More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Kota Pangkalpinang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kota Pangkalpinang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kota Pangkalpinang

  • Acèh
  • العربية
  • Basa Bali
  • Беларуская
  • Betawi
  • Batak Mandailing
  • Català
  • Cebuano
  • Čeština
  • Deutsch
  • English
  • Esperanto
  • Español
  • Euskara
  • فارسی
  • Suomi
  • Français
  • Bahasa Hulontalo
  • 客家語 / Hak-kâ-ngî
  • हिन्दी
  • Italiano
  • 日本語
  • Jawa
  • ქართული
  • Kumoring
  • 한국어
  • Lietuvių
  • Latviešu
  • Basa Banyumasan
  • Malagasy
  • Minangkabau
  • മലയാളം
  • Bahasa Melayu
  • Nederlands
  • Norsk bokmål
  • Polski
  • پنجابی
  • Português
  • Română
  • Русский
  • Simple English
  • Svenska
  • தமிழ்
  • Türkçe
  • Татарча / tatarça
  • Українська
  • اردو
  • Tiếng Việt
  • Winaray
  • 吴语
  • 中文
  • 閩南語 / Bân-lâm-gí
  • 粵語
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Wikiwisata
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pangkalpinang)
Kota Pangkalpinang
Ibu kota provinsi
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiڤڠكل ڤينڠ
PLTA Pangkalpinang
Masjid Jamik
Klenteng
Bandara Depati Amir
Taman Wilhelmina
Lambang resmi Kota Pangkalpinang
Lambang
Julukan: 
Kota Beribu Senyuman [1]
Motto: 
Pangkal kemenangan
Peta
Peta
Kota Pangkalpinang di Sumatra
Kota Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang
Peta
Tampilkan peta Sumatra
Kota Pangkalpinang di Indonesia
Kota Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 2°06′S 106°06′E / 2.1°S 106.1°E / -2.1; 106.1
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Bangka Belitung
Tanggal berdiri4 Juli 1959[2]
Dasar hukumUU No. 29 Tahun 2024[2]
Hari jadi17 September 1757; 267 tahun lalu (1757-09-17)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 7
  • Kelurahan: 42
Pemerintahan
 • Wali KotaM. Unu Ibnudin (Pj.)
 • Wakil Wali Kotalowong
 • Sekretaris DaerahMie Go
Luas
 • Total104,405 km2 (40,311 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2024)[3]
 • Total242.285
 • Kepadatan2,300/km2 (6,000/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 83,77%
Kristen 7,08%
- Protestan 3,90%
- Katolik 3,18%
Buddha 5,54%
Konghucu 3,57%
Hindu 0,03%
Kepercayaan 0,01%[4]
 • BahasaIndonesia (resmi), Melayu (dominan), Tionghoa
 • IPMKenaikan 78,57 (2021)
Tinggi[5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
33111 - 33149
Kode BPS
1971 Edit nilai pada Wikidata
Kode area telepon+62 717
Pelat kendaraanBN xxxx A*
Kode Kemendagri19.71 Edit nilai pada Wikidata
DAURp 478.512.098.000- (2020)[6]
Situs webwww.pangkalpinangkota.go.id


Kota Pangkalpinang adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Secara astronomis, Kota Pangkalpinang terletak antara 20,4’ sampai dengan 20,10’ Lintang Selatan dan antara 106,04’ sampai dengan 106,07’ Bujur Timur. Kota ini terletak di bagian timur Pulau Bangka. Kota Pangkalpinang terbagi dalam 7 kecamatan dan memiliki 42 kelurahan.

Kota Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan, pusat pemerintahan kota di kelurahan Bukit Intan, dan pusat pemerintahan provinsi dan instansi vertikal di kelurahan Air Itam. Kantor pusat PT. Timah Tbk juga berada di sini. Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis atau perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Secara administratif, kota Pangkalpinang ditetapkan sebagai ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 9 februari 2001.[7]

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kota Pangkalpinang antara lain:[8]

Utara Desa Pagarawan
Timur Laut Tiongkok Selatan
Selatan Desa Dul
Barat Desa Air Duren

Arti nama

[sunting | sunting sumber]

Secara etimologi, kata "Pangkalpinang" berasal dari dua kata yaitu Pangkal atau Pengkal dan Pinang. Kata Pengkal atau Pangkal, dalam bahasa Melayu Bangka diartikan sebagai pusat atau awal mulanya.[7] Sebagai pusat pengumpulan timah, kemudian berkembang artinya sebagai pusat distrik, kota tempat pasar, tempat berlabuh kapal atau perahu dan pusat segala aktivitas dan berbagai aktivitas dimulai. Sedangkan kata Pinang, berasal dari pohon Pinang, yakni sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian Timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan banyak orang.[7]

Sejarah

[sunting | sunting sumber]
Lambang Pangkalpinang lama, dengan motto lama rajin pangkal makmur

Dalam rangka untuk mengontrol kaya tambang timah deposit di Timur Bangka, kolonial Belanda memindahkan ibu kota Belitung Bangka penduduk dari Muntok ke Pangkalpinang pada tahun 1913. Kota Pangkalpinang berkembang dari status sebagai kota kecil pada tahun 1956, kotapraja, kotamadya, hingga menjadi kotamadya daerah tingkat II Pangkalpinang.[9]

Kota kecil

[sunting | sunting sumber]
Rumah Dinas Wali kota Pangkalpinang

Lahirnya Pangkalpinang dengan status Kota Kecil adalah pada tahun 1956 berdasarkan UU Darurat No. 6 Tahun 1956 yang meliputi dua gemeente yaitu gemeente Pangkalpinang dan gemeentee Gabek dengan luas 31,7 Km2 dan ditetapkan pula Pangkalpinang sebagai ibu kotanya. Sebagai pejabat Wali Kota yang pertama adalah R. Supardi Suwardjo (alm), Patih di Kantor Residen Bangka Belitung. Pada tanggal 20 November 1956 kedudukanya diganti oleh Achmad Basirun (alm) sebagai penjabat wali kota dan kemudian diganti oleh Rd. Abdulah (alm) pada tanggal 15 Desember 1956.

