More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Imperium Jepang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Imperium Jepang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Imperium Jepang

  • Afrikaans
  • العربية
  • مصرى
  • Asturianu
  • Azərbaycanca
  • تۆرکجه
  • Bikol Central
  • Беларуская
  • Български
  • Banjar
  • বাংলা
  • Brezhoneg
  • Буряад
  • Català
  • 閩東語 / Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄
  • کوردی
  • Čeština
  • Чӑвашла
  • Cymraeg
  • Dansk
  • Deutsch
  • Ελληνικά
  • English
  • Esperanto
  • Español
  • Eesti
  • Euskara
  • فارسی
  • Suomi
  • Français
  • Galego
  • Avañe'ẽ
  • Gaelg
  • 客家語 / Hak-kâ-ngî
  • עברית
  • हिन्दी
  • Hrvatski
  • Magyar
  • Հայերեն
  • Interlingua
  • Ido
  • Íslenska
  • Italiano
  • 日本語
  • ქართული
  • ភាសាខ្មែរ
  • 한국어
  • ລາວ
  • Lietuvių
  • Latviešu
  • Minangkabau
  • Македонски
  • Монгол
  • मराठी
  • Bahasa Melayu
  • မြန်မာဘာသာ
  • नेपाली
  • Nederlands
  • Norsk bokmål
  • ଓଡ଼ିଆ
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Polski
  • پښتو
  • Português
  • Română
  • Русский
  • Русиньскый
  • Scots
  • Srpskohrvatski / српскохрватски
  • Simple English
  • Slovenčina
  • Slovenščina
  • Shqip
  • Српски / srpski
  • Svenska
  • தமிழ்
  • ไทย
  • Tagalog
  • Türkçe
  • Татарча / tatarça
  • Українська
  • اردو
  • Oʻzbekcha / ўзбекча
  • Vèneto
  • Tiếng Việt
  • 吴语
  • მარგალური
  • 中文
  • 文言
  • 閩南語 / Bân-lâm-gí
  • 粵語
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kekaisaran Jepang)
Untuk negara yang ada saat ini, lihat Jepang.
Kekaisaran Jepang

大日本帝國
Dai-Nippon Teikoku
1868–1947
Bendera Jepang / Dai-Nippon
Hinomaru
{{{coat_alt}}}
Segel Kekaisaran
Semboyan: 八紘一宇
"Hakkō ichiu"
(Delapan penjuru Mata-Angin "Dunia" di bawah satu atap)
Lagu kebangsaan: 
(1869–1945)
君が代
Kimigayo
"Semoga Kekuasaan Yang Mulia Berlanjut Selama 10.000 Tahun"[1][2][a]
noicon
Kekaisaran Jepang, berdasarkan pada naichi nya (1)[b][c] dan gaichi (2–7)
Kekaisaran Jepang, berdasarkan pada naichi nya (1)[b][c] dan gaichi (2–7)
Kekaisaran Jepang pada masa Perang Pasifik.
  Jepang (Kyushu, Honshu, Hokkaido)
  Koloni (Chosen, Taiwan, Karafuto, Mandat Pasifik Selatan)
  Negara boneka / Wilayah pendudukan / Protektorat
Ibu kota
  • Kyoto (1868–1869)[3]
  • Kota Tokyo (1869–1943)
  • Tokyo (1943–1947)
Kota terbesar
  • Kota Tokyo (1868–1943)
  • Tokyo (1943–1947)
Bahasa resmiBahasa Jepang
Bahasa daerah
yang diakui
  • Bahasa Hokkien
  • Bahasa Mandarin
  • Bahasa Hakka
  • Bahasa Korea
Agama
  • De jure: Negara Sekuler
  • De facto: Shinto Negara (Agama negara)[d]
PemerintahanKesatuan Monarki absolut
(1868–1889)[7]
  • di bawah Daijō-kan[7]
    (1868–1885)

Kesatuan parlementer Monarki semi-konstitusional
(1889–1947)[8]

