More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Kelinglungan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kelinglungan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kelinglungan

  • العربية
  • Deutsch
  • English
  • Español
  • Suomi
  • Galego
  • עברית
  • Русский
  • Türkçe
  • اردو
  • Oʻzbekcha / ўзбекча
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Lihat entri kelinglungan di kamus bebas Wikikamus.

Kelinglungan (Inggris: absent-mindedness) adalah kondisi saat perhatian pada suatu hal cukup rendah yang menimbulkan dan hanya mampu memperhatikan satu objek tunggal. Perhatian rendah ini mengakibatkan pengabaian keadaan sekitar. Linglung juga merupakan pengalihan perhatian dari objek yang sedang diamati, yang mana dikarenakan ada pikiran yang terlintas ataupun gangguan dari kondisi sekitar.

Konsekuensi

[sunting | sunting sumber]

Kehilangan perhatian adalah suatu hal yang sering kali terjadi dalam kehidupan manusia. Beberapa hal adalah teramat tidak mengenakkan, sebagai contoh ketika melaju di jalan tol, kita melewatkan pintu keluar yang semestinya diambil ketika menuju suatu tempat, dan beberapa hal lainnya teramat serius dan dapat menyebabkan kecelakaan, luka-luka, bahkan hingga meninggal dunia.[1]

Selain kehilangan biaya yang dikarenakan peristiwa ini, kita juga mengalami kehilangan waktu yang berharga, efisiensi, produktivitas seseorang dan kualitas hidup. Orang-orang yang mengalami kehilangan perhatian yang cukup singkat sering kali disebut memiliki suatu cacat.[2] Mengacu pada kenyataan bahwa hal ini sering kali terjadi, ternyata sangat mengejutkan bahwa sangat sedikit sekali penelitian dilakukan untuk mengukur secara langsung tentang kesalahan seseorang yang diakibatkan oleh kehilangan perhatian ini.[3]

Aspek ingatan

[sunting | sunting sumber]

Absent-mindedness juga berhubungan dengan kerusakan atas ingatan. Sebagai contoh, Schachter menganggap bahwa "absent-mindedness" sebagai the seven sins of memory[4] yang ditulis oleh Daniel Schacter. Dia menjadi bagian dari omission.[5] Absent-mindedness secara singkat dan mudah dapat diartikan sebagai kehilangan perhatian yang melibatkan suatu overlapping antara perhatian dan memori dalam suatu pekerjaan menerjemahkan, serta mengambil suatu bagian dari memori di otak. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang tertarik akan suatu isu ataupun hal penting, dan menjadikannya tidak fokus pada hal yang harus diingatnya. Sebagai contoh, Schacter adalah ketika seseorang salah menaruh kunci ataupun kacamata. Jelaslah bahwa dari penjelasan singkat ini, bahwa permasalahan mendasar dari kondisi ini adalah "perhatian". Penelitian yang baru saja dilakukan menunjukkan bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh kerusakan memori di otak dan juga dikarenakan aksi yang berlipat-lipat.[1][2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b Carriere, J. S. A., Cheyne, J. A., & Smilek, D. (in press). Everyday Attention Lapses and Memory Failures: The Affective Consequences of Mindlessness. Consciousness and Cognition.
  2. ^ a b Robertson, I. H. (2003). The absent mind attention and error. The Psychologist, 16, 9, 476-479.
  3. ^ Giambra, L. M. (1995). A laboratory method for investigating influences on switching attention to task-unrelated imagery and thought. Consciousness and Cognition, 4, 1-21.
  4. ^ Schacter, D. L. (2001). The Seven Sins of Memory: How the mind forgets and remembers. Boston, MA: Houghtin-Mifflin.
  5. ^ Cheyne, J. A., Carriere, J. S. A., & Smilek, D. (2006). Absent-mindedness: Lapses in conscious awareness and everyday cognitive failures. Consciousness and Cognition, 15, 578-592.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • Absent-minded professor
  • Habit (psychology)
  • Human reliability
  • Mind-wandering
  • Neural mechanisms behind shifts of attention

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Reason, J. T. (1982). Absent-minded? The Psychology of Mental Lapses and Everyday Errors. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.
  • Reason, J. T. (1984). Lapses of attention in everyday life. In R. Parasuraman & D. R. Davies (Eds.), Varieties of attention. New York: Academic Press.
  • Reason, J. T. (1990). Human Error. Cambridge: Cambridge University Press.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • http://oops.uwaterloo.ca
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelinglungan&oldid=27560017"
Kategori:
  • Psikologi
Kategori tersembunyi:
  • Semua halaman yang perlu dirapikan
  • Artikel yang belum dirapikan Juli 2025

Best Rank
More Recommended Articles