More Info
KPOP Image Download
  • Top University
  • Top Anime
  • Home Design
  • Top Legend



  1. ENSIKLOPEDIA
  2. Hari libur di Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hari libur di Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hari libur di Indonesia

  • Azərbaycanca
  • Banjar
  • Deutsch
  • English
  • 한국어
  • Lietuvių
  • Bahasa Melayu
  • 中文
Sunting pranala
  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Perkakas
Tindakan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Umum
  • Pranala balik
  • Perubahan terkait
  • Pranala permanen
  • Informasi halaman
  • Kutip halaman ini
  • Lihat URL pendek
  • Unduh kode QR
Cetak/ekspor
  • Buat buku
  • Unduh versi PDF
  • Versi cetak
Dalam proyek lain
  • Wikimedia Commons
  • Butir di Wikidata
Tampilan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hari libur nasional di Indonesia)
Bagian dari seri tentang
Budaya Indonesia
Sejarah
  • Template Sejarah menurut provinsi
Bangsa
  • Daftar suku bangsa
  • Daftar suku bangsa menurut provinsi
Bahasa
  • Bahasa Indonesia
Tradisi
  • Etiket di Indonesia
  • Busana nasional Indonesia
Mitologi dan cerita rakyat
  • Mitologi
  • Cerita rakyat
Hidangan
Hari raya
  • Festival
  • Hari libur nasional
Agama
  • Islam
  • Kekristenan
    • Katolik
    • Protestan
  • Hindu
  • Buddhisme
  • Konghucu
  • Yahudi
  • Kepercayaan
Seni
  • Arsitektur
  • Tarian
Sastra
Musik dan seni pertunjukan
  • Musik
    • Melayu
    • Minang
    • Sunda
  • Teater
Media
  • Televisi
  • Perfilman
Olahraga
  • Bola voli
  • Karate
  • Pacuan kuda
  • Selancar
  • Sepak bola
Situs bersejarah
  • Situs Warisan Dunia
Simbol
  • Bendera
  • Lambang
  •  Portal Indonesia
  • l
  • b
  • s

Hari libur di Indonesia terdiri dari dua jenis, yaitu hari libur nasional dan hari libur fakultatif. Hari libur nasional diatur oleh pemerintah pusat, sementara hari libur fakultatif umumnya diatur oleh pemerintah daerah setempat atau oleh instansi tertentu. Selain itu, Presiden juga menentukan hari cuti khusus bagi para aparatur sipil negara (ASN), yang disebut cuti bersama.

Waktu spesifik untuk hari kerja dan hari istirahat (akhir pekan) bagi para para pekerja dan buruh di Indonesia diserahkan kepada perusahaan masing-masing melalui perjanjian kerja dan peraturan perusahaan,[1][2] tetapi akhir pekan