  • di bawah kediktatoran militer Tōseiha
    (1931–1940)
  • di bawah kediktatoran militer Showaisme partai tunggal totaliter
    (1940–1945)
  • di bawah pendudukan militer
    (1945–1947)
Tenno (Kaisar) 
• 1868–1912
Meiji
• 1912–1926
Taishō
• 1926–1947
Shōwa
Perdana Menteri 
• 1885-1888
Itō Hirobumi
• 1946–1947
Shigeru Yoshida
LegislatifTidak Ada (Pemerintahan dari dekrit) (1868–1871)
Kizokuin (1871–1889)
Parlemen Jepang (since 1889)
 - Majelis Tinggi
Kizokuin (1889–1947)
 - Majelis Rendah
Parlemen Jepang (from 1890)
Era SejarahMeiji • Taishō • Shōwa
• Restorasi Meiji
3 Januari 1868[9]
• Konstitusi Meiji
11 Februari 1889
• Perang Tiongkok-Jepang Pertama
25 Juli 1894
• Perang Rusia-Jepang
8 Februari 1904
• Perang Dunia I
23 Agustus 1914
• Insiden Mukden
18 September 1931
• Perang Tiongkok-Jepang Kedua
7 Juli 1937
• Dibentuk kembali
3 Mai 1947[8]
Luas
1938[10]1.984.000 km2 (766.000 sq mi)
Populasi
• 1920
77,700,000a
• 1940
105,200,000b
Mata uang
  • Yen Jepang
  • Yen Korea
  • Yen Taiwan
  • Yen militer Jepang
Didahului oleh
Digantikan oleh
Keshogunan Tokugawa
Republik Ezo
Pendudukan Jepang oleh Sekutu
Jepang
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Imperium Jepang, juga dikenal secara resmi sebagai Kekaisaran Jepang[e] adalah negara-bangsa Jepang[f] yang berdiri sejak Restorasi Meiji pada tanggal 3 Januari 1868 hingga Konstitusi Jepang mulai berlaku pada tanggal 3 Mei 1947.[8] Dari 1910 hingga 1945, perjanjian ini meliputi kepulauan Jepang, Kuril, Karafuto, Korea, dan Taiwan. Pada tahap akhir Perang Dunia II, dengan kekalahan Jepang bersama dengan sisa kekuatan Poros, Dokumen Kapitulasi Jepang yang diformalkan dikeluarkan pada tanggal 2 September 1945 sesuai dengan Deklarasi Potsdam dari Sekutu, dan wilayah kekaisaran kemudian menyusut hingga hanya mencakup kepulauan Jepang yang menyerupai Jepang modern.

Di bawah slogan Fukoku Kyohei (富国強兵code: ja is deprecated , "Makmurkan negara, Perkuat angkatan bersenjata"), dan Shokusan Kōgyō (殖産興業code: ja is deprecated , "Kembangkan industri"), Jepang mengalami modernisasi yang mencakup periode industrialisasi dan militerisasi selama era Restorasi Meiji dan merupakan modernisasi tercepat dari negara mana pun hingga saat ini. Semua aspek tersebut berkontribusi pada kemunculan Jepang sebagai kekuatan besar dan pendirian sebuah imperium kolonial setelah Jepang mengalami banyak kemenangan di beberapa peperangan dan pemberontakan seperti Perang Tiongkok-Jepang Pertama, Pemberontakan Boxer, Perang Rusia-Jepang, dan Perang Dunia I. Gejolak ekonomi dan politik pada tahun 1920-an, termasuk Depresi Besar, menyebabkan munculnya militerisme, nasionalisme dan totaliterisme, yang akhirnya berpuncak dengan bergabungnya Jepang pada keanggotaan Aliansi Poros dan penaklukan sebagian besar Asia-Pasifik pada Perang Dunia II.[13]

