More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Aliansi Delapan Negara - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Aliansi Delapan Negara - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Aliansi Delapan Negara

  • العربية
  • Azərbaycanca
  • Беларуская
  • Български
  • Català
  • Deutsch
  • Ελληνικά
  • English
  • Esperanto
  • Español
  • Français
  • עברית
  • Italiano
  • 日本語
  • 한국어
  • Македонски
  • Монгол
  • Bahasa Melayu
  • Nederlands
  • Norsk bokmål
  • Occitan
  • Português
  • Русский
  • Slovenščina
  • Svenska
  • தமிழ்
  • ไทย
  • Türkçe
  • Українська
  • Vèneto
  • Tiếng Việt
  • 吴语
  • 中文
  • 閩南語 / Bân-lâm-gí
  • 粵語
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Aliansi Delapan Negara" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Aliansi Delapan Bangsa
八國聯軍 (dalam bahasa Tionghoa)
Delapan negara dengan bendera kapal angkatan laut mereka, dari atas ke bawah, kiri ke kanan: Kerajaan Italia (1861–1946) Regia Marina, Amerika Serikat Angkatan Laut Amerika Serikat, Republik Prancis Ketiga Angkatan Laut Nasional Prancis, Austria-Hungaria Angkatan Laut Austria-Hungaria,  Angkatan Laut Kekaisaran Jepang,  Kaiserliche Marine, Angkatan Laut Kekaisaran Rusia dan  Royal Navy; cetakan Jepang, 1900
Aktif10 Juni 1900 – 7 September 1901 (1 tahun, 90 hari)
Negara Austria-Hungaria
Kekaisaran Britania Imperium Britania Raya
Republik Prancis Ketiga Republik Prancis Ketiga
 Kekaisaran Jerman
Kerajaan Italia (1861–1946) Kerajaan Italia
Kekaisaran Jepang Kekaisaran Jepang
 Kekaisaran Rusia
 Amerika Serikat
AliansiTidak ada (individual)
Tipe unitPasukan ekspedisi
PeranUntuk mengakhiri pengepungan berbagai legasi, mengatasi Pemberontakan Petinju, dan melindungi hak-hak warganegara asing dan orang Kristen Tionghoa.
Jumlah personelSekitar 51.755 tentara
JulukanKoalisi
PertempuranPemberontakan Petinju
Tokoh
Tokoh berjasaKedua: Kekaisaran Jerman Alfred von Waldersee (September 1900 – September 1901)
Pertama: Kekaisaran Britania Edward Seymour (Juni 1900 – September 1900)
Aliansi Delapan Bangsa

Aliansi Delapan Bangsa di Beijing setelah kekalahan Pemberontakan Petinju pada tahun 1901; bendera-bendera yang dapat dilihat di gambar ini: Kekaisaran Jerman Jerman, Kerajaan Italia (1861–1946) Italia, Republik Prancis Ketiga Prancis, Kekaisaran Rusia Rusia, Kekaisaran Jepang Jepang dan Amerika Serikat Amerika Serikat
Hanzi tradisional: 八國聯軍
Hanzi sederhana: 八国联军
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Bāguó Liánjūn
- Wade-Giles: Pa1-kuo2 Lien2-chün1

Aliansi Delapan Bangsa adalah sebuah koalisi militer multinasional yang menginvasi Tiongkok utara pada tahun 1900 selama Pemberontakan Petinju, dengan tujuan yang dinyatakan untuk mengakhiri pengepungan legasi asing di Beijing, yang saat itu sedang dikepung oleh kelompok milisi Kaum Petinju, yang bertekad untuk menghapuskan imperialisme asing di Tiongkok. Pasukan aliansi terdiri dari sekitar 45.000 prajurit dari delapan negara: Jerman, Jepang, Rusia, Britania Raya, Prancis, Amerika Serikat, Italia, dan Austria-Hungaria. Baik Tiongkok maupun aliansi negara-negara asing tersebut tidak mengeluarkan deklarasi perang secara resmi.[1]

Tidak ada traktat atau kesepakatan formal yang mengikat aliansi tersebut. Beberapa sejarawan Barat mendefinisikan fase pertama oermusuhan, dimulai pada bulan Agustus 1900, sebagai "kurang lebih sebuah perang saudara",[1] meskipun Pertempuran Benteng Taku pada bulan Juni mendorong pemerintahan Qing mendukung Kaum Petinju. Dengan berhasilnya invasi tersebut, tahap selanjutnya berkembang menjadi ekspedisi kolonial untuk menghukum Tiongkok, yang menjarah Beijing dan Tiongkok Utara selama lebih dari setahun. Peperangan berakhir pada tahun 1901 dengan penandatanganan Protokol Petinju.[2]

