Undang-Undang Suksesi Kerajaan 1924
Suksesi Hukum Istana | |
---|---|
![]() | |
Vajiravudh (Rama VI) | |
| |
Ditetapkan oleh | Vajiravudh (Rama VI) |
Tanggal ditetapkan | 10 November 1924 |
Ditandatangani pada | 10 November 1924 |
Tanggal berlaku | 11 November 1924 |
Ringkasan | |
Suksesi Tahta Raja Thailand |
Hukum Suksesi Istana, Era Buddhis 2467 (1924) (bahasa Thai: กฎมณเฑียรบาลว่าด้วยการสืบราชสันตติวงศ์ พระพุทธศักราช ๒๔๖๗; RTGS: Kot Monthian Ban Wa Duai Kan Suep Ratchasantatiwong Phra Phutthasakkarat Song Phan Si Roi Hok Sip Chet) menentukan suksesi untuk Tahta Kerajaan Thailand, di bawah pemerintahan Wangsa Chakri. Materi-materi suksesi sebelum akhir monarki absolut pada 1932 akan diteruskan, khususnya pada zaman Ayutthaya dari abad ke-14 sampai ke-18. Pada 1924, Raja Vajiravudh (Rama VI) berupaya untuk mengklarifikasi proses suksesi dengan mengawamkan Hukum Suksesi Istana. Hukum tersebut dikeluarkan dan diterapkan pada November 1924 sebagai bagian dari upaya mengeliminasi keraguan terakhir suksesi pada rezim monarki Thai dan secara sistematis menyelesaikan kontroversi-kontroversi sebelumnya. Pada 1932, setelah Siam menjadi monarki konstitusional, berbagai amendemen terkait suksesi dikeluarkan. Konstitusi Thailand 1997 menyatakan tentang hukum terkait suksesi, namun Konstitusi Sementasra 2006 tidak menyebutkan suksesi, meninggalkannya dari "praktik konstitusional". Konstitusi 2007 kembali menyinggung tentang Hukum Istana.
Catatan
Referensi
- Aryan, Gothan (15 – 16 September 2004), Thai Monarchy Diarsipkan 2006-06-23 di Wayback Machine., International Institute for Democracy and Electoral Assistance, Retrieved on 5 July 2006, presented in Kathmandu, Nepal
- Grossman, Nicholas (EDT) and Faulder, Dominic (2011) King Bhumibol Adulyadej: A Life's Work: Thailand's Monarchy in Perspective. Editions Didier Millet (Succession: p. 325–333).
- The Constitution of the Kingdom of Thailand (1997), Section 20 Diarsipkan 1997-05-21 di Wayback Machine.