Angkatan bersenjata Jepang pada awalnya mencapai keberhasilan militer skala besar selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua (1937–1945) dan Perang Pasifik. Namun, mulai tahun 1942, terutama setelah Pertempuran Midway dan Guadalkanal, Jepang dipaksa untuk mengambil sikap defensif. Amerika Serikat memberlakukan strategi militer lompat pulau dan Jepang perlahan-lahan kehilangan semua wilayah yang telah diperolehnya, dan akhirnya, Amerika Serikat merebut Iwo Jima dan Pulau Okinawa, menyisakan daratan Jepang yang sepenuhnya tidak terlindungi. Pasukan AS telah merencanakan sebuah invasi terhadap pulau utama Jepang, namun, operasi ini batal setelah Jepang menyerah akibat pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki yang hampir bersamaan dengan pernyataan perang Uni Soviet terhadap Jepang pada 9 Agustus 1945. Kemudian, Soviet melancarkan invasi terhadap Manchuria yang saat itu masih dikuasai Jepang dan juga wilayah lainnya. Perang Pasifik secara resmi berakhir pada 2 September 1945 dan kepulauan Jepang diduduki oleh Sekutu. Pada tahun 1947, dengan keterlibatan Amerika Serikat, konstitusi baru diberlakukan yang secara resmi mengakhiri Kekaisaran Jepang, dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang diganti dengan Pasukan Bela Diri Jepang. Pada 28 April 1952, sesuai dengan Perjanjian San Francisco, pendudukan Sekutu atas Jepang resmi berakhir.

Kekaisaran Jepang memiliki tiga kaisar, meskipun berakhir di tengah-tengah masa pemerintahan Shōwa. Tiga kaisar yang diberi nama anumerta tersebut adalah: Meiji, Taisho, dan Shōwa.

Terminologi

[sunting | sunting sumber]

Meskipun kekaisaran ini sering disebut sebagai "Kekaisaran Jepang", sebenarnya nama resminya adalah Dai Nippon Teikoku, yang berasal dari kata Dai (大 (だい)) "Raya", Nippon (日本 (にっぽん)) "Jepang" dan Teikoku (帝国 (ていこく)) "Kekaisaran". Makna ini penting dalam aspek geografi, mencakup Jepang dan kawasan di sekitarnya. Nomenklatur Kekaisaran Jepang muncul semenjak daerah-daerah penentang Keshogunan Tokugawa, yaitu Satsuma dan Chōshū, mendirikan pemerintahan baru semasa Restorasi Meiji dengan tujuan membentuk negara modern untuk menghadang dominasi Barat.

Berdasarkan penulisan huruf Kanji dan benderanya, terminologi ini juga disebut Kekaisaran Matahari Terbit.

Sejarah

[sunting | sunting sumber]

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Setelah dua abad, kebijakan pengasingan, atau sakoku, di bawah pemerintahan shōgun periode Edo berakhir ketika negara dipaksa terbuka untuk perdagangan oleh Konvensi Kanagawa yang dibuat ketika Matthew C. Perry tiba di Jepang pada tahun 1854. Jadi, periode yang dikenal sebagai Bakumatsu dimulai.

Tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan perdagangan dan interaksi luar negeri; perjanjian komersial antara Keshogunan Tokugawa dan negara-negara Barat ditandatangani. Sebagian besar karena persyaratan yang mempermalukan dari perjanjian yang tidak setara tersebut, keshogunan segera menghadapi permusuhan internal, yang terwujud menjadi gerakan xenofobia radikal, sonnō jōi (secara harfiah berarti "Hormati Kaisar, usir orang barbar").[14]