Sejarah

[sunting | sunting sumber]

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Pemberontakan Petinju dan Pengepungan Legasi Internasional

Kaum Petinju, sebuah gerakan kaum tani, telah menyerang dan membunuh misionaris dan warganegara asing, dan orang Kristen Tionghoa di seluruh Tiongkok utara pada tahun 1899 dan 1900. Pemerintahan Qing dan Pasukan Kekaisaran mendukung Kaum Petinju dan, di bawah jenderal Manchu Ronglu, mengepung diplomat dan warga sipil asing yang berlindung di Kawasan Legasi di Beijing (saat itu diromanisasi sebagai Peking).[3]

Kompleks diplomatik tersebut dikepung oleh Divisi Belakang Wuwei Pasukan Tiongkok dan beberapa Kaum Petinju (Yihetuan), selama 55 hari, dari tanggal 20 Juni hingga 14 Agustus 1900. Sebanyak 473 warganegara asing, 409 tentara dari delapan negara, dan sekitar 3.000 orang Tionghoa Kristen berlindung di Kawasan Legasi.[4] Di bawah komando menteri Britania Raya untuk Tiongkok, Claude Maxwell MacDonald, staf dan personel keamanan legasi melindungi kompleks tersebut dengan senjata api ringan dan satu meriam tua ditemukan dan digali oleh orang Kristen Tionghoa, yang kemudian menyerahkannya kepada pihak aliansi. Meriam tersebut dijuluki Senjata Internasional karena larasnya berasal dari Inggris, pedatinya dari Italia, pelurunya dari Rusia, dan awaknya dari Amerika.[5]

Bangunan lain yang juga dikepung adalah Katedral Utara, Beitang milik Gereja Katolik. Beitang dipertahankan oleh 43 tentara Prancis dan Italia, 33 imam dan biarawati asing, dan sekitar 3.200 orang Tionghoa Katolik. Orang-orang yang mempertahankan mengalami banyak korban akibat kekurangan makanan dan ranjau yang meledak di terowongan yang digali di bawah kompleks.[6]

Pada tanggal 14 Agustus 1900, pasukan aliansi berbaris ke Beijing dari Tianjin untuk mengatasi pengepungan Kawasan Legasi.[7]

Pertempuran militer, ekspedisi hukuman, dan penjarahan

[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Pemberontakan Petinju § Pendudukan, penjarahan, dan kekejaman

Pasukan aliansi menginvasi dan menduduki Beijing pada tanggal 14 Agustus 1900. Mereka mengalahkan Korps Wuwei Pasukan Kekaisaran Qing dalam beberapa pertempuran dan dengan cepat mengakhiri pengeoungdan dan juga Pemberontakan Petinju. Ibu Suri Cixi, sang kaisar, dan pejabat-pejabat petinggi pemerintahan melarikan diri dari Istana Kekaisaran ke Xi'an dan mengirim Li Hongzhang untuk perundingan damai dengan aliansi.[8]

Tentara-tentara Jerman dan Jepang menyaksikan eksekusi jalanan seorang petinju Tiongkok

Saat pasukan aliansi bergerak dari Beijing ke daerah pedesaan Tiongkok Utara, mereka mengeksekusi dengan jumlah yang tidak diketahui orang yang dituduh atau dicurigai menjadi bagian atau mirip dengan pemberontak Petinju, yang menjadi subjek sebuha film pendek awal.[9] Seorang Marinir A.S. menuliskan bahwa ia menyaksikan tentara-tentara Jerman dan Rusia memperkosa kemudian membayonet perempuan.[10] Ketika pasukan aliansi tiba di Beijing, mereka menjarah istana-istana, yamen-yamen, dan gedung-gedung pemerintahan. Hal ini menyebabkan kerugian yang tak terhitung atas peninggalan budaya, buku-buku sastra, dan sejarah (termasuk Yongle Dadian yang terkenal) dan kerusakan terhadap warisan budaya (termasuk Kota Terlarang, Istana Musim Panas, Xishan, dan Istana Musim Panas Lama).[2][11]

