More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Farah Puteri Nahlia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Farah Puteri Nahlia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Farah Puteri Nahlia

Tambah pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hj.
Farah Puteri Nahlia
B.A., M.Sc.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Ketua DPRPuan Maharani
Grup parlemenFraksi Partai Amanat Nasional
Daerah pemilihanJawa Barat IX
Mayoritas113.263 (2019)
146.014 (2024)
Informasi pribadi
Lahir02 Januari 1996 (umur 29)
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
KebangsaanIndonesia 🇮🇩
Partai politikPartai Amanat Nasional
Suami/istriIptu Ariq Arsyam
Hubungan•Irjen. Pol. Drs. H. Merdisyam, M.Si (ayah mertua) •Libriani Dwi Arsanti (Shanty Merdisyam) - (ibu mertua)
Orang tua
  • Komjen. Pol. Dr. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si (ayah)
  • Ina Adiati (ibu)
PekerjaanPolitikus
Sunting kotak info
Sunting kotak info â€˘ L â€˘ B
Bantuan penggunaan templat ini

Hj. Farah Puteri Nahlia, B.A., M.Sc. (lahir 02 Januari 1996) adalah salah satu politikus perempuan termuda Indonesia yang berhasil duduk di Dewan Perwakilan Rakyat RI masa bakti 2019-2024. Ia berhasil menduduki Senayan di usia 23 tahun, menjadikannya satu di antara tiga anggota DPR termuda yang terpilih di usia yang sama.[1] Politikus ini terpilih dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (meliputi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang), dan diusung oleh Partai Amanat Nasional. Ia dijuluki sebagai jagoan dapil yang sukses mengantongi suara terbesar yakni 113,263 suara mengalahkan para petahana. Ia juga mampu menaikkan suara PAN hingga dua kali lipat di daerah pemilihan Jawa Barat IX.[2] Ayahnya adalah seorang pejabat tinggi kepolisian Republik Indonesia yaitu Komjen. Pol Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si Daeng Timung. Beliau juga masuk dalam jajaran Dewan Penasehat, Ikatan Kerukunan Keluarga Gowa (IKKG Gowa) pusat di Jakarta.

Riwayat Hidup

[sunting | sunting sumber]

Sosok politikus muda ini dikenal ramah dan mudah bergaul di lingkungannya. Tidak jarang ia ikut turun langsung ke lapangan dan menyapa masyarakat. Di dunia politik yang terkesan “kaku”, Farah dianggap mampu membawa suasana santai khas Millennial dalam menyampaikan pesan politik sehingga mudah dimengerti oleh publik. Ia juga dinilai sebagai pribadi yang selalu mengedepankan pendidikan dan merupakan lulusan termuda ketika mengenyam pendidikan S1 dan S2 di London, Inggris. Sebelum aktif di politik, Farah diketahui menghabiskan masa remaja dengan mengenyam pendidikan di Inggris selama 6 tahun. Sepulangnya ke tanah air, ia sempat mengikuti magang di Direktorat HAM & Kemanusiaan, Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Ia juga mendedikasikan dirinya sebagai relawan di beberapa organisasi non-profit (NGO) yang bergerak di bidang kemanusiaan. Ketertarikannya dalam hal sosial inilah yang membuatnya yakin untuk terjun ke politik. Ia berpegang teguh dengan peribahasa “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, berharap langkah-langkah yang diambilnya kelak di parlemen pelan-pelan dapat berbuah manis dan bermanfaat untuk masyarakat.

Pada awal dirinya terjun di politik, Farah berhasil memulangkan TKW asal Subang, Jawa Barat dari Arab Saudi yang bernama Een Rohayati. Farah juga mampu mengembalikan upah Een yang tidak dibayar selama 13 tahun oleh majikan nya melalui proses pengadilan di Arab Saudi.

Kini, Farah menduduki posisi sebagai Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Hubungan Luar Negeri, dan Kominfo yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minatnya. Ia juga anggota Badan Anggaran DPR RI 2019-2024 dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional.