Pada bulan Maret 1863, Kaisar mengeluarkan "perintah untuk mengusir orang barbar atau jōi chokumei". Meskipun keshogunan tidak berniat menegakkan perintah tersebut, namun hal itu mengilhami serangan terhadap keshogunan itu sendiri dan terhadap orang asing di Jepang. Insiden Namamugi pada tahun 1862 menyebabkan pembunuhan seorang kebangsaan Inggris, Charles Lennox Richardson, oleh sekelompok samurai dari Satsuma. Inggris menuntut reparasi tetapi ditolak. Saat mencoba untuk mendapatkan pembayaran, Angkatan Laut Britania Raya ditembaki oleh baterai pesisir dekat kota Kagoshima. Angkatan Laut Britania Raya pun menanggapi serangan itu dengan membombardir pelabuhan Kagoshima pada tahun 1863. Pemerintah Tokugawa setuju untuk membayar ganti rugi atas kematian Richardson.[15] Penembakan kapal asing di Shimonoseki dan serangan terhadap properti asing menyebabkan pengeboman Shimonoseki oleh pasukan multinasional pada tahun 1864.[16] Selain itu, Klan Chōshū juga meluncurkan kudeta gagal yang dikenal sebagai insiden Kinmon. Aliansi Satsuma-Chōshū didirikan pada tahun 1866 untuk menggabungkan upaya mereka menggulingkan bakufu Tokugawa. Pada awal tahun 1867, Kaisar Kōmei meninggal dunia akibat cacar dan digantikan oleh putranya, Putra Mahkota Mutsuhito (Meiji).

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Explore Japan National Flag and National Anthem". Diakses tanggal January 29, 2017.
  2. ^ "National Symbols". Diarsipkan dari asli tanggal February 2, 2017. Diakses tanggal January 29, 2017.
  3. ^ Schellinger and Salkin, ed. (1996). "Kyoto". International Dictionary of Historic Places: Asia and Oceania. UK: Routledge. hlm. 515ff. ISBN 9781884964046.
  4. ^ Josephson, Jason Ānanda (2012). The Invention of Religion in Japan. University of Chicago Press. hlm. 133. ISBN 978-0226412344.
  5. ^ Thomas, Jolyon Baraka (2014). Japan's Preoccupation with Religious Freedom (Ph.D.). Princeton University. hlm. 76.
  6. ^ Jansen 2002, hlm. 669.
  7. ^ a b Hunter 1984, hlm. 31–32.
  8. ^ a b c "Chronological table 5 December 1, 1946 – June 23, 1947". National Diet Library. Diakses tanggal September 30, 2010.
  9. ^ Jansen 2002, hlm. 334, "Restorasi Pemerintahan Kekaisaran dapat ditetapkan pada tanggal 3 Januari, 1868."
  10. ^ Harrison, Mark (2000). The Economics of World War II: Six Great Powers in International Comparison. Cambridge University Press. hlm. 3. ISBN 9780521785037. Diakses tanggal October 2, 2016.
  11. ^ Tsutsui 2009, hlm. 234.
  12. ^ Tsutsui 2009, hlm. 433.
  13. ^ Townsend, Susan (July 17, 2018). "Japan's Quest for Empire 1931–1945". BBC.
  14. ^ Hagiwara 2004, hlm. 34.
  15. ^ Jansen 2002, hlm. 314–315.
  16. ^ Hagiwara 2004, hlm. 35.