Kotapraja

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1959 status kota kecil ditingkatkan menjadi Kotapraja pada tanggal 24 Juli 1958. Rd. Abdulah diganti oleh R. Hundani (alm) yang terpilih sebagai Wali Kota hasil pemilu yang pertama tahun 1955 (wali kota ke-44). Kemudian dengan surat keputusan Presiden RI No. 558/M, pada tanggal 1 Oktober 1960 ditunjuk M. Saleh Zainuddin sebagai Wali Kota (Kepala Daerah Kotapraja) Pangkalpinang.

Kotamadya

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 1965 status Kotapraja diubah menjadi Kotamdya. dengan keputusan Presiden RI tanggal 21 Februari 1967 No. UP/10/I/M-220, M. Saleh Zainudin diganti oleh Drs. Rustam Effendi (alm) sebagai wali kota dengan 5 (lima) orang anggota Badan Pemerintahan Harian sebagai pembantu dalam menjalankan pemerintahan.

Kotamadya Daerah Tingkat II Pangkalpinang

[sunting | sunting sumber]

Dengan berlakunya UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, status Kotamadya menjadi Kotamadya daerah Tingkat II Pangkalpinang yang dilengkapi dengan 20 orang anggota DPRD, sebagai wali kotanya Kepala Daerah adalah sebagai berikut:

  1. Roesli Romli (1973-1978)
  2. H.M. Arub, SH (1978-1983)
  3. H.M. Arub, SH (1983-1988)
  4. Drs. H. Rosman Djohan (1989-1993)
  5. Drs. H. Sofyan Rebuin (1993-1998)

Pada masa jabatan Bapak H.M. Arub, SH yakni dengan PP No. 12 Tahun 1984 wilayah Kotamadya Pangkalpinang dimekarkan dari 31,7 km2 menjadi 89,4 KM2 dan dengan pemekaran itu meliputi tiga desa dari Kabupaten Bangka, yakni Desa Air Itam, Tua Tunu dan Bacang sehingga dari 4 Kecamatan terdapat 55 Kelurahan dan 3 Desa.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Daftar Wali Kota Pangkalpinang


Berikut adalah Daftar Wali Kota Pangkal Pinang dari masa ke masa.

No Potret Wali Kota Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Wali Kota Ket.
— R. Supardi Suwardjo 14 November 1956 20 November 1956 —
— Achmad Basirun 20 November 1956 15 Desember 1956
1 Rd. Abdulah 15 Desember 1956 24 Juli 1958 1
2 R. Hundani 24 Juli 1958 1 Oktober 1960 2
3 M. Saleh Zainuddin 1 Oktober 1960 21 Februari 1967 3
4 Rustam Effendi 21 Februari 1967 1973 4
5 Roesli Romli 1973 1978 5
6 Mohammad Arub 1978 1988 6
7
7 Rosman Djohan 1988 1993 8
8 Sofyan Rebuin 1993 2003 9
10
9 Zulkarnain Karim 2003 2013 11 Triatmadja[10]
12 Malikul Amdjad[11]
10 Muhammad Irwansyah 13 November 2013 9 Februari 2018 13 Muhammad Sopian
Asyraf Suryadin (Plt.) 15 Februari 2018 23 Juni 2018 14 [12]
11 Muhammad Sopian 16 Oktober 2018 14 November 2018 15 [13]
12 Maulan Aklil 15 November 2018 15 November 2023 16 Muhammad Sopian [14][15]


Pada tanggal 7 Mei 1999, dikeluarkan UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang menerapkan sistem Otonomi Formil dan Otonomi Luas pada Kabupaten/Kota. Daerah Otonom Pangkalpinang menjadi Dareah Otonom Kota Pangkalpinang dengan Badan Legislatif sejumlah 25 orang yang terpisah dari Pemerintahan Daerah. Pemerintahan Daerah dipimpin oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai jabatahn Politis, sedangkan Sekretaris Daerah adalah pimpinan Aministratif/Birokrasi. Dengan Undang-Undang ini berbagai instansi vertika/departemen/LPND sejak 1 Januari 2001 menjadi perangkat daerah otonom, sedangkan 3 desa yang dikemukakan diatas yakni Air Itam, Tua Tunu dan Bacang menjadi Kelurahan.

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Pangkal Pinang dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[16] 2019–2024[17] 2024–2029
PKB 1 Steady 1 Steady 1
Gerindra 4 Steady 4 Kenaikan 5
PDI-P 4 Steady 4 Kenaikan 5
Golkar 4 Steady 4 Kenaikan 5
NasDem 2 Kenaikan 4 Kenaikan 5
PKS 1 Kenaikan 3 Penurunan 2
Hanura 3 Penurunan 0 Steady 0
PAN 3 Penurunan 2 Penurunan 1
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0
Demokrat 3 Kenaikan 4 Steady 4
PPP 4 Steady 4 Penurunan 2
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 11 Penurunan 9 Steady 9