Lebih dari 3.000 patung Buddha perunggu berlapis emas, 1.400 benda-benda kesenian dan 4.300 perunggu di Kuil Songzhu (嵩祝寺) dijarah. The gold plating on the copper tanks in front of the Forbidden City palaces was scraped off by allied troops, leaving scratch marks that can be seen even now. The Yongle Dadian that was compiled by 2,100 scholars during the Ming Yongle period (1403–1408), with a total of 22,870 volumes, was partially destroyed in the Second Opium War in 1860. Later, it was collected in the Imperial Palace on Nanchizi Street. It was found and destroyed completely by the alliance in 1900. Part of the Yongle Dadian was used for the construction of fortifications.[2][11]

The Complete Library of the Four Treasuries (or Siku Quanshu) was compiled by 360 scholars during the Qing Qianlong period. It collected 3,461 ancient books, totaling 79,309 volumes. The whole book consisted of seven sets. One set was destroyed in 1860 during the Second Opium War. Another 10,000 plus volumes were destroyed in 1900 by the Eight-Nation Alliance. The Hanlin Academy houses a collection of precious books, orphans, books of the Song dynasty, literature and history materials, and precious paintings. The Eight-Nation Alliance looted the collections. Some of these looted books remain in the custody of museums in London and Paris.[2][11]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • Pemberontakan Petinju
  • Protokol Petinju
  • Dinasti Qing
  • Kawasan Legasi Beijing
  • Pengepungan Legasi internasional