Catatan

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Modified version used in 1880–1945.
  2. ^ Karafuto (3) di inkorporasikan kedalam naichi pada tahun 1943
  3. ^ Dari tahun 1945 - 1947 wilayah kekaisaran jepang menyusut hanya sebatas naichi
  4. ^ Although the Empire of Japan officially had no state religion,[4][5] Shinto played an important part for the Japanese state. Marius Jansen states: "The Meiji government had from the first incorporated, and in a sense created, Shinto, and utilized its tales of the divine origin of the ruling house as the core of its ritual addressed to ancestors 'of ages past'. As the Japanese empire grew the affirmation of a divine mission for the Japanese race was emphasized more strongly. Shinto was imposed on colonial lands in Taiwan and Korea, and public funds were utilized to build and maintain new shrines there. Shinto priests were attached to army units as chaplains, and the cult of war dead, enshrined at the Yasukuni Jinja in Tokyo, took on ever greater proportions as their number grew."[6]
  5. ^ 大日本帝国 (Dai Nihon Teikoku) atau Dai Nippon Teikoku
  6. ^ ""Pada paruh kedua abad kesembilan belas, para pembangun negara Jepang membentuk negara-bangsa Meiji dari wilayah Tokugawa yang lebih tua dan heterogen, dengan mengintegrasikan negara-negara domain semi-otonom ke dalam komunitas politik yang bersatu."[11] "Daripada memulihkan tatanan pusat-pinggiran kuno (dan mungkin imajiner), Restorasi Meiji mempercepat terciptanya negara-bangsa baru yang tersentralisasi dan modern. Dalam beberapa dekade sejak dimulainya proyek pembangunan bangsa secara resmi, Tokyo telah menjadi ibu kota politik dan ekonomi negara yang menggantikan wilayah semi-otonom dengan prefektur yang baru dibentuk yang tunduk pada hukum pusat dan administrator yang ditunjuk oleh pusat."[12]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • Axis History Factbook — Japan
  • Imperial Japan Diarsipkan 2007-04-09 di Wayback Machine.
  • Death of the Father: Hirohito & Imperial Japan
  • l
  • b
  • s
Kekaisaran Jepang
Ikhtisar
  • Agribudaya
  • Penyensoran
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Sejarah ekonomi
  • Pendidikan
  • Eugenik
  • Perdagangan luar negeri dan pelayaran
  • Produksi industri
  • Militerisme
  • Nasionalisme
  • Statisme
  • Politik internal
  • Shinto negara
  • Kazoku
Kaisar
  • Meiji (Mutsuhito)
  • Taishō (Yoshihito)
  • Shōwa (Hirohito)
Simbol
  • Bendera Jepang
  • Bendera Matahari Terbit
  • Cap Kekaisaran Jepang
  • Cap Pemerintahan Jepang
  • Cap Negara Jepang
  • Cap Penasihat Jepang
  • Kimigayo
Kebijakan
  • Konstitusi
  • Piagam Sumpah
  • Hubungan luar negeri
  • Reskrip Kekaisaran tentang Pendidikan
  • Asosiasi Bantuan Aturan Kekaisaran
  • Kokutai
  • Mokusatsu
  • Gerakan Mobilisasi Spiritual Nasional
  • Hukum Pelestarian Perdamaian
  • Partai politik
  • Mahkamah Agung Kehakiman
  • Tokkō
  • Tonarigumi
  • Konferensi Asia Timur Raya
Pemerintah
Administrasi
(kementerian)
  • Rumah Tangga Kekaisaran
  • Kementerian Dalam Negeri
  • Militer
  • Tentara
  • Angkatan Laut
  • Perbendaharaan
  • Luar Negeri
  • Pertanian dan Perdagangan
  • Perdagangan dan Industri
  • Munisi
  • Urusan Kolonial
  • Asia Timur Raya
  • Dewan Pembangunan Asia Timur (Kōain)
Badan Legislatif dan
deliberatif
  • Daijō-kan
  • Dewan Penasihat
  • Gozen Kaigi
  • Diet Kekaisaran
    • Bangsawan
    • Perwakilan
Militer
Angkatan Bersenjata
  • Markas Besar Kekaisaran
    • Kantor Staf Umum Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
    • Staf Umum Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
  • Reskrip Kekaisaran untuk Prajurit dan Pelaut