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang terdiri dari 7 kecamatan dan 42 kelurahan. Pada tahun 2020, jumlah penduduknya mencapai 218.569 jiwa dengan luas wilayah 104,405 km² dan sebaran penduduk 2.093 jiwa/km².[18][19][20]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
19.71.01 Bukit Intan 7
  • Air Itam
  • Air Mawar
  • Bacang
  • Pasir Putih
  • Semabung Lama
  • Sinar Bulan
  • Temberan
19.71.06 Gabek 6
  • Air Salemba
  • Gabek Dua
  • Gabek Satu
  • Jerambah Gantung
  • Selindung
  • Selindung Baru
19.71.05 Gerunggang 6
  • Air Kepala Tujuh
  • Bukitmerapin
  • Bukitsari
  • Kacang Pedang
  • Taman Bunga
  • Tua Tunu
19.71.07 Girimaya 5
  • Bukitbesar
  • Bukitintan
  • Pasar Padi
  • Semabung Baru
  • Sriwijaya
19.71.03 Pangkal Balam 5
  • Ampui
  • Ketapang
  • Lontong Pancur
  • Pasir Garam
  • Rejosari
19.71.04 Rangkui 8
  • Asam
  • Bintang
  • Gajah Mada
  • Keramat
  • Masjid Jamik
  • Melintang
  • Parit Lalang
  • Pintu Air
19.71.02 Taman Sari 5
  • Batin Tikal
  • Gedung Nasional
  • Kejaksaan
  • Opas Indah
  • Rawa Bangun
TOTAL 42

Geografi

[sunting | sunting sumber]

Topografi

[sunting | sunting sumber]

Kondisi topografi wilayah Kota Pangkapinang pada umumnya bergelombang dan berbukit.[21] Ketinggian wilayah Kota Pangkapinang dari permukaan laut berkisar antara 20–50 meter dengan kemiringan antara 0-25%. Secara morfologi daerahnya berbentuk cekung di mana bagian pusat kota berada di daerah rendah. Daerah-daerah yang berbukit mengelompok di bagian barat dan selatan kota Pangkalpinang. Beberapa bukit yang utama adalah Bukit Girimaya yang berada di ketinggian 50 m dpl dan Bukit Menara.

Sedangkan hutan kota seluas 290 ha berada di kelurahan Tua Tunu Indah berdasarkan luas wilayah kota Pangkalpinang dapat dirinci penggunaan tanahnya; luas lahan kering yang diusahakan untuk pertanian (tanaman bahan makanan, perkebunan rakyat, perikanan dan kehutanan) adalah seluas 1.562 Ha, lahan yang sementara tidak diusahakan seluas 1.163 Ha dan lahan kering yang dimanfaatkan untuk permukiman seluas 4.130 Ha. Sedangkan sisanya 2.085 Ha adalah berupa rawa-rawa, hutan negara dan lainnya.

Geologi

[sunting | sunting sumber]

Tanah di daerah Kota Pangkalpinang mempunyai pH rata-rata di bawah 5 dengan jenis tanah podzolik merah kuning, regosol, gleisol dan organosol yang merupakan pelapukan dari batuan induk. Sedangkan pada sebagian kecil daerah rawa jenis tanahnya asosiasi Alluvial-Hydromorf dan Glayhumus serta regosol kelabu muda yang berasal dari endapan pasir dan tanah liat. Keadaan tanah yang demikian kurang cocok untuk ditanami padi, tetapi masih memungkinkan untuk ditanami palawija.

Pada daerah pinggiran, yaitu desa Tuatunu dan desa Air Itam cukup potensial menghasilkan lada dan karet. Kondisi geologi umum di daerah ini; formasi yang tertua adalah batu kapur berumur Permo Karbon, menyusul Slate berumur Trias Atas dan terakhir Intrusi Granit berumur setelah Trias Jura. Susunan batuan granit bervariasi dari granit sampai dioditik dengan inklusi mineral berwarna gelap yaitu Biotit dan adakalanya Amfibol Hijau.

Hidrologi

[sunting | sunting sumber]
Sungai Rangkui

Di wilayah Kota Pangkalpinang terdapat beberapa sungai, pada umumnya sungai-sungai kecil yang ada di wilayah ini bermuara ke Sungai Rangkui. Di samping Sungai Rangkui terdapat juga Sungai Pedindang di bagian selatan. Kedua sungai ini berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan kota yang kemudian mengalir ke Sungai Baturusa dan berakhir di Laut Cina Selatan. Sungai-sungai ini selain berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan kota, juga befungsi sebagai prasarana transportasi sungai dari pasar ke Sungai Baturusa dan terus ke laut. Anak Sungai Rangkui merupakan kanal pengairan dari pintu air kolong kacang Pedang ke Sungai Rangkui yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930-an.[butuh rujukan]

Sumber air untuk air bersih pada umumnya dari air tanah disamping Kolong Kacang Pedang dan Kolong Kace. Pada dasarnya wilayah kota Pangkalpinang kalau dilihat morfologinya berbentuk cekung di mana bagian pusat kota lebih rendah, sehingga keadaan ini memberikan dampak negatif, yaitu rawan banjir terutama pada musim hujan atau pengaruh pasang surut air laut melalui Sungai Rangkui yang membelah Kota Pangkalpinang. Adapun daerah yang tidak pernah tergenang terletak di sebelah Utara, Barat dan Selatan kota.

Sedangkan daerah Timur yang berbatasan dengan Sungai Rangkui dan Laut Cina Selatan dan bagian tengah kota yang dilalui oleh sungai Rangkui sering tergenang oleh air pasang (rob), daerah yang tergenang tersebut terutama Kecamatan Rangkui, Pangkal Balam dan Taman Sari.

Iklim

[sunting | sunting sumber]

Iklim daerah Kota Pangkalpinang tergolong tropis basah tipe A.[22] Variasi hujan di Kota Pangkalpinang antara 56,2-337,9 mm per bulan selama tahun 2003, dengan jumlah hari hujan rata-rata 16 hari setiap bulannya. Bulan yang terkering adalah bulan Agustus. Hawa di daerah ini dipengaruhi oleh laut, baik angin maupun kelembapannya. Suhu udara selama tahun 2003, misalnya bervariasi antara 23,3 - 32,4 derajat Celcius, sedangkan kelembapannya berkisar antara 76 - 88 persen. Angin bergerak setiap hari dengan arah dari Timur pada siang hari dan dari Barat pada malam hari. Rata-rata kecepatan angin cukup bervariasi setiap bulannya yaitu 3 knot pada bulan Februari dan yang tertinggi terjadi tercatat pada bulan Juli, Agustus dan September, yaitu 5 knot.

