Krisis pengungsi Papua Barat 1984
Sepanjang tahun 1984, lebih dari 10.000 orang Papua dari Indonesia melarikan diri sebagai pengungsi melintasi perbatasan ke negara tetangga Papua Nugini. Eksodus ini disebabkan oleh tindakan keras yang dilakukan oleh otoritas Indonesia setelah pemberontakan yang gagal pada Februari 1984 oleh Organisasi Papua Merdeka di Jayapura, meskipun banyak pengungsi berasal dari selatan tempat pemberontakan awal terjadi.
Dampak
Pemulangan
Beberapa pengungsi dipulangkan pada tahun 1984 dan 1985 secara sukarela, dan pemerintah PNG mendeportasi 12 pengungsi pada bulan Oktober 1985 dengan tuduhan pelanggaran senjata api.[1]
Referensi
- ^ Bell, Feith & Hatley 1986, hlm. 541–542.