    • Kode militer Senjinkun
  • Program senjata nuklir
  • Kamikaze
  • Kejahatan perang
  • Dewan Penasihat Militer
  • Wajib militer
Tentara Kekaisaran Jepang
  • Staf Umum
  • Pasukan Udara
  • Kereta Api dan Pelayaran
  • Pengawal Kekaisaran
  • Fraksi Jalan Kekaisaran (Kōdōha)
  • Serdadu Jepang yang tetap tinggal
  • Tentara Taiwan Jepang
  • Faksi Kontrol (Tōseiha)
  • Kenpeitai
Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
  • Staf Umum
  • Layanan Udara
  • Marinir
  • Fraksi Armada
  • Fraksi Perjanjian
Sejarah
Zaman Meiji
  • Restorasi Meiji
  • Pemberontakan Beipu
  • Perang Boshin
  • Pemberontakan Satsuma
  • Perang Tiongkok-Jepang Pertama
  • Intervensi Tiga Negara
  • Pemberontakan Boxer
  • Aliansi Britania-Jepang
  • Perang Rusia-Jepang
  • Invasi Taiwan (1874)
  • Invasi Taiwan (1895)
Zaman Taishō
  • Perang Dunia I
  • Intervensi Siberia
  • Undang-Undang Pemilihan Umum
  • Perjanjian Angkatan Laut Washington
  • Masalah Manchuria–Mongolia
  • Demokrasi Taisho
  • Insiden Tapani
  • Perang Truku
  • Proposal Kesetaraan Ras
Zaman Shōwa
  • Krisis keuangan Shōwa
  • insiden Jinan
  • Perjanjian Angkatan Laut London
  • Insiden Musha
  • Pasifikasi Manchukuo
  • Insiden 28 Januari
  • Pakta Anti-Komintern
  • Perang Tiongkok-Jepang Kedua
  • Konflik perbatasan Soviet–Jepang
  • Pemerkosaan Nanking
  • Pakta Tripartit
  • Pakta Netralitas Soviet–Jepang
  • Jepang selama Perang Dunia II
  • Perang Pasifik
  • Serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki
  • Perang Soviet–Jepang
  • Menyerah (Deklarasi Potsdam, Siaran penyerahan oleh Hirohito)
  • Pendudukan
Wilayah
Koloni
  • Karafuto (naichi setelah 1943)
  • Chōsen
  • Kantō-shū
  • Nan'yō
  • Taiwan
Negara boneka
  • Manchukuo
  • Mengjiang
  • Rezim Wang Jingwei
  • Republik Filipina Kedua
  • Kekaisaran Vietnam
  • Negara Burma
  • Azad Hind
Wilayah pendudukan
  • Kalimantan
  • Burma
  • Hindia Belanda
  • Indochina Prancis
  • Hong Kong
  • Malaya
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
Ideologi
  • Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya
Topik terkait
  • Sonnō jōi
  • Fukoku kyōhei
  • Hakkō ichiu
  • Pemukim Jepang di Manchuria
  • Kamp interniran
  • Kerja sama industri Jerman sebelum Perang Dunia II
  • Shinmin no Michi
  • Shōwa Modan
  • Pemikiran Sosialis
  • Tentara Kekaisaran Jepang Taiwan
  • Kuil Yasukuni
  • Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh
  • Perlawanan politik
  • l
  • b
  • s
Negara dan wilayah dalam pengaruh Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia II
  • Manchukuo
  • Republik Tiongkok Pemerintahan Otonomi Hebei Timur
  • Pemerintahan Dadao Shanghai
  • Republik Tiongkok Pemerintahan Sementara Republik Tiongkok
  • Pemerintahan Reformasi Republik Tiongkok
  • Pemerintahan Ter-rorganisasi Nasional Republik Tiongkok
  • Pemerintahan Otonom Mengjiang Serikat
  • Pemerintahan Otonomi Shanxi Utara
  • Kerajaan Thailand
  • Negara Burma
  • Pemerintahan Sementara India Merdeka
  • Republik Filipina Kedua
  • Indochina Prancis
  • kekaisaran Vietnam
  • Kerajaan Kamboja
  • Kerajaan Laos Kerajaan Luang Phrabang
  • Penjajahan Jepang di Korea
  • Taiwan di bawah pemerintahan Jepang
  • Mandat Pasifik Selatan
  • Prefektur Karafuto
  • Pendudukan Hindia Belanda
  • Pendudukan Malaya
  • Pendudukan Sarawak, Brunei, Labuan, dan Borneo Utara
  • Pendudukan Hong Kong
  • Pendudukan Singapura
  • Pendudukan Guam
  • Pendudukan Nauru
  • Timor Portugis
  • Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya
  • Konferensi Asia Timur Raya
  • Perang Pasifik
  • l
  • b
  • s
Daftar Imperium kolonial
   
