More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Ibu pengganti - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ibu pengganti - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ibu pengganti

  • Afrikaans
  • العربية
  • অসমীয়া
  • Azərbaycanca
  • Български
  • বাংলা
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Ελληνικά
  • English
  • Esperanto
  • Español
  • Eesti
  • Euskara
  • فارسی
  • Suomi
  • Français
  • Gaeilge
  • Galego
  • עברית
  • हिन्दी
  • Hrvatski
  • Magyar
  • Հայերեն
  • Italiano
  • 日本語
  • 한국어
  • Kurdî
  • Latina
  • Lombard
  • Lietuvių
  • Latviešu
  • മലയാളം
  • Bahasa Melayu
  • नेपाली
  • Nederlands
  • Norsk bokmål
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Polski
  • Português
  • Română
  • Русский
  • Simple English
  • Slovenščina
  • Shqip
  • Српски / srpski
  • Svenska
  • தமிழ்
  • Тоҷикӣ
  • ไทย
  • Türkçe
  • Українська
  • Tiếng Việt
  • 中文
  • 粵語
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ibu pengganti atau surogasi (bahasa Inggris: surrogacy) adalah suatu pengaturan atau perjanjian yang mencakup persetujuan seorang wanita untuk menjalani kehamilan bagi orang lain, yang akan menjadi orang tua sang anak setelah kelahirannya. Terdapat dua jenis utama surogasi, yaitu surogasi gestasional (juga dikenal sebagai surogasi penuh atau inang[1]) yang terjadi pertama kali pada bulan April 1986[2] dan surogasi tradisional (juga dikenal sebagai surogasi parsial, genetik, atau langsung[1]). Dalam surogasi gestasional, kehamilan terjadi akibat pemindahan atau transfer embrio yang diciptakan dengan program "bayi tabung" atau fertilisasi in vitro (IVF), dengan suatu cara tertentu sehingga anak yang dilahirkan tidak terkait secara genetik dengan sang inang atau "ibu pengganti". Pengganti gestasional juga disebut sebagai pembawa gestasional. Dalam surogasi tradisional, sang pengganti dijadikan hamil secara alami ataupun artifisial (buatan), tetapi anak yang dilahirkan memiliki keterkaitan genetik dengannya. Di Amerika Serikat, surogasi gestasional lebih umum daripada surogasi tradisional dan secara hukum dianggap tidak begitu kompleks.[3]

Mereka yang bermaksud menjadi orang tua mungkin akan melakukan suatu pengaturan surogasi ketika kehamilan tidak dimungkinkan secara medis ataupun risiko kehamilan menyajikan bahaya yang tidak dapat diterima bagi kesehatan sang ibu, dan merupakan suatu metode yang disukai pasangan sesama jenis untuk memiliki anak. Kompensasi dalam bentuk uang mungkin, atau mungkin juga tidak, dilibatkan dalam pengaturan ini. Apabila sang ibu pengganti atau yang rahimnya "dititipi" menerima uang untuk pelaksanaan surogasi maka pengaturan ini dianggap sebagai surogasi komersial. Apabila ia tidak menerima kompensasi selain penggantian biaya medis dan biaya lain yang sewajarnya maka disebut sebagai surogasi altruistik.[4]

Hukum surogasi di Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Praktik surogasi dilarang di Indonesia. Larangan tersebut termuat dalam peraturan umum mengenai "bayi tabung" pada pasal 16 UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan No.72/Menkes/Per/II/1999 tentang Penyelenggaraan Teknologi Reproduksi Buatan. Dari kedua peraturan tersebut dapat disimpulkan kalau praktik "ibu pengganti" dilarang pelaksanaannya di Indonesia, dan dipertegas dengan adanya sanksi pidana bagi yang mempraktikkannya (pasal 82 UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan).[5]

Masalah etika

[sunting | sunting sumber]

Masalah-masalah etika yang telah dikemukakan sehubungan dengan surogasi misalnya:[6]