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b Klein (2008), hlm. 3.
  2. ^ a b c d Hevia, James L. "Looting and its discontents: Moral discourse and the plunder of Beijing, 1900–1901" in R. Bickers and R.G. Tiedemann (eds.), The Boxers, China, and the world Lanham, Maryland: Rowman & Littlefield Publishers, 2009 ISBN 9780742553958
  3. ^ Grant Hayter-Menzies, Pamela Kyle Crossley (2008). Imperial masquerade: the legend of Princess Der Ling. Hong Kong University Press. hlm. 89. ISBN 978-962-209-881-7. Diakses tanggal 2010-10-31.
  4. ^ Thompson, 84–85
  5. ^ Benjamin R. Beede (1994). The War of 1898, and U.S. interventions, 1898–1934: An Encyclopedia. Taylor & Francis. hlm. 50. ISBN 0-8240-5624-8. Diakses tanggal 2010-06-28.
  6. ^ Thompson, 85, 170–171
  7. ^ O'Conner, David The Boxer Rebellion London:Robert Hale & Company, 1973, Chap. 16. ISBN 0-7091-4780-5
  8. ^ Michael Dillon (2016). Encyclopedia of Chinese History. Taylor & Francis. hlm. 124. ISBN 978-1-317-81716-1.
  9. ^ Beheading a Chinese Boxer at IMDB
  10. ^ Robert B. Edgerton (1997). Warriors of the rising sun: a history of the Japanese military. W.W. Norton & Company. hlm. 80. ISBN 0-393-04085-2. Diakses tanggal 25 April 2011.
  11. ^ a b c 剑桥中国晚清史. 中国社会科学出版社. 1985. ISBN 978-7500407669.
  • l
  • b
  • s
Topik Dinasti Qing
Sejarah
Awal
(1616–1683)
  • Penyatuan Jurchen
  • Jin Akhir
  • Tujuh Kebencian Besar
  • Invasi Jin Akhir ke Joseon
  • Invasi Qing ke Joseon
  • Penaklukan Ming oleh Qing
    • Pertempuran Shanhaiguan
  • Pembersihan Besar
  • Pemberontakan Tiga Vasal
Kejayaan Qing
(1683–1839)
  • Konflik perbatasan Tiongkok-Rusia
  • Peperangan Qing–Dzungar
  • Ekspedisi Tiongkok ke Tibet (1720)
  • Kontroversi upacara adat Tionghoa
  • Sepuluh Kampanye Militer Besar
  • Pemberontakan Miao (1735–1736)
  • Kerusuhan Lhasa 1750
  • Perang Tiongkok-Burma (1765–1769)
  • Pertempuran Ngọc Hồi-Đống Đa
  • Perang Tiongkok-Nepal
  • Pemberontakan Miao (1795–1806)
  • Pemberontakan Seroja Putih
Akhir
(1840–1912)
  • Perang Candu Pertama
  • Perang Tiongkok-Sikh
  • Pemberontakan Taiping
  • Pemberontakan Nian
  • Pemberontakan Serban Merah (1854–1856)
  • Pemberontakan Da Cheng
  • Perkumpulan Pedang Kecil
  • Pemberontakan Miao (1854–1873)
  • Perang Nepal-Tibet Ketiga
  • Pemberontakan Panthay
  • Perang Candu Kedua
  • Perang Klan Punti-Hakka
  • Akuisisi Amur
  • Gerakan Penguatan Diri
  • Restorasi Tongzhi
  • Pemberontakan Dungan (1862–1877)
  • Insiden Mudan (1871)
  • Pembantaian Tianjin
  • Peristiwa Margary
  • Invasi Jepang ke Taiwan (1874)
  • Bencana Kelaparan Tiongkok Utara
  • Penaklukan kembali Xinjiang oleh Qing
  • Perang Tiongkok-Prancis
  • Ekspedisi Sikkim
  • Insiden Jindandao
  • Perang Tiongkok-Jepang Pertama
  • Gerakan Gongche Shangshu
  • Pemberontakan Dungan (1895–1896)
  • Reformasi Seratus Hari
  • Pemberontakan Petinju
    • Lentera Merah
  • Aliansi Delapan Negara
  • Reformasi Akhir
  • Ekspedisi Britania Raya ke Tibet
  • Pemberontakan Batang
  • Pemilihan umum Majelis Sementara 1909
  • Ekspedisi Tiongkok ke Tibet (1910)
  • Gerakan Perlindungan Kereta Api
  • Revolusi Xinhai
    • Pemberontakan Wuchang
    • Kekacauan Xinhai Lhasa
    • Revolusi Mongolia 1911
    • Revolusi Xinhai di Xinjiang
  • Restorasi Manchu
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
  • Kaisar
    • Daftar
    • Silsilah
  • Amban
  • Gong Jin'ou
  • Dewan Konsultatif
  • Bendera Dinasti Qing
  • Dewan Agung
  • Kitab Hukum Qing Agung
  • Istana Klan Kekaisaran
  • Komisioner Kekaisaran
  • Departemen Rumah Tangga Kekaisaran
  • Lifan Yuan
  • Kementerian Pos dan Komunikasi
  • Komandan Infanteri Sembilan Gerbang
  • Gubernur provinsi
  • Komandan militer provinsi
  • Prinsip Konstitusi 1908
  • Pangkat kerajaan dan bangsawan Dinasti Qing
  • Raja Muda
    • Zhili
    • Shaan-Gan
    • Liangjiang
    • Huguang
    • Sichuan
    • Min-Zhe
    • Liangguang
    • Yun-Gui
    • Tiga Provinsi Timur Laut
  • Zongli Yamen
Militer
  • Militer Dinasti Qing
  • Tentara Beiyang
  • Tentara Chu
  • Delapan Panji
  • Tentara Jaya Selalu
  • Tentara Kamp Hijau
  • Tentara Huai
  • Hushenying
  • Brigade Pengawal Kekaisaran
  • Tentara Baru
  • Pasukan Lapangan Peking
  • Shuishiying
  • Korps Wuwei
  • Tentara Xiang
  • Angkatan Laut Qing