Selain sebagai politikus muda, ia juga menyalurkan hobinya di bidang seni dengan memiliki perusahaan bernama PT. MASA Kreatif Indonesia, yang merupakan salah satu start-up di bidang Design Studio yang dirintis sejak dirinya masih duduk di bangku universitas.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Legislator muda ini menghabiskan masa remajanya selama 6 tahun di kota London, dimana ia mengenyam pendidikan sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga berhasil menyelesaikan studi S2 jurusan Politik dan Hubungan Internasional dari Royal Holloway, University of London di usia yang terbilang sangat muda yakni 21 tahun.[3]

  • SD Al Kamal Kebon Jeruk, Jakarta Barat (2001-2007)
  • SMP Islam Al-Azhar Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan (2007-2010)
  • SMA Sinarmas World Academy (SWA), Tangerang Selatan (2010-2012)
  • Diploma, University Foundation, David Game College, London - Inggris (2013 - 2016)
  • S1, Royal Holloway, University of London, London - Inggris (2013 - 2016)
  • S2 , Royal Holloway, University of London, London - Inggris (2016 - 2017)

Organisasi

[sunting | sunting sumber]
  • Dewan Penasehat Badan Pengurus Pusat, Ikatan Kerukunan Keluarga Gowa (IKKG) (2021 - 2026). Bersama Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin dan beberapa tokoh Nasional Gowa lainnya.
  • Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN periode 2020-2025
  • Anggota Habitat For Humanity Indonesia (2011 - 2012)
  • Relawan English Teaching Programme (2011 - 2011)
  • Wakil Bendahara OSIS SMP Al Azhar BSD (2008 - 2009)

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]
  • Principal's Certification of Recognition, Dari: Sinarmas World Academy Jakarta, 2012
  • Best Student Award & English Award, Dari: Concord College 2011
  • Certification of Involvement, Dari: Habitat For Humanity indonesia, 2011

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ https://www.tribunnews.com/nasional/2019/10/01/farah-puteri-nahlia-anggota-dpr-2019-2024-termuda-yang-raih-113-ribu-suara-bermula-saat-bantu-tkw Diarsipkan 2022-05-17 di Wayback Machine. Politisi Termuda Bantu TKW diakses 12 November 2019
  2. ^ http://www.dpr.go.id/blog/profil/id/1784 Diarsipkan 2022-05-17 di Wayback Machine. diakses 12 November 2019
  3. ^ https://poskotanews.com/2019/10/01/legislator-termuda-farah-puteri-nahlia-milenial-bawa-perubahan/ Diarsipkan 2019-11-12 di Wayback Machine. diakses 12 November 2019

