IndosatM2
![]() | |
IndosatM2 | |
Anak perusahaan | |
Industri | Internet dan Multimedia |
Didirikan | 25 September 1996 |
Ditutup | 28 Desember 2022 |
Kantor pusat | Jalan Kebagusan Raya No. 36, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12550, Jakarta, Indonesia[1] |
Tokoh kunci | Ridwan F. Karsa (Direktur Utama) |
Produk | Internet dan Multimedia |
Pendapatan | ![]() |
Pemilik | Indosat (99,85%)[1] |
Situs web | www.indosatm2.com (arsip) |
PT Indosat Mega Media (IndosatM2) adalah sebuah perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Indosat Tbk, penyelenggara jasa telekomunikasi terkemuka di Indonesia. IndosatM2 beroperasi secara penuh sejak tahun 2000 untuk membangun dan menerapkan jasa dan produk berbasis IP, internet dan multimedia di Indonesia.
Adapun cakupan layanannya meliputi Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.
Sejarah
PT Indosat Mega Media (IndosatM2) didirikan oleh PT Indosat Tbk pada 25 September 1996.[1] Perusahaan ini awalnya bergerak di bidang multimedia dan teknologi informasi lewat sejumlah anak usaha.[2] Mereka mendirikan PT Menara Jakarta yang terlibat dalam konstruksi bangunan telekomunikasi, PT Multimedia Nusantara yang bergerak di jasa televisi berlangganan, dan PT Yasawirya Indah Mega Media (kerjasama dengan rumah produksi YTC dan Taman Mini Indonesia Indah)[3] yang mengelola Teater Tanah Airku di TMII.[4]
Pada awal 2000-an, sebagai upaya membentuk Indosat menjadi full network service provider, IM2 mulai dikembangkan oleh induknya.[5] Indosat melakukan optimalisasi dengan membentuk dirinya sebagai perusahaan induk yang bisnisnya ditangani oleh anak usaha, termasuk IM2.[6] Hal ini dapat dilihat seperti lewat memulai pengoperasian sistem TV kabel berlangganan yang dilengkapi dengan internet dari area Kelapa Gading di tahun 2000. Pada tahun yang sama IndosatM2 juga memulakan kerja sama pemasaran dalam bentuk memasarkan internet pada pelanggan Kabelvision (kini First Media). Setahun kemudian, Indosat menyerahkan pengelolaan bisnis internetnya yang diberi nama INDOSATNet ke IndosatM2, yang menjadikan IndosatM2 sebagai penyelenggara jaringan internet terbesar di Indonesia.[3]
Pada tahun 2002 IndosatM2 membuka jaringan TV kabel di kota-kota besar seperti Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Pada tahun yang sama pada tanggal 5 November, IndosatM2 meluncurkan IM2 Link yang menjadikan IndosatM2 sebagai perintis penyedia jasa IP-VPN di Indonesia. Di tanggal 31 Desember 2002 IndosatM2 bergabung dengan PT Indosatcom Adimarga (Indosatcom)[3] yang bergerak di bidang e-commerce secara B2B sejak tahun 1999. Layanan mereka seperti portal dagang2000.com dan IVBD (Indonesia virtual business district)[7] maupun komunikasi berbasis electronic data interchange.[8] Dengan merger dua anak usaha Indosat ini, IM2 ikut terjun ke bisnis e-commerce dan mendapatkan anak perusahaan baru yaitu PT Mediagate Indonesia.[3] Tahun 2003, IndosatM2 membuka layanan dial-up dengan kode 080988001 yang bisa diakses dari 180 kota di Indonesia, dan di tahun 2006 sudah memiliki 27.000 pelanggan. Lewat kerjasama dengan operator seluler seperti Indosat (induknya) dan Mobile-8, maupun layanan Beyond the Network, IndosatM2 mengukuhkan dirinya sebagai penyedia jasa internet terbesar di Indonesia.[9]
Di tahun 2005 IndosatM2 melakukan terobosan dengan menggelar Hotspot terbesar di Indonesia yang bertempat di Cihampelas Walk (CiWalk) Bandung, mal berkonsep terbuka (open air) seluas 3,5 hektare. Sejak tahun 2004 IM2 menjadi bagian Wireless Broadband Alliance (WBA). Mereka kemudian meluncurkan produk baru seperti i-Memova (MMS), Blitz VSAT, layanan internet broadband 3,5G (termasuk prabayar dengan merek Broom), dan internet CDMA bernama TrufMobile.[3] IndosatM2 berkembang menjadi penyedia jasa internet, multimedia dan produk maupun jasa berbasis protokol internet terkemuka di Indonesia, dengan layanan seperti IM2 INDOSATnet, IM2 Community, IM2 XChange, IM2 Link, dan IM2 Hotspot.[10]
Sejak tahun 2012, IndosatM2 memutuskan tidak lagi berfokus pada layanan TV kabel maupun jasa internetnya.[11] Mereka menyatakan diri sebagai innovation hub, dengan fokus pada konten, value added service (VAS) serta layanan IT untuk internet, dukungan pada e-commerce bagi UMKM, dan aplikasi smartphone.[12] Selain itu, perusahaan berusaha menekuni bisnis broadband wireless access dengan memenangkan tender WiMAX di sejumlah daerah, namun kemudian mengembalikan izinnya di tahun 2012.[13] Sebagai kelanjutan WiMAX, IM2 disebutkan hendak menjajal pengoperasian 4G TDD LTE,[14] yang ditargetkan akan dimulai di Jawa Barat pada awal 2016.[15] Belakangan, di tahun 2016 IM2 memutuskan kembali menggeber layanan internetnya lewat peluncuran Indosat GIG.[16]
IndosatM2 berhenti beroperasi pada tanggal 25 November 2021,[17] dan resmi dilikuidasi pada 28 Desember 2022.[18]
Kasus korupsi

Kasus ini bermula ketika sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) pimpinan Denny Andrian Kusdayat melaporkan dugaan penyelewengan penggunaan frekuensi 2,1 GHz oleh IndosatM2 ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Sejak Januari 2012,[19] kasus tersebut berada di bawah penanganan Kejaksaan Agung karena terjadi di banyak wilayah Indonesia.[20] Terlepas dari track record LSM yang kurang dikenal tersebut maupun Denny yang pernah divonis penjara 1 tahun 4 bulan pada 30 Oktober 2012 akibat upaya pemerasan pada sejumlah perusahaan telekomunikasi,[21] Kejagung tetap melanjutkan penyelidikan kasus ini.
Adapun IM2 dituduh telah melanggar sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Telekomunikasi, PP No. 52/2000, serta Permenkominfo No. 07/PER/M./KOMINFO/2/2006. Hal tersebut disebabkan karena meskipun tidak memiliki izin frekuensi 2,1 GHz, IndosatM2 justru menjual layanan internet 3G-nya dengan memanfaatkan jaringan yang dikelola induknya tersebut. Meskipun IM2 merupakan anak usaha Indosat, skema kerjasama semacam ini menurut Kejagung tetap tidak diizinkan.[20] Diperkirakan, akibat kasus tersebut, negara merugi hingga Rp 1,3 triliun (Rp 1.358.343.346.674),[20] akibat IM2 tidak membayar biaya penggunaan frekuensinya ke negara dari tahun 2006 hingga 2012.[22]
Dalam kasus ini, yang menjadi "pesakitan" utama adalah direktur utama IM2, Indar Atmanto yang dituduh berperan besar dalam terwujudnya kesepakatan antara IM2 dan Indosat. Meskipun banyak pihak menyangsikan adanya "kerugian negara", pelanggaran hukum maupun kesalahan Indar dalam kasus ini,[20] termasuk dari Kemenkominfo,[23] BRTI,[24] Himpunan Pemerhati Pos Telematika Indonesia,[25] Masyarakat Telematika Indonesia maupun sejumlah pakar hukum dan telekomunikasi nasional,[26] nyatanya Kejagung tidak bergeming dari sikapnya. Sedangkan pihak Indosat menuduh Indar sedang dikriminalisasi dan perjanjian antara mereka dan IM2 (anak usahanya) membuat kasus tersebut lebih mengarah ke masalah korporasi, bukan pribadi.[27]
Menurut Kemenkominfo dan BRTI, IM2 tidak melanggar UU No. 36/1999 tentang telekomunikasi. Keduanya juga menjelaskan dalam menyelenggarakan jasa akses internet, IM2 bekerjasama dengan dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi Indosat. Kerjasama keduanya lebih ke Penyelenggara Jasa (IM2) dan Penyelenggara Jaringan (Indosat), bukan kerjasama pemanfaatan spektrum frekuensi seperti dalam Pasal 14 dan 15 PP No. 53/2000.[28] Dengan demikian, kerjasama kedua perusahaan tersebut sah secara hukum, seperti yang disampaikan Menkominfo dalam Surat No. 65/M.Kominfo/02/2012 tanggal 24 Februari 2012.[28] Dikarenakan mayoritas ISP melakukan kerjasama dengan operator ataupun pihak lain yang memiliki izin frekuensi, kasus ini berpeluang mengancam perusahaan penyedia jasa internet lain. Menurut Asosiasi Penyedia Layanan Jasa Internet Indonesia (APJII), ada 286 operator penyedia layanan internet di Indonesia yang memakai sistem kerjasama ala Indosat-IM2.[29]
Belakangan, selain Indar, dua mantan direktur utama Indosat, Johnny Swandi Sjam dan Harry Sasongko, ditambah Indosat dan Indosat Mega Media juga ditetapkan masing-masing sebagai tersangka perseorangan dan korporasi oleh Kejagung per 5 Januari 2013.[30][21] Merasa tidak bersalah, Indar sempat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). BPKP terlibat karena lembaga itu bertugas menghitung besarnya kerugian negara akibat perbuatan hukum terduga IM2.[21]
Setelah melalui sejumlah sidang dari tanggal 14 Januari 2013,[21] Pengadilan Tipikor Jakarta pada 8 Juli 2013 menjatuhkan vonis 4 tahun penjara bagi Indar dan denda Rp 1,358 triliun untuk IM2.[31] Upaya sang eks-dirut mengajukan banding hingga ke Mahkamah Agung gagal, malahan hukumannya diperberat menjadi 8 tahun dalam putusan di tanggal 10 Juli 2014. Mulai Desember 2015, Indar menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin, Bandung.[32] Meskipun demikian, dirinya masih memperoleh sejumlah dukungan, seperti dari Asosiasi Mahasiswa Pengguna Internet yang mendesak pemerintah melalui petisi untuk membebaskan Indar.[33]
Nasib yang sama juga terjadi pada denda yang dijatuhkan hakim pada IndosatM2. Pada 29 November 2021, Kejaksaan Agung melakukan eksekusi pada aset IM2,[32] setelah mereka menandatangani berita acara serah terima aset di hadapan Kejagung pada 5 Agustus 2021 dan 16 November 2021.[34] Sejak akhir 2021 IM2 resmi menghentikan operasionalnya,[35] dan diputuskan untuk dilikuidasi di tanggal 8 Desember 2021.[36]Produk dan layanan
IM2 INDOSATnet
- Internet Dial Up
- Internet Dedicated
- Internet Cable
- Internet Hotspot
- Internet Prepaid
- Internet Via CDMA
- Broadband Internet 3,5G (Broom) - no. awalan 0814
IM2 Community
- Web Hosting
- Colocation
- Indonesia Interactive
- i-memova
Lain-lain
- IM2 VPN Dial
- IM2 Xchange
- IM2 Commerce
- IM2 VPN Express (via 3,5G)
- Broadband UKM: Paduan antara Port Internet beserta Lokal Akses yang ditujukan untuk pelanggan/perusahaan kecil & menengah (SOHO/SME). Broadband UKM memiliki kecepatan upto 2048 Kbps, dimana akses tersebut menggunakan teknologi wireless (tidak menggunakan kabel telepon).
Indosat GIG
Indosat Broom
IM2 Pay TV
IM2 Pay TV menawarkan layanan televisi berlangganan sampai dengan 50 saluran unggulan, dari stasiun lokal maupun luar negeri yang dibagi dalam 4 paket group yaitu Education, General Entertainment, News & Business dan Sport.[37] Layanan ini tersedia di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya.[38] Beberapa kelebihan dari IM2 Pay TV:[39]
- Waktu akses yang tidak dibatasi (24/7)
- Akses ke 50 saluran
- Pelanggan dapat menerima siaran tanpa membutuhkan perangkat/piranti tambahan, karena akses IM2 kabel menggunakan sistem analog
- Penerimaan akses Cable TV melalui pesawat TV Hyperbrand (Cable TV ready)
- Diikutsertakan dalam program promo Cable TV
IM2 memiliki dua paket televisi berlangganan, yaitu Prime (Basic Package) dan A la Carte.[40]
Dewan Direksi
- Hari Sukmono, Direktur Utama
- Abizar Shaikh Patanwala, Finance & Sourcing Director
- Arpad Istvan Kiraly, Consumer Business Director
- Achmad Abimanyu, Corporate Business Director
- Puneet Kumar Garg, Technology & Operation Director
Identitas
- M2 adalah singkatan dari Mega Media, dieja dengan cara pelafalan bahasa Inggris, em–two. Penyebutan em–two selain dimaksudkan untuk mempermudah pembacaan, juga diharapkan bisa memberikan kesan global.
- Garis emas yang melintang di bawah logo secara grafis dimaksudkan memberikan batas tengah antara logo utama dan tagline di bagian bawah. Garis yang terlihat "menghilang" di kedua ujung kanan dan kiri adalah simbol "kecepatan", pertanda dinamika dan perubahan.
- Warna biru pada kata "Indosat" dibuat dengan mengadaptasi warna biru pada logo (lama) PT Indosat. Secara grafis biru sering dihubungkan dengan simbol-simbol korporasi yang bersifat teknologis.
- Warna emas, atau spesifiknya olive green digunakan pada huruf M2 sebagai pembeda dengan perusahaan induk Indosat, yang memakai warna biru. Warna emas juga memperkuat persepsi megah dan langgeng, sedangkan kesan lebih cerah memperkuat kesan multimedia sebagai bisnis utama IndosatM2.
- Di bawah tulisan "IndosatM2" terdapat penjelasan bisnis korporat: internet & multimedia company. Penjelasan itu dimaksudkan untuk memberikan identitas yang pasti pada bisnis perusahaan. Identifikasi itu penting terlebih pada perusahaan baru seperti IndosatM2.[41]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c PT INDOSAT Tbk
- ^ Kejahatan terhadap negara: kasus divestasi Indosat
- ^ a b c d e History
- ^ Panji masyarakat
- ^ 45 kisah bisnis top pilihan
- ^ Bab II
- ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis
- ^ Asia Pacific Economic Review: Bridging Pacific Rim Business and Society
- ^ INTERNET SERVICE PROVIDER (ISP) DI INDONESIA
- ^ Biografi/profil Bupati & Walikota Seluruh Indonesia
- ^ Beralih dari Jasa Internet, IM2 Fokus ke Bisnis Konten
- ^ Pertumbuhan Pengguna Smartphone Pengaruhi Arah Bisnis IM2
- ^ Adios Berca Hardayaperkasa: Kisah 13 Tahun Perjalanan Hidup Mati Operator BWA
- ^ IM2 Susul First Media Gelar TDD LTE
- ^ AKSES INTERNET : Indosat Ooredoo Bangkitkan IM2 Demi 4G
- ^ Akhir kisah kasus IM2
- ^ Indosat IM2 Berhenti Beroperasi Akhir November 2021
- ^ "LapKeu Indosat Tahun 2024" (PDF). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-28. Diakses tanggal 2023-03-28.
- ^ Pelajaran dari Vonis Pemeras Indosat
- ^ a b c d Kerugian Negara dalam Kasus Indosat Rp1,3 Triliun
- ^ a b c d (Inggris) Kontan. "Ini Kronologi Dugaan Korupsi Indosat dan IM2".
- ^ Kronologi Kasus Indosat M2: Mantan Dirut Dibui-Perusahaan Dibubarkan
- ^ Kominfo: Kasus Indosat-IM2, Terserah yang Berwajib
- ^ BRTI Tinjau Kembali Regulatif Kerjasama IM2-Indosat
- ^ KASUS IM2: Tak Ada Korupsi, Hanya Pelanggaran Persaingan Usaha
- ^ Komunitas ICT Bantah Gamang Dukung IM2
- ^ Indosat & IM2, Korupsi atau Tidak?
- ^ a b "Kasus IM2 Rugikan Negara Rp 13 Triliun". Tempo.co. Tempo. 15/11/2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-27. ;
- ^ Kasus Indosat-IM2, Salah Paham Yang Mengancam Industri Internet
- ^ Korporasi Indosat dan IM2 Jadi Tersangka
- ^ Eks Dirut IM2 Divonis Karena Perbuatan Korporasi
- ^ a b Jalan Berliku Mengeksekusi Rp 1,3 Triliun Kasus Korupsi IM2 Indar Atmanto
- ^ Mahasiswa Dukung Eks Dirut IM2 Lewat Petisi[pranala nonaktif permanen] Frekvensi.com 21.11.2015
- ^ Akhir kisah kasus IM2
- ^ Kominfo: IndosatM2 Berhenti Beroperasi Akhir November 2021
- ^ Sah! Indosat Bubarkan IM2, Apa Dampaknya?
- ^ Basic Package
- ^ Basic Package
- ^ IM2 PayTV Basic Package:
- ^ BAB III
- ^ BAB II: Profil perusahaan
Pranala luar
- Situs Korporat Resmi Diarsipkan 2020-08-12 di Wayback Machine.
- Induk Perusahaan Diarsipkan 2007-11-24 di Wayback Machine.
- Portal Indonesia Interaktif
- Galat CS1: periode hilang
- Artikel dengan kutipan otomatis
- Indosat
- Perusahaan Indonesia yang sudah tidak beroperasi
- Perusahaan telekomunikasi
- Penyelenggara jasa internet Indonesia
- Penyedia televisi berlangganan di Indonesia
- Pendirian tahun 2000 di Indonesia
- Pembubaran tahun 2021 di Indonesia
- Perusahaan yang dibubarkan tahun 2021