Talamau, Pasaman Barat
Talamau | |||||
---|---|---|---|---|---|
Negara | ![]() | ||||
Provinsi | Sumatera Barat | ||||
Kabupaten | Pasaman Barat | ||||
Pemerintahan | |||||
• Camat | - | ||||
Populasi | |||||
• Total | - jiwa | ||||
Kode Kemendagri | 13.12.04 ![]() | ||||
Kode BPS | 1312070 ![]() | ||||
Luas | - km² | ||||
Kepadatan | - jiwa/km² | ||||
Nagari/kelurahan | - | ||||
|
Talamau adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia. Kecamatan Talamau juga memiliki bukti-bukti sejarah pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, salah satunya adalah meriam milik Belanda di Talu dan bunker bikinan Jepang di kawasan hutan antara Talamau hingga Simpang Ampek. Selain itu, pada awal terbentuknya Kabupaten Pasaman tatkala awal kemerdekaan, yang menjadi ibukotanya untuk pertama kali adalah Talu sebelum dipindahkan ke Lubuk Sikaping pada masa kepemimpinan bupati dijabat oleh Basyrah.
Wilayah kecamatan ini memiliki tiga wilayah hukum adat, yaitu Kerapatan Adat Nagari Kajai, Kerapatan Adat Nagari Sinuruik dan Kerapatan Adat Nagari Talu.
Kecamatan Talamau terdiri dari delapan macam nagari (Desa), yakni Kajai, Kajai Selatan, Simpang Timbo Abu, Sinuruik, Sungai Janiah, Tabek Sirah, Talu dan Tinggam Harapan.