  • Sejauh mana hendaknya masyarakat peduli tentang eksploitasi, komodifikasi, dan/atau paksaan ketika wanita dibayar untuk hamil dan melahirkan bayi, terutama dalam kasus di mana terdapat perbedaan kekayaan dan kekuasaan yang besar antara orang tua yang dimaksud dan ibu pengganti?
  • Sejauh mana masyarakat dibenarkan untuk mengizinkan wanita membuat kontrak tentang penggunaan tubuhnya?
    • Sejauh mana hak asasi wanita untuk membuat kontrak tentang penggunaan tubuhnya?
    • Apakah mengontrak untuk surogasi lebih seperti mengontrak untuk ketenagakerjaan, atau lebih seperti mengontrak untuk prostitusi, atau lebih seperti mengontrak untuk perbudakan?
    • Manakah, apabila ada, dari jenis-jenis kontrak tersebut yang seharusnya diberlakukan?
    • Perlukah negara dapat memaksa seorang wanita untuk menjalani "performa khusus" dalam kontraknya jika itu mengharuskannya melahirkan embrio yang ingin ia gugurkan, atau menggugurkan embrio yang ingin kandung dalam jangka waktu normal?
  • Apakah arti menjadi seorang ibu?
    • Apa hubungan antara ibu genetik, ibu gestasional, dan ibu sosial?
    • Apakah mungkin secara sosial atau secara hukum mengandung dalam beberapa mode keibuan dan/atau pengakuan beberapa ibu?
  • Perlukah seorang anak yang dilahirkan melalui surogasi memiliki hak untuk mengetahui identitas setiap/semua orang yang terlibat dalam konsepsi dan kelahiran anak tersebut?

Masalah keagamaan

[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Tanggapan keagamaan terhadap teknologi reproduksi berbantuan

Masing-masing agama memiliki pandangan yang berbeda terkait praktik surogasi atau "penyewaan rahim", biasanya terkait dengan sikap masing-masing terhadap teknologi reproduksi berbantuan secara umum.

Katolisisme

[sunting | sunting sumber]

Pasal 2376 dalam Katekismus Gereja Katolik menyatakan bahwa: "Teknik-teknik yang memisahkan persekutuan suami-istri, melalui tindakan campur tangan orang lain selain pasangan tersebut (pemberial sel telur atau sperma, rahim pengganti), adalah sangat tidak bermoral.[7]

Yudaisme

[sunting | sunting sumber]

Para akademisi hukum Yahudi memperdebatkan masalah ini, beberapa di antara mereka berpendapat bahwa hak asuh orang tua ditentukan oleh wanita yang melahirkan sementara yang lainnya berpandangan bahwa orang tua genetik adalah orang tua yang sah secara hukum. Hal tersebut diperdebatkan dengan sengit pada beberapa tahun terakhir.[8][9] Belakangan, instansi-instansi keagamaan Yahudi menerima surogasi apabila yang dilakukan adalah surogasi gestasional penuh dengan melibatkan kedua sel gamet orang tua yang dimaksud dan fertilisasi dilakukan melalui metode IVF.[10]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • iconPortal Kedokteran
  • Bioetika
  • Fertilitas
  • Inseminasi buatan
  • Reproduksi

