More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Kekristenan pada abad ke-6 - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kekristenan pada abad ke-6 - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kekristenan pada abad ke-6

  • English
  • Español
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lihat pula: Kekristenan pada abad ke-5 dan Kekristenan pada abad ke-7
  Persebaran agama Kristen pada 324 Masehi
  Persebaran agama Kristen pada 600 Masehi

Dalam Kekristenan abad ke-6, Kaisar Romawi Yustinianus meluncurkan kampanye militer ke Konstantinopel untuk merebut provinsi-provinsi barat dari bangsa-bangsa Jermanik, dimulai dengan Afrika Utara dan mencapai ke Italia. Meskipun ia meraih kesuksesan sementara dalam perebutan sebagian besar Mediterania barat, ia menghancurkan pusat-pusat kota dan secara permanen meruntuhan ekonomi di sebagian besar wilayah barat. Roma dan kota-kota lainnya ditinggalkan. Pada abad-abad selanjutnya, Gereja Barat, sebagai satu-satunya lembaga Roma yang masih ada di Barat, menjadi satu-satunya penghubung yang masih ada dengan budaya dan peradaban Yunani.

Di Timur, kekuasaan kekaisaran Romawi masih melalui periode yang para sejarawan sebut Kekaisaran Bizantium. Bahkan di Barat, dimana kendali politik kekaisaran secara bertahap mengalami penurunan, budyaa Romawi tetap berlangsung lama pada masa setelahnya; sehingga para sejarawan saat ini lebih menyebutnya sebagai "transformasi dunia Romawi" ketimbang "Kejatuhan Roma". Laju Abad Pertengahan Awal berlangsung secara bertahap dan sering kali prosesnya terlokalisasi di tempat manapun. Di Barat, wilayah-wilayah desa menjadi pusat-pusat kekuasaan sementara wilayah-wilayah kota mengalami penurunan. Meskipun sejumlah besar umat Kristen masih berada di Timur, perkembangan di Barat akan menghimpun tahap untuk pengembangan-pengembangan besar di dunia Kristen pada Abad Pertengahan selanjutnya.

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]
  • Pelikan, Jaroslav Jan. The Christian Tradition: The Emergence of the Catholic Tradition (100-600). University of Chicago Press (1975). ISBN 0-226-65371-4.
  • Lawrence, C. H. Medieval Monasticism. 3rd ed. Harlow: Pearson Education, 2001. ISBN 0-582-40427-4
  • Trombley, Frank R., 1995. Hellenic Religion and Christianization c. 370-529 (in series Religions in the Graeco-Roman World) (Brill) ISBN 90-04-09691-4
  • Fletcher, Richard, The Conversion of Europe. From Paganism to Christianity 371-1386 AD. London 1997.
  • Eusebius, Ecclesiastical History, book 1, chp.19
  • Socrates, Ecclesiastical History, book 3, chp. 1
  • Mingana, The Early Spread of Christianity in Central Asia and the Far East, pp. 300.
  • A.C. Moule, Christians in China Before The year 1550, pp. 19–26
  • P.Y. Saeki, The Nestorian Documents and Relics in China and The Nestorian Monument in China, pp. 27–52
  • Philostorgius, Ecclesiastical History.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • Schaff's The Seven Ecumenical Councils
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekristenan_pada_abad_ke-6&oldid=26278679"
Kategori:
  • Kekristenan menurut abad
  • Kekristenan abad ke-6

Best Rank
More Recommended Articles