Data iklim Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 37
(99)
38
(100)
37
(99)
37
(99)
36
(97)
36
(97)
38
(100)
39
(102)
41
(106)
43
(109)
42
(108)
39
(102)
43
(109)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
31
(88)
31.6
(88.9)
32.3
(90.1)
32.5
(90.5)
32.2
(90)
31.9
(89.4)
31.4
(88.5)
32.5
(90.5)
32.4
(90.3)
31.8
(89.2)
30.7
(87.3)
31.73
(89.12)
Rata-rata harian °C (°F) 26.4
(79.5)
26.8
(80.2)
27.2
(81)
27.7
(81.9)
27.9
(82.2)
27.7
(81.9)
27.6
(81.7)
27.8
(82)
28
(82)
28
(82)
27.4
(81.3)
26.7
(80.1)
27.43
(81.32)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.5
(74.3)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24.1
(75.4)
24.4
(75.9)
24.3
(75.7)
24.3
(75.7)
24.3
(75.7)
24.5
(76.1)
24.9
(76.8)
24.7
(76.5)
24
(75)
24.21
(75.55)
Rekor terendah °C (°F) 21
(70)
20
(68)
22
(72)
21
(70)
20
(68)
16
(61)
15
(59)
17
(63)
20
(68)
21
(70)
21
(70)
20
(68)
15
(59)
Presipitasi mm (inci) 278
(10.94)
221
(8.7)
248
(9.76)
242
(9.53)
197
(7.76)
138
(5.43)
132
(5.2)
104
(4.09)
96
(3.78)
155
(6.1)
228
(8.98)
310
(12.2)
2.349
(92,47)
Rata-rata hari hujan 17 12 15 15 13 10 9 6 6 10 15 18 146
% kelembapan 87 87 86 85 84 83 81 82 83 85 87 89 84.9
Rata-rata sinar matahari harian 4.7 6.5 6.3 6.8 7.2 7.6 8.9 9.1 9.5 8.6 6.3 4.2 7.14
Sumber #1: Climate-Data.org[23]
Sumber #2: BMKG[24] & Weatherbase[25]

Kesehatan

[sunting | sunting sumber]

Rumah sakit

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Daftar Rumah Sakit di Kota Pangkalpinang

Pada tahun 2023, persentase penduduk Kota Pangkal Pinang yang mengalami keluhan kesehatan selama sebulan terakhir sebesar 27,81 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 12,28 persen. Dari jumlah tersebut, 36,20 persen tidak menjalani pengobatan jalan, dengan alasan utama tidak ada yang mendampingi (79,01 persen), khawatir terpapar Covid-19 (18,89 persen), waktu tunggu lama (2,03 persen), tidak memiliki biaya berobat (0,25 persen), dan alasan lainnya (0,52 persen). Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir mencapai 75,01 tahun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 74,76 tahun. Fasilitas kesehatan di Kota Pangkal Pinang terdiri dari 7 rumah sakit, 9 puskesmas, dan fasilitas lain seperti posyandu dan klinik yang tersebar di seluruh kecamatan. Tenaga kesehatan terdiri dari 156 tenaga medis, 120 tenaga kefarmasian, 632 tenaga keperawatan, 205 tenaga kebidanan, 156 tenaga keteknisan medis, dan 37 tenaga gizi. Semua tenaga kesehatan tersebut tersebar merata di tujuh kecamatan. [26]

№ Kode Nama Rumah Sakit Jenis Tipe Alamat
1. 1971021 RSUD Depati Hamzah RSUD C Jalan Soekarno–Hatta №50, Bukitbesar, Kec. Girimaya, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684
2. 1971043 RS Bakti Timah Pangkalpinang RS C Jalan Bukit Baru №1, Taman Bunga, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33122
3. 1971004 RS Kalbu Intan Medika RS C Jalan Basuki Rachmat №26, Bukitintan, Kec. Girimaya, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684
4. 1971002 RS Primaya Bhakti Wara RS C Jalan Solihin №180, Gajah Mada, Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33135
5. 1971005 RSIA Dzakirah RSIA C Jalan Depati Hamzah №34, Bacang, Kec. Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33148
6. 1971003 RSIA Muhaya RSIA C Jalan Jendral Sudirman №18, Taman Bunga, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33122
7. 1971006 RSIA Rona RSIA C Jalan KH. Hasan Basri Sulaiman №20, Gedung Nasional, Kec. Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33127