  • (Armada Beiyang
  • Armada Fujian
  • Armada Guangdong
  • Armada Nanyang)
Wilayah khusus
  • Dinasti Qing di Asia Dalam
  • Manchuria di bawah kekuasaan Qing
  • Mongolia di bawah kekuasaan Qing
    • Pembagian administratif
  • Tibet di bawah kekuasaan Qing
    • Pasu Emas
    • Daftar residen kekaisaran
  • Xinjiang di bawah kekuasaan Qing
    • Jenderal Ili
  • Taiwan di bawah kekuasaan Qing
    • Balai Pemerintahan Provinsi
Istana &
mausoleum
  • Sanggraloka Gunung Chengde
  • Kota Terlarang
  • Istana Mukden
  • Istana Musim Panas Lama
  • Istana Musim Panas
  • Makam Qing Timur
  • Mausoleum Fuling
  • Makam Kekaisaran Dinasti Ming dan Qing
  • Makam Qing Barat
Masyarakat &
budaya
  • Booi Aha
  • Sekolah Pemikiran Changzhou
  • Dibao
  • Empat Wang
  • Gujin Tushu Jicheng
  • Sejarah Ming
  • Islam pada masa Dinasti Qing
  • Kamus Kangxi
  • Kaozheng
  • Penyelidikan Sastra
  • Pesta Kekaisaran Manchu Han
  • Peiwen Yunfu
  • Kamus Pentaglot
  • Penutup kepala pejabat Qing
  • Puisi Qing
  • Quan Tangshi
  • Taucang
  • Penelitian mengenai Asal-Usul Manchu
  • Dekret Rahasia Kaisar Kangxi
  • Shamanisme dalam Dinasti Qing
  • Siku Quanshu
    • Zongmu Tiyao
Traktat
  • Traktat Kyakhta (1727)
  • Traktat Nerchinsk
  • Perjanjian tidak setara
    • Protokol Boxer
    • Traktat Burlingame
    • Konvensi Chefoo
    • Konvensi Antara Britania Raya dan Tiongkok Mengenai Tibet
    • Konvensi untuk Perluasan Wilayah Hong Kong
    • Konvensi Peking
    • Konvensi Tientsin
    • Traktat Li–Lobanov
    • Traktat Tiongkok-Portugal di Peking
    • Traktat Aigun
    • Traktat Bogue
    • Traktat Kanton
    • Traktat Kulja
    • Traktat Nanking
    • Traktat Sankt-Peterburg (1881)
    • Traktat Shimonoseki
    • Traktat Tarbagatai
    • Traktat Tientsin
    • Traktat Wanghia
    • Traktat Whampoa
Mata uang
Uang logam
  • Kangxi Tongbao
  • Qianlong Tongbao
Uang kertas
  • Da-Qing Baochao
  • Hubu Guanpiao
Topik lainnya
  • Aisin Gioro
  • Sentimen anti-Qing
  • Sistem Kanton
  • Chuang Guandong
  • Konsep Sejarah Qing
  • Perburuan kekaisaran Dinasti Qing
  • Suku Manchu
  • Nama-nama Dinasti Qing
  • Sejarah Qing Baru
  • Teori penaklukan Qing
  • Garis waktu pemberontakan anti-Qing akhir
  • Pelabuhan traktat
  • Embarau Dedalu
  • l
  • b
  • s
Diplomasi Kekuatan Besar 1817–1919
Kekuasaan Besar
  • Kesultanan Utsmaniyah
  • Austria–Hungaria
  • Prancis
  • Jerman
  • Italia
  • Jepang
  • Rusia
  • Britania Raya
  • Amerika Serikat
Aliansi
  • Aliansi Tiga
    • Aliansi Dua
  • Entente Tiga
    • Aliansi Prancis-Rusia
    • Entente cordiale
    • Entente Inggris-Rusia
  • Aliansi Britania-Jepang
  • Aliansi Delapan Negara
Tren
  • Kesultanan Utsmaniyah
    • Kebangkitan
    • Permasalahan Timur
    • Pembubaran
    • Pemecahan
  • Revanchisme
  • Imperialisme Baru
    • Perebutan Afrika
  • Pan-Slavisme
  • Permainan Besar
  • Rapprochement Besar
  • Traktat
  • Perjanjian
  • Perjanjian Frankfurt
  • Liga Tiga Kaisar
  • Perjanjian Berlin
  • Perjanjian Reasuransi
  • Perjanjian Paris
  • Perjanjian Björkö
  • Perjanjian Taft–Katsura
  • Perjanjian Jepang-Korea 1905
  • Perjanjian Aneksasi Jepang–Korea
  • Perjanjian Racconigi
Peristiwa
  • Kongres Berlin
  • Konferensi Berlin
  • Weltpolitik
  • Hukum Laut Jerman
  • Perlombaan senjata laut Inggris-Jerman
    • Dreadnought
  • Pertikaian Fasyoda
  • Aneksasi Hawaii
  • Krisis Maroko Pertama
  • Konferensi Algeciras
  • Krisis Agadir
  • Krisis Bosnia
Perang
  • Rusia-Turki
  • Tiongkok-Jepang Pertama
  • Spanyol–Amerika Serikat
  • Peperangan Pisang
  • Filipina–Amerika Serikat
  • Pemberontakan Boxer
  • Boer Kedua
  • Rusia-Jepang
  • Italia-Turki
  • Balkan
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aliansi_Delapan_Negara&oldid=27743545"
Kategori:
  • Traktat
  • Jepang dalam tahun 1900
  • Prancis dalam tahun 1900
  • Tiongkok dalam tahun 1900
  • Aliansi militer
Kategori tersembunyi:
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Artikel yang tidak memiliki referensi Agustus 2025
  • Artikel mengandung aksara Italia
  • Artikel mengandung aksara Tionghoa
  • Semua artikel rintisan
  • Semua artikel rintisan selain dari biografi
  • Rintisan bertopik sejarah
  • Semua artikel rintisan Agustus 2025

Best Rank
More Recommended Articles