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • Website Resmi Anggota DPR RI Diarsipkan 2022-05-17 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Jawa Barat, 2024–2029
Jawa Barat I
  • Habib Syarief Muhammad (PKB)
  • Melly Goeslaw (Gerindra)
  • Junico B. P. Siahaan (PDI-P)
  • Atalia Praratya (Golkar)
  • Nurul Arifin (Golkar)
  • Ledia Hanifa Amalia (PKS)
  • Fathi (Demokrat)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Barat II
  • Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB)
  • Asep Romy Romaya (PKB)
  • Rachel Maryam Sayidina (Gerindra)
  • Denny Cagur (PDI-P)
  • Anang Susanto Suhendar (Golkar, menggantikan Ace Hasan Syadzily)
  • Dadang M. Naser (Golkar)
  • Rajiv (NasDem)
  • Ahmad Heryawan (PKS)
  • Ahmad Najib Qodratullah (PAN)
  • Dede Yusuf Macan Effendi (Demokrat)
Jawa Barat III
  • Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (PKB)
  • Kamrussamad (Gerindra)
  • Endang Setyawati Thohari (Gerindra)
  • Muhamad Abdul Aziz Sefudin (PDI-P)
  • Isfhan Taufik Munggaran (Golkar)
  • Ilham Permana (Golkar)
  • Ananda Tohpati N. R. (NasDem)
  • Ecky Awal Mucharam (PKS)
  • Eddy Soeparno (PAN)
Jawa Barat IV
  • Zainul Munasichin (PKB)
  • Heri Gunawan (Gerindra)
  • Dewi Asmara (Golkar)
  • Slamet (PKS)
  • Desy Ratnasari (PAN)
  • Iman Adinugraha (Demokrat)
Jawa Barat V
  • Tommy Kurniawan (PKB)
  • Mulyadi (Gerindra, menggantikan Fadli Zon)
  • Marlyn Maisarah (Gerindra)
  • Adian Y. Y. Napitupulu (PDI-P)
  • Ravindra Airlangga (Golkar)
  • Asep Wahyuwijaya (NasDem)
  • Achmad Ru'yat (PKS)
  • Primus Yustisio (PAN)
  • Anton Sukartono Suratto (Demokrat)
Jawa Barat VI
  • Sudjatmiko (PKB)
  • Nuroji (Gerindra)
  • Sukur H. Nababan (PDI-P)
  • Ranny Fahd Arafiq (Golkar)
  • Mahfudz Abdurrahman (PKS)
  • Muhammad Kholid (PKS)
Jawa Barat VII
  • Syaiful Huda (PKB)
  • Wardatul Asriah (Gerindra)
  • Putih Sari (Gerindra)
  • Obon Tabroni (Gerindra)
  • Rieke Diah Pitaloka (PDI-P)
  • Puteri Komarudin (Golkar)
  • Saan Mustopa (NasDem)
  • Jalal Abdul Nasir (PKS)
  • Verrell Bramasta (PAN)
  • Cellica Nurrachadiana (Demokrat)
Jawa Barat VIII
  • Dedi Wahidi (PKB)
  • Kardaya Warnika (Gerindra)
  • Rokhmin Dahuri (PDI-P)
  • Selly Andriany Gantina (PDI-P)
  • Daniel Mutaqien Syafiuddin (Golkar)
  • Dave Akbarshah Fikarno (Golkar)
  • Satori (NasDem)
  • Netty Prasetiyani (PKS)
  • Herman Khaeron (Demokrat)
Jawa Barat IX
  • Maman Imanul Haq (PKB)
  • Jefry Romdonny (Gerindra)
  • Hasanuddin (PDI-P)
  • Elita Budiati (Golkar)
  • Galih Dimuntur Kartasasmita (Golkar)
  • Ujang Bey (NasDem)
  • Ateng Sutisna (PKS)
  • Farah Puteri Nahlia (PAN)
Jawa Barat X
  • Rina Sa'adah (PKB)
  • Rokhmat Ardiyan (Gerindra)
  • Ida Nurlaela Wiradinata (PDI-P)
  • Agun Gunandjar Sudarsa (Golkar)
  • Shohibul Imam (NasDem)
  • Surahman Hidayat (PKS)
  • Herry Dermawan (PAN)
Jawa Barat XI
  • Imas Aan Ubudiah (PKB)
  • Oleh Soleh (PKB)
  • Muhammad Husein Fadlulloh (Gerindra)
  • Mulan Jameela (Gerindra)
  • Dony Maryadi Oekon (PDI-P)
  • Ade Ginanjar (Golkar)
  • Ferdiansyah (Golkar)
  • Lola Nelria Oktavia (NasDem)
  • Mohamad Sohibul Iman (PKS)
  • Muhammad Hoerudin Amin (PAN)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2024–2029
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Jawa Barat, 2019–2024
Jawa Barat I
  • Sodik Mudjahid (Gerindra)
  • Nico Siahaan (PDI-P)
  • Nurul Arifin (Golkar)
  • Muhammad Farhan (NasDem)
  • Ledia Hanifa Amalia (PKS)
  • Teddy Setiadi (PKS)
  • Agung Budi Santoso (Demokrat)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Barat II
  • Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB)