Demografi

[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk dan Angkatan Kerja

[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kota Pangkal Pinang tahun 2023 berdasarkan proyeksi hasil Sensus Penduduk 2020 sebanyak 227.336 orang dengan laju pertumbuhan 1,41 persen, terdiri dari 115.297 laki-laki dan 112.039 perempuan dengan rasio jenis kelamin sebesar 102,17. Rasio beban ketergantungan sebesar 45,53 persen, menunjukkan dominasi penduduk usia produktif. Proporsi penduduk usia 0-14 tahun turun dari 25,19 persen menjadi 25,00 persen, usia kerja 15-64 tahun menurun dari 68,83 persen menjadi 68,71 persen, usia 65 tahun ke atas naik dari 5,98 persen menjadi 6,29 persen. Penduduk usia kerja sebanyak 170.940 orang, 66,55 persen merupakan angkatan kerja dengan jumlah pekerja 107.208 orang dan pengangguran terbuka 6.552 orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,76 persen. Komposisi pekerja didominasi laki-laki sebanyak 66.194 orang (61,74 persen), sementara berdasarkan lapangan usaha utama terbanyak bekerja di perdagangan sebesar 38,76 persen dan status pekerjaan utama sebagai buruh/karyawan/pegawai sebanyak 69,62 persen. Angka pengangguran terbuka tertinggi terdapat pada lulusan SMA sebanyak 3.529 orang, diikuti lulusan perguruan tinggi 1.376 orang, SMP 772 orang, dan SD 875 orang. Jumlah anggota DPRD sebanyak 30 orang terdiri dari 26 laki-laki dan 4 perempuan, tersebar di tujuh partai dengan perwakilan perempuan terdapat pada PDIP, Gerindra, dan Nasdem. Jumlah PNS sebanyak 2.947 orang dengan komposisi 1.862 perempuan (63,18 persen) dan 1.085 laki-laki (36,82 persen), terbanyak dari golongan III sebanyak 2.127 orang (72,17 persen), golongan IV sebanyak 433 orang (14,70 persen), golongan II sebanyak 383 orang (13,00 persen), dan golongan I sebanyak 0,13 persen. Sebagian besar PNS memiliki latar belakang pendidikan Diploma III, Diploma IV, dan Sarjana sebanyak 81,03 persen, sedangkan lulusan SD, SMP, dan SMA sebesar 9,23 persen.[27]

Populasi historis
Tahun Jumlah
Pend.
  
±% p.a.  
2010 175.819—    
2014 191.994+2.22%
2015 196.202+2.19%
2019 215.379+2.36%
2020 218.569+1.48%

Etnis

[sunting | sunting sumber]

Penduduk kota Pangkalpinang dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki keberagaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat (SARA), demikian pula di kecamatan ini. Suku asli atau etnis di kota Pangkalpinang adalah suku Melayu, dan merupakan suku mayoritas di kota ini.[28] Selain suku Melayu, etnis Tionghoa Hakka dari Guangdong juga banyak tinggal di kota ini. Sementara suku lainnya banyak berasal dari suku Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Sunda, Flores dan lainnya.[28]

Agama

[sunting | sunting sumber]
Kelenteng Dewi Mazu Pangkalpinang

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, penduduk di kota ini sangat beragam dalam agama yang dianut. Adapaun persentasi penduduk kota Pangkalpinang berdasarkan agama yang dianut ialah, agama Islam sebanyak 83,77%, kemudian Kristen sebanyak 7,08% dimana Protestan 3,90% dan Katolik 3,18%. Pemeluk agama Buddha yang umumnya keturuan Tionghoa sebanyak 5,54%, Konghucu 3,57% dan sebagian kecil beragama Hindu yakni 0,03% dan aliran kepercayaan 0,01%.[4][29] Sementara untuk rumah ibadah, di kecamatan ini terdapat 96 masjid, 58 mushola, 10 gereja Protestan, 8 vihara, 7 gereja Katolik dan 1 pura.[3]

Agama di Kota Pangkalpinang 2020
Agama Persen
Islam
  
83,77%
Buddha
  
5,54%
Protestan
  
3,90%
Konghucu
  
3,57%
Katolik
  
3,18%
Hindu
  
0,03%
Kepercayaan
  
0,01%

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
Transmart Pangkalpinang

Pangkalpinang memiliki 23+ 4 pada tahun 2011 hotel terdiri dari 5 hotel berbintang dan 18 hotel melati. Jumlah kamar sebanyak 445 buah dan jumlah tempat tidur sebanyak 757 buah. Sedangkan jumlah restoran sebanyak 5 buah.

Ekonomi

[sunting | sunting sumber]

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pangkal Pinang tahun 2023 menunjukkan kontribusi sektor perdagangan sebesar 25,16 persen, industri pengolahan 17,51 persen, konstruksi 10,98 persen, transportasi dan pergudangan 7,03 persen, serta sektor jasa keuangan dan asuransi 4,69 persen. Pertumbuhan ekonomi sektor industri pengolahan sebesar 1,06 persen, menurun dari tahun sebelumnya yang tumbuh 9,34 persen. Industri pengolahan terdiri atas 31 perusahaan besar dan sedang dengan total tenaga kerja 2.399 orang, didominasi industri makanan dan minuman sebanyak 10 perusahaan dengan 634 tenaga kerja, serta industri logam dasar sebanyak 8 perusahaan dengan 859 tenaga kerja. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkal Pinang didominasi oleh usaha mikro sebanyak 25.343 unit (96,60 persen), usaha kecil 830 unit (3,16 persen), dan usaha menengah 62 unit (0,24 persen). Kegiatan perdagangan tercermin dari keberadaan 4 pasar tradisional dan 186 pasar modern, serta penyerapan tenaga kerja terbanyak pada sektor perdagangan yaitu 41.549 orang (38,76 persen). Jumlah koperasi aktif sebanyak 65 unit dengan anggota 17.042 orang dan sisa hasil usaha mencapai 6.052 juta rupiah. Inflasi Kota Pangkal Pinang tahun 2023 sebesar 2,01 persen, turun dari tahun sebelumnya sebesar 6,07 persen, dengan andil terbesar dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,4206 persen. Komoditas penyumbang inflasi terbesar yaitu beras (0,7121 persen), rokok kretek filter (0,4390 persen), dan cabai merah (0,1794 persen), sedangkan penyumbang deflasi tertinggi antara lain ikan kerisi (-0,1395 persen) dan ikan selar (-0,0953 persen).[30]

Rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kota Pangkal Pinang tahun 2023 sebesar Rp2.058.471,00 per bulan, terdiri atas pengeluaran untuk makanan sebesar Rp929.837,00 (45,17 persen) dan bukan makanan sebesar Rp1.128.634,00 (54,83 persen). Proporsi terbesar pengeluaran makanan dialokasikan untuk makanan dan minuman jadi sebesar 29,04 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan terbanyak digunakan untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga sebesar 28,26 persen. Komoditas lainnya seperti ikan/udang/cumi/kerang menyumbang 5,57 persen, daging 3,17 persen, sayur-sayuran 3,84 persen, buah-buahan 2,50 persen, dan rokok 4,78 persen dari total pengeluaran per kapita. Sektor investasi tercermin dari nilai PDRB sektor konstruksi sebesar Rp2.065,33 miliar dengan laju pertumbuhan 9,23 persen dan indeks kemahalan konstruksi sebesar 104,11, tertinggi ketiga di Bangka Belitung. Produksi listrik meningkat sebesar 8,65 persen menjadi 606,34 juta KWh untuk 188.111 pelanggan, sedangkan konsumsi listrik sebesar 577,65 juta KWh dan daya terpasang sebesar 242.870.000 VA. Jumlah pelanggan PDAM mencapai 7.489 pelanggan dengan mayoritas (92,47 persen) berasal dari rumah tangga. Rata-rata pengeluaran per tahun untuk konsumsi rumah tangga sebesar Rp16.734.000,00 per kapita, digunakan sebagai indikator standar hidup dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).[31]

Sosial

[sunting | sunting sumber]

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pangkal Pinang tahun 2023 sebesar 80,45, naik 0,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komponen IPM berupa standar hidup layak diukur melalui pengeluaran per kapita yang disesuaikan, yaitu sebesar Rp16.734.000,00 per tahun. Umur Harapan Hidup (UHH) mencapai 75,01 tahun. Indeks ini menempatkan Kota Pangkal Pinang sebagai wilayah dengan IPM tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Garis kemiskinan per kapita per bulan sebesar Rp894.224,00, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp858.840,00. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan dari 4,55 persen menjadi 4,27 persen, dengan jumlah penduduk miskin turun dari 9,76 ribu jiwa menjadi 9,27 ribu jiwa. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,79 menjadi 0,62, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,21 menjadi 0,17. Gini Ratio meningkat dari 0,268 menjadi 0,277. Indikator-indikator tersebut menunjukkan perubahan pada kualitas kemiskinan dan distribusi pengeluaran di Kota Pangkal Pinang sepanjang tahun 2023.[32]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Di Kota Pangkalpinang terdapat sebuah museum yaitu Museum Timah Indonesia.[33] Selain itu terdapat objek wisata berikut:

  1. Taman Sari
  2. Taman Merdeka
  3. Masjid Jami'
  4. Gereja Maranatha
  5. Gereja Katedral Pangkalpinang
  6. Vihara Citra Maitreya
  7. Klenteng Konghucu
  8. Pantai Pasir Padi
  9. Pantai Sampur
  10. Pantai telapak kaki dewa
  11. Pantai batu belubang
  12. Lapangan Golf Girimaya
  13. Chinatown
  14. Makam Belanda (Keerkhof)
  15. Masjid Agung Kubah Timah[34]

17. Taman Dealova

18. Taman Mandara

19. Bangka botanical garden(BBG)

20. Jembatan Emas

21. Tepian Sungai Rangkui

22. Hutan kota Tua tunu

23. Masjid Kayu tua tunu

Transportasi

[sunting | sunting sumber]

Udara

[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Depati Amir melayani penerbangan 13 kali sehari dari/ke Jakarta yang dilayani oleh Sriwijaya Air 6x, Lion Air 4x,Garuda Indonesia 2x. Sedangkan penerbangan dari/ke Palembang sebanyak 1 kali setiap hari yang dilayani oleh Sriwijaya air. Serta Rute Batam - Pangkalpinang- Tanjung Pandan dilayani oleh 2 maskapai yaitu Sky Aviation dan Wings Air.

Laut

[sunting | sunting sumber]

Di kota ini terdapat Pelabuhan Pangkal Balam, salah satu pelabuhan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain pelabuhan sepanjang 787 m, fasilitas angkutan barang, terminal penumpang, dan tempat parkir. Cabang Pelabuhan Pangkal Balam ini melayani pengangkutan barang impor dan juga ekspor, perdagangan antar pulau, dan angkutan penumpang ke Jakarta dengan kapal ferry atau kapal roll-off dan ke Tanjung Pandan di kabupaten Belitung dengan kapal jetfoil atau speedboat.[35]

Pelabuhan Pangkal Balam melayani wilayah yang kaya akan pertambangan dan pertanian. Komoditas utama di Bangka Belitung adalah timah, kaolin, pasir kuarsa, granit, karet, kelapa sawit dan lada.[35]

Darat

[sunting | sunting sumber]

Pangkalpinang memiliki 4 terminal dalam kota yang menghubungkan rute kecamatan di seluruh Pulau Bangka, sedangkan untuk dalam kota dilayani 5 trayek Angkutan Kota dengan waktu operasinya dari pukul 06.00 s/d 18.00 WIB. Informasi jalur angkutan kota Pangkalpinang:

