security Studies. Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/cbo9780511817762. ISBN 978-0-521-87261-4.
- ^ "About Non-Traditional security – NTS-Asia" (dalam bahasa American English). 2024-06-28. Diakses tanggal 2024-12-12.
- ^ Nations, United. "National Security versus Global Security". United Nations (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-23.
- ^ Ardiansyah, Muhammad. "KONSEP KONSEP KEAMANAN KONTEMPORER".
- ^ Diesch, Rainer; Pfaff, Matthias; Krcmar, Helmut (2020-05-01). "A comprehensive model of information security factors for decision-makers". Computers & Security. 92: 101747. doi:10.1016/j.cose.2020.101747. ISSN 0167-4048.