  • Rachel Maryam (Gerindra)
  • Iis Rosita Dewi (Gerindra)
  • Yadi Srimulyadi (PDI-P)
  • Anang Susanto (Golkar)
  • Ace Hasan Syadzily (Golkar)
  • Rian Firmansyah (NasDem)
  • Diah Nurwitasari (PKS, menggantikan Adang Sudrajat)
  • Ahmad Najib Qodratullah (PAN)
  • Dede Yusuf (Demokrat)
Jawa Barat III
  • Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (PKB)
  • Irwan Ardi Hasman (Gerindra, menggantikan Ahmad Riza Patria)
  • Endang Setyawati Thohari (Gerindra)
  • Diah Pitaloka (PDI-P)
  • Budhy Setiawan (Golkar)
  • Tjetjep Muchtar Soleh (NasDem)
  • Ecky Awal Mucharam (PKS)
  • Eddy Soeparno (PAN)
  • Syarief Hasan (Demokrat)
Jawa Barat IV
  • Heri Gunawan (Gerindra)
  • Ribka Tjiptaning (PDI-P)
  • Dewi Asmara (Golkar)
  • Slamet (PKS)
  • Desy Ratnasari (PAN)
  • Mohamad Muraz (Demokrat)
Jawa Barat V
  • Tommy Kurniawan (PKB)
  • Fadli Zon (Gerindra)
  • Mulyadi (Gerindra)
  • Adian Yunus Yusak Napitupulu (PDI-P)
  • Ravindra Airlangga (Golkar, menggantikan Ichsan Firdaus)
  • Fahmi Alaydroes (PKS)
  • Elly Rachmat Yasin (PPP)
  • Primus Yustisio (PAN)
  • Anton Sukartono Suratto (Demokrat)
Jawa Barat VI
  • Nuroji (Gerindra)
  • Sukur H. Nababan (PDI-P)
  • Wenny Haryanto (Golkar)
  • Mahfudz Abdurrahman (PKS)
  • Nur Azizah Tamhid (PKS)
  • Intan Fauzi (PAN)
Jawa Barat VII
  • Syaiful Huda (PKB)
  • Obon Tabroni (Gerindra)
  • Putih Sari (Gerindra)
  • Rieke Diah Pitaloka (PDI-P)
  • Dadang S. Muchtar (Golkar, menggantikan Dedi Mulyadi)
  • Puteri Anetta Komarudin (Golkar)
  • Saan Mustopa (NasDem)
  • Ahmad Syaikhu (PKS)
  • Daeng Muhammad (PAN)
  • Vera Febyanthy (Demokrat)
Jawa Barat VIII
  • Dedi Wahidi (PKB)
  • Kardaya Warnika (Gerindra)
  • Ono Surono (PDI-P)
  • Selly Andriany Gantina (PDI-P)
  • Bambang Hermanto (Golkar, menggantikan Daniel Mutaqien Syafiuddin)
  • Dave Akbarshah Fikarno (Golkar)
  • Satori (NasDem)
  • Netty Prasetiyani (PKS)
  • Herman Khaeron (Demokrat)
Jawa Barat IX
  • Maman Imanul Haq (PKB)
  • Jefry Romdonny (Gerindra)
  • Tubagus Hasanuddin (PDI-P)
  • Sutrisno (PDI-P)
  • Itje Siti Dewi Kuraesin (Golkar)
  • Nurhasan Zaidi (PKS)
  • Farah Puteri Nahlia (PAN)
  • Linda Megawati (Demokrat)
Jawa Barat X
  • Yanuar Prihatin (PKB)
  • Ardhya Pratiwi Setiowati (Gerindra)
  • Muhamad Nurdin (PDI-P)
  • Agun Gunandjar Sudarsa (Golkar)
  • Surahman Hidayat (PKS)
  • Asep Ahmad Maoshul Affandy (PPP)
  • Didi Irawadi Syamsuddin (Demokrat)
Jawa Barat XI
  • Acep Adang Ruhiat (PKB)
  • Muhammad Husein Fadlulloh (Gerindra)
  • Subarna (Gerindra)
  • Raden Wulansari (Gerindra)
  • Dony Maryadi Oekon (PDI-P)
  • Ferdiansyah (Golkar)
  • Toriq Hidayat (PKS)
  • Nurhayati Effendi Monoarfa (PPP)
  • Haerudin Amin (PAN)
  • Siti Mufattahah (Demokrat)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2019–2024
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Farah_Puteri_Nahlia&oldid=27622292"
Kategori:
  • Orang hidup berusia 29
  • Kelahiran 1996
  • Alumni Universitas London
  • Tokoh Jawa Barat
  • Tokoh dari Jawa Barat
  • Tokoh dari Semarang
  • Politikus Indonesia
  • Politikus Partai Amanat Nasional
  • Politikus perempuan Indonesia
  • Anggota DPR RI 2019–2024
  • Anggota DPR RI 2024–2029
Kategori tersembunyi:
  • Templat webarchive tautan wayback
  • Artikel biografi dengan tabel penghargaan
  • Pages using infobox officeholder with unknown parameters
  • Semua orang hidup
  • Tanggal kelahiran 2 Januari
  • Artikel dengan templat lahirmati
  • Semua artikel biografi
  • Artikel biografi Agustus 2025
  • AC dengan 0 elemen

Best Rank
More Recommended Articles