  1. Angkot kuning untuk rute dari pasar ke Girimaya.
  2. Angkot merah untuk rute dari pasar ke Pangkalbalam.
  3. Angkot biru muda untuk rute dari pasar ke Selindung.
  4. Angkot hijau untuk rute dari pasar ke Jalan Mentok.
  5. Angkot hitam untuk rute dari pasar ke Sampur.
  6. Angkot  Putih  untuk rute dari pasar ke Jalan Sungai Selan.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk Kota Pangkal Pinang tahun 2023 sebesar 10,50 tahun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 10,27 tahun, menunjukkan bahwa penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan hingga kelas 1 SMA/sederajat. Harapan Lama Sekolah (HLS) tahun 2023 mencapai 13,19 tahun, naik dari 13,17 tahun pada tahun sebelumnya, mengindikasikan bahwa anak usia 7 tahun diharapkan dapat menempuh pendidikan hingga kelas 3 SMA/sederajat. Angka Partisipasi Murni (APM) tertinggi terdapat pada jenjang SD/MI sebesar 96,87 persen, diikuti SMP/MTs 78,71 persen, dan SMA/SMK/MA 69,74 persen. Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun 2023 untuk SD/MI sebesar 105,35 persen, SMP/MTs 92,37 persen, dan SMA/SMK/MA 92,78 persen. Jumlah murid dan guru di jenjang SD, SMP, dan SMA/sederajat mengalami peningkatan pada tahun ajaran 2023/2024 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah sekolah bertambah hanya pada jenjang SD/sederajat, sedangkan jenjang lainnya tetap. Indikator pendidikan ini menjadi salah satu komponen pembentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2023 mencapai angka 80,45 di Kota Pangkal Pinang.[36]

Pendidikan dasar dan menengah

[sunting | sunting sumber]

Pembangunan sarana pendidikan di Kota Pangkalpinang cenderung stagnasi setiap tahunnya. Pada tahun 2005 jumlah SD sederajat mencapai 86 buah (68 SD/SDLB Negeri, 12 SD/SDLB swasta dan 6 Madrasah Ibtidaiyah). Jumlah SMTP sederajat 24 buah (10 SMP Negeri, 11 SMP Swasta dan 3 MTs) dan jumlah SMTA sebanyak 25 buah (12 SMU, 10 SMK dan 3 Madrasah Aliyah) serta terdapat juga lembaga pendidikan pra sekolah sebanyak 38 buah (31 Taman Kanak-kanak dan 7 Rhoudatul Atfal).

Pada tahun 2004 jumlah murid SD sederajat 17.792 orang, murid SMTP 8.800 orang dan murid SMTA 11.114 orang. Pada tahun 2005 jumlah murid SD sederajat meningkat menjadi 18.192 orang (17.145 murid SD/SDLB dan 1.047 murid Madrasah Ibtidaiyah), sedangkan pada murid SMTP sederajat menurun menjadi 8.617 orang murid (7.824 murid SMP dan 793 murid MTs). Penurunan juga terjadi pada jumlah murid SMTA yaitu dari 11.114 orang menjadi 10.354 murid (5.154 murid SMU, 4.439 murid SMK dan 761 murid Madrasah Aliyah). Beberapa sekolah percontohan nasional di Pangkalpinang adalah SD Negeri 3, SD Negeri 10, SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1. Untuk anggaran pendidikan ini, Pemkot Pangkalpinang menganggarkan dalam APBD sebesar 21%.

Pendidikan tinggi

[sunting | sunting sumber]
Universitas Terbuka Pangkalpinang

Hal lain yang cukup membanggakan dari dunia pendidikan adalah perkembangan Perguruan Tinggi yang terus mengalami peningkatan kuantitasnya. Pada tahun 2000 perguruan tinggi yang ada di Kota Pangkalpinang adalah STIE PERTIBA dan STIH PERTIBA yang telah berdiri pada tahun 1982, AKPER Pemkot Pangkalpinang, Sekretariat Universitas Terbuka (UT) yang telah hadir sejak tahun 1984, Akademi Akuntansi Bhakti berdiri tahun 1999 dan STIE IBEK berdiri tahun 2000.