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b (Inggris) Imrie, Susan; Jadva, Vasanti (4 July 2014). "The long-term experiences of surrogates: relationships and contact with surrogacy families in genetic and gestational surrogacy arrangements". Reproductive BioMedicine Online. 29 (4): 424–435. doi:10.1016/j.rbmo.2014.06.004.
  2. ^ (Inggris) http://www.people.com/people/archive/article/0,,20096199,00.html Diarsipkan 2016-04-23 di Wayback Machine.
  3. ^ (Inggris) "Using a Surrogate Mother: What You Need to Know". WebMD. Diakses tanggal April 6, 2014.
  4. ^ (Inggris) "Reproductive Law". Lisa Feldstrin Law Office. Diakses tanggal March 4, 2016.
  5. ^ Lucky Kresna Putra (1 September 2013), Mengenal Lebih Dekat Apa itu Surrogate Mother, Vemale.com
  6. ^ (Inggris) Tong, Rosemarie (2011). "Surrogate Parenting". Internet Encyclopedia of Philosophy.
  7. ^ (Inggris) "Paragraph 2376", Catechism of the Catholic Church, Second Edition, Libreria Editrice Vaticana, 2012
  8. ^ (Inggris) Hakirah vol. 16 Gestational Surrogacy
  9. ^ (Inggris) Gray Matter, Jachter, Howard pp. 104-117
  10. ^ (Inggris) Schenker, J. G. (2008). [1][pranala nonaktif permanen] "Assisted Reproductive Technology: Perspectives in Halakha (Jewish Religious Law)". Reproductive Biomedicine Online (Reproductive Healthcare Limited), 17(S3), 17–24.

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]
  • (Inggris) Teman, Elly (March, 2010). "Birthing a Mother: The Surrogate Body and the Pregnant Self". Berkeley: University of California Press.
  • (Inggris) Siegel-Itzkovich, Judy (April 3, 2010). "Womb to Let". The Jerusalem Post.
  • (Inggris) Li, Shan (February 18, 2012). "Chinese Couples Come to U.S. to Have Children Through Surrogacy". Los Angeles Times.
  • l
  • b
  • s
Teknologi reproduksi berbantuan
Infertilitas
  • Wanita
  • Pria
  • Klinik kesuburan
  • Pengujian kesuburan
  • Pariwisata kesuburan
Pengobatan kesuburan
  • Antagonis estrogen
    • Aromatase inhibitor
    • Klomifen
  • FSH
  • GnRH agonis
  • Gonadotropin
    • Menotropin
  • hCG
Fertilisasi in vitro (IVF)
dan perluasan
  • Penetasan zona berbantuan
  • Kokultur endometrium autologus
  • Transfer sitoplasma
  • Transfer embrio
  • Pembawa gestasional
  • Pematangan in vitro
  • Injeksi sperma Intrasitoplasmik
  • Seleksi oosit
  • Hiperstimulasi ovarium
  • Diagnosis genetik praimplantasi
  • Anak kepingan salju
  • Pengambilan ovum transvaginal
  • Transfer intrafallopian zigot
Metode lain
  • Inseminasi buatan
    • Donor sperma
  • Kriopreservasi
    • Embrio
    • Oosit
    • Jaringan ovarium
    • Semen
  • Transfer intrafallopian gamet
  • Pembedahan reproduksi
    • Pembalikan vasektomi
  • Koleksi semen
  • Seleksi jenis kelamin
  • Penyewaan rahim
Donor
  • Pendaftaran donor
  • Pendaftaran saudara donor
  • Donor telur
  • Embrio
  • Sperma
  • Bank sperma
Etika
  • Inses kebocoran
  • Tanggapan keagamaan
  • Donor mitokondria
Dalam fiksi
  • Lihat subbab di dalam Donor sperma
  • Reproduksi dan kehamilan dalam fiksi spekulatif
Pengawasan otoritas Sunting ini di Wikidata
Perpustakaan nasional
  • Spanyol
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
Lain-lain
  • Faceted Application of Subject Terminology
  • Microsoft Academic
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ibu_pengganti&oldid=25462803"
Kategori:
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif Mei 2021
  • Kehamilan manusia
  • Obstetri
  • Surogasi
Kategori tersembunyi:
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Templat webarchive tautan wayback
  • Galat CS1: parameter kosong tidak dikenal
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif
  • Artikel dengan paramater tanggal tidak valid pada templat
  • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen
  • Templat Portal dengan pranala merah
  • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE
  • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN
  • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC
  • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST
  • Artikel Wikipedia dengan penanda MA

Best Rank
More Recommended Articles