Amerika Serikat Amerika Serikat
Belgia Belgia
Britania Raya Britania
Denmark Denmark
Republik Belanda Belanda
Prancis Prancis
Kekaisaran Jerman Jerman
Italia Italia
Kekaisaran Jepang Jepang
Norwegia Norwegia
Portugal Portugis
Kekaisaran Rusia Rusia
Spanyol Spanyol
Swedia Swedia
  • l
  • b
  • s
Sejarah imperium-imperium dunia
Imperium kuno
Akkadia · Mesir · Asiria · Babilonia · Aksum · Het · Persia (Media · Akhemeniyah · Parthia · Sasaniyah) · Makedonia (Ptolemaik · Seleukia) · Kartago · India (Nanda · Maurya · Sunga · Satavahana · Kushan · Gupta · Harsha) · Tiongkok (Qin · Han · Jin) · Romawi (Romawi Barat · Romawi Timur) · Nirun
Imperium abad pertengahan
Ayyubiyyah · Byzantium · Hun · Turk (Turk · Timur · Barat) · Arab (Rasyidin · Umayyah · Abbasiyah · Fathimiyah · Kordoba) · Maroko (Idrisiyah · Murabithun · Muwahhidun · Mariniyah) · India (Pala · Chola · Delhi · Wijayanagara) · Persia (Thahiriyah · Samaniyah · Buwayhiyah · Saffariyah · Ziyariyah) · Ghaznawiyah · Benin · Seljuk · Oyo · Bornu · Khwarezmia · Timuriyah · Mongol (Yuan · Jochi · Chagatai · Kekhanan Il) · Kanem · Serbia · Songhai · Khmer · Bulgaria · Karoling · Romawi Suci · Angevin · Mali · Tiongkok (Sui · Tang · Song · Yuan) · Tibet · Uighur · Ghana · Aztek · Inka · Sriwijaya · Majapahit · Ethiopia (Zagwe · Salomo) · Aceh · Brunei · Vietnam (Dai Viet) · Tonga · Melaka · Demak · Mamluk Mesir · Venesia · Georgia
Imperium modern
Afghan · India (Mughal · Maratha · Sikh · Mysore) · Tiongkok (Ming · Qing · Tiongkok · Manchukuo) · Ternate · Vietnam (Dai Nam · Vietnam) · Utsmaniyah · Persia (Safawiyah · Afshariyah · Zand · Qajar · Pahlavi) · Cirebon · Oman · Johor · Ethiopia · Uzbek (Uzbek · Bukhara) · Maroko (Saadi · Alaouite) · Afrika Tengah · Portugis · Spanyol · Iberia · Belanda · Britania · Banten · Mataram · Prancis (Napoleon Prancis · Kolonial Prancis) · Austria · Jerman (Kolonial Jerman · Jerman Nazi) · Rusia · Swedia · Austria-Hungaria · Brasil · Meksiko (Pertama · Kedua) · Haiti (Pertama · Kedua) · Kolonial Italia · Kolonial Belgia · Kolonial Denmark · Kolonial Norwegia · Korea · Jepang
Imperium Adidaya
Imperium terbesar · Kekuatan Besar kuno · Kekuatan Besar abad pertengahan · Kekuatan Besar modern · Imperium kolonial
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imperium_Jepang&oldid=26922810"
Kategori:
  • Kekaisaran Jepang
  • Pendirian tahun 1868 di Jepang
  • Pembubaran tahun 1947 di Jepang
  • Pendirian tahun 1905 di Jepang
Kategori tersembunyi:
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Halaman Wikipedia dengan templat pelindungan yang salah
  • Artikel mengandung aksara Jepang
  • Pages using infobox country with unknown parameters
  • Pages using infobox country or infobox former country with the flag caption or type parameters
  • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters
  • Artikel mengandung teks Jepang
  • Lang and lang-xx using deprecated ISO 639 codes
  • Templat webarchive tautan wayback
  • Semua artikel rintisan
  • Semua artikel rintisan selain dari biografi
  • Rintisan bertopik sejarah
  • Semua artikel rintisan Februari 2025

Best Rank
More Recommended Articles