Pada tahun 2001 telah dirintis untuk mendirikan STIKES Abdi Nusa dan AMIK Atma Luhur. Penambahan dalam kurun waktu dua tahun tersebut memberikan arti bahwa masyarakat dalam memperoleh kesempatan pendidikan semakin besar dan hal ini menunjukan bahwa upaya untuk mengimbangi laju pertumbuhan peserta didik dari tahun ke tahun cukup mengembirakan. Pada tahun 2006 berdiri Universitas Bangka Belitung yang merupakan cikal bakal universitas negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk mengakomodir tersedianya tenaga kesehatan handal pada tahun 2007 Pemkot Pangkalpinang memprakarsai pendirian Akademi Kebidanan.[butuh rujukan]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ https://regional.kompas.com/read/2022/02/13/162249078/8-fakta-menarik-pangkalpinang-kota-beribu-senyuman-yang-4-persen?page=all
  2. ^ a b "Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2024 tentang Kota Pangkal Pinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal 2024-07-15.
  3. ^ a b "Kota Pangkal Pinang Dalam Angka 2021". www.pangkalpinangkota.bps.go.id. hlm. 7, 41, 137, 138. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  4. ^ a b "Data Penduduk Kota Pangkalpinang Berdasarkan Agama Per Semester II Tahun 2020" (PDF). www.disdukcapil.pangkalpinangkota.go.id. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 6 Maret 2022.
  6. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  7. ^ a b c "Sejarah Singkat". www.pangkalpinangkota.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  8. ^ Swastiwi, A. W., Nugraha, S. A., dan Purnomo, H. (2017). Sobuwati, D., dan Nuraini (ed.). Lintas Sejarah Perdagangan Timah di Bangka Belitung Abad 19 - 20 (PDF). Tanjungpinang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau. hlm. 8. ISBN 978-602-51182-1-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ "Sejarah singkat pangkalpinang". PEMKOT Pangkalpinang. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-26. Diakses tanggal 26 Mei 2009.
  10. ^ https://books.google.co.id/books?id=S14WAQAAMAAJ&q=Zulkarnain+Karim+triatmadja&dq=Zulkarnain+Karim+triatmadja&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwijm_Dj8q_zAhUTdCsKHVgmAcAQ6AF6BAgEEAM
  11. ^ https://klikbabel.com/2019/02/17/malikul-amjad-mantan-wakil-walikota-pangkalpinang-berpulang
  12. ^ Qurniawan, Dedy. "Tugas Asyraf Suryadin Sebagai Pjs Wali Kota Pangkalpinang Berakhir Besok". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-01-31.
  13. ^ Qurniawan, Dedy. "M Sopian Resmi Dilantik Jadi Wali kota Pangkalpinang, Ini Pesan Gubernur". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-01-31.
  14. ^ Qurniawan, Dedy. "Walikota dan Wakil Wali kota Pangkalpinang Terpilih Rencananya Dilantik 20 Desember". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-01-31.
  15. ^ Qurniawan, Dedy. "Pagi Ini Molen-Sopian Dilantik Sebagai Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-01-31.
  16. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Pangkal Pinang 2014-2019
  17. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Pangkal Pinang 2019-2024
  18. ^ "Kota Pangkal Pinang Dalam Angka 2021" (pdf). www.pangkalpinangkota.bps.go.id. hlm. 7, 41, 137, 138. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  21. ^ Evawarni (2009). Rohana, Sita (ed.). Hubungan Antar Suku Bangsa di Kota Pangkalinang (PDF). Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang. hlm. 7. ISBN 978-979-1281-28-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  22. ^ Evawarni (Oktober 2009). Rohana, Sita (ed.). Hubungan Antar Suku Bangsa di Kota Pangkalpinang (PDF). Tanjungpinang: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang. hlm. 6. ISBN 978-979-1281-28-7. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-06-02. Diakses tanggal 2023-06-02.
  23. ^ "Pangkalpinang, Bangka Belitung, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 7 November 2020.
  24. ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 69 & 134. Diakses tanggal 7 Oktober 2024.
  25. ^ "Pangkalpinang, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 7 November 2020.
  26. ^ Pinang, Badan Pusat Statistik Kota Pangkal. "Statistik Daerah Kota Pangkalpinang 2024". pangkalpinangkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  27. ^ Pinang, Badan Pusat Statistik Kota Pangkal. "Statistik Daerah Kota Pangkalpinang 2024". pangkalpinangkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  28. ^ a b "Suku Bangsa Bangka Belitung". www.senibudayaku.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-13. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  29. ^ "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (visual) tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  30. ^ Pinang, Badan Pusat Statistik Kota Pangkal. "Statistik Daerah Kota Pangkalpinang 2024". pangkalpinangkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  31. ^ Pinang, Badan Pusat Statistik Kota Pangkal. "Statistik Daerah Kota Pangkalpinang 2024". pangkalpinangkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  32. ^ Pinang, Badan Pusat Statistik Kota Pangkal. "Statistik Daerah Kota Pangkalpinang 2024". pangkalpinangkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  33. ^ Dwinanto (5 Juli 2017). "Museum Timah Indonesia: Satu-Satunya di Asia". Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  34. ^ "Peletakan Batu pertama Masjid Agung Kubah Timah". 2022-09-17. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-16. Diakses tanggal 2022-09-17.
  35. ^ a b "Pangkal Balam". www.indonesiaport.co.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal 26 Mei 2021.
  36. ^ Pinang, Badan Pusat Statistik Kota Pangkal. "Statistik Daerah Kota Pangkalpinang 2024". pangkalpinangkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pangkalpinang.
  • l
  • b
  • s
Daftar ibu kota provinsi di Indonesia
Sumatra
  • Banda Aceh
  • Medan
  • Pekanbaru
  • Tanjungpinang
  • Padang
  • Jambi
  • Bengkulu
  • Palembang
  • Pangkalpinang
  • Bandar Lampung
Jawa
  • Serang
  • Jakarta
  • Bandung
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Surabaya
Kalimantan
  • Pontianak
  • Palangka Raya
  • Tanjung Selor+
  • Samarinda
  • Banjarbaru
Nusa Tenggara
  • Denpasar
  • Mataram
  • Kupang
Sulawesi
  • Manado
  • Gorontalo
  • Palu
  • Mamuju+
  • Makassar
  • Kendari
Maluku
  • Sofifi+
  • Ambon
Papua
  • Sorong
  • Manokwari+
  • Jayapura
  • Wanggar+
  • Jayawijaya+
  • Merauke+
+) Ibu kota tersebut bukan merupakan satuan daerah yang berbentuk kota otonom.
  • l
  • b
  • s
Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung
  • Wali Kota: Maulan Aklil
  • Wakil Wali Kota: Muhammad Sopian
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Bukit Intan
  • Gabek
  • Gerunggang
  • Girimaya
  • Pangkal Balam
  • Rangkui
  • Taman Sari
Lambang Kota Pangkalpinang
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang
  • l
  • b
  • s
Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Pangkalpinang
  • Gubernur: Hidayat Arsani
  • Wakil Gubernur: Hellyana
Kabupaten
  • Bangka
  • Bangka Barat
  • Bangka Selatan
  • Bangka Tengah
  • Belitung
  • Belitung Timur
Lambang Kepulauan Bangka Belitung
Kota
  • Pangkalpinang
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kota_Pangkalpinang&oldid=27718256"
Kategori:
  • Kota Pangkalpinang
  • Kota di Kepulauan Bangka Belitung
  • Kota di Indonesia
  • Ibu kota provinsi di Indonesia
Kategori tersembunyi:
  • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik
  • Pages using the JsonConfig extension
  • Galat CS1: parameter tidak didukung
  • Galat CS1: tanggal
  • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list
  • Pemeliharaan CS1: Status URL
  • CS1 sumber berbahasa Inggris (en)
  • Pages using multiple image with auto scaled images
  • Pages using gadget WikiMiniAtlas
  • Semua artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan
  • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan
  • Pranala kategori Commons ada di Wikidata
  • Halaman yang menggunakan ekstensi Kartographer

Best Rank
More Recommended Articles