Korupsi di Togo

90–100 80–89 70–79 60–69 50–59 40–49 | 30–39 20–29 10–19 0–9 Tidak ada data |
Korupsi di Togo tetap menjadi masalah serius. Isu ini meresap ke berbagai sektor, menghambat kemajuan negara dan mengikis kepercayaan publik. Laporan dari organisasi seperti Transparency International secara konsisten menempatkan Togo pada peringkat rendah dalam indeks persepsi korupsi, yang menegaskan parahnya tantangan yang dihadapi dalam upaya reformasi anti-korupsi.
Dalam Indeks Persepsi Korupsi oleh Transparency International tahun 2024, Togo memperoleh skor 32 dari skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Berdasarkan skor tersebut, Togo menempati peringkat ke-121 dari 180 negara, di mana peringkat pertama diisi oleh negara dengan sektor publik paling jujur.[1] Sebagai perbandingan regional, skor tertinggi di antara negara-negara Afrika Sub-Sahara adalah 72, skor rata-rata 33, dan skor terendah 8.[2] Secara global, skor tertinggi adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata 43, dan skor terendah kembali adalah 8 (peringkat 180).[3]
Upaya antikorupsi
Togo memiliki berbagai undang-undang yang mengkriminalisasi korupsi, termasuk legislasi yang bertujuan untuk mencegah, mendeteksi, dan menghukum praktik korup. Negara ini meratifikasi Konvensi PBB Menentang Korupsi (UNCAC) pada tahun 2005 dan Konvensi Anti-Korupsi Uni Afrika empat tahun kemudian.[4] Pada tahun 2015, Togo mengesahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mencakup langkah-langkah pencegahan korupsi, diikuti dengan penerapan Undang-Undang Akses Informasi pada 2016. Reformasi ini diperkuat oleh legislasi yang mewajibkan pejabat publik untuk mendeklarasikan kekayaan mereka.[5]
Namun, meskipun telah ada berbagai inisiatif anti-korupsi, persoalan korupsi di Togo tetap berlangsung. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum akibat pengaruh elit politik.[5] Meski beberapa pejabat Togo telah dituntut dan dijatuhi hukuman atas kasus korupsi, kejadian seperti ini jarang terjadi dan umumnya hanya melibatkan tokoh-tokoh yang telah kehilangan dukungan politik.[6]
Referensi
- ^ "The ABCs of the CPI: How the Corruption Perceptions Index is calculated". Transparency.org (dalam bahasa Inggris). 11 February 2025. Diakses tanggal 24 April 2025.
- ^ Banoba, Paul; Mwanyumba, Robert; Kaninda, Samuel (11 February 2025). "CPI 2024 for Sub-Saharan Africa: Weak anti-corruption measures undermine climate action". Transparency.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 24 April 2025.
- ^ "Corruption Perceptions Index 2024: Togo". Transparency.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 24 April 2025.
- ^ International Monetary Fund African Department ( 2019). "Togo:Selected Issues". IMF Staff Country Reports. 2019 (206).
- ^ a b UNCAC (2022). New Civil society Report on Togo: Legislative Advances are Promising for Anti-Corruption Efforts, But are Not Matched by Adequate Enforcement. UNCAC. https://uncaccoalition.org/new-civil-society-report-on-togo-legislative-advances-are-promising-for-anti-corruption-efforts-but-are-not-matched-by-adequate-enforcement/.
- ^ Eke, Alex (2018). Kleptocracy: African Style. Dorrance Publishing. ISBN 978-1-4809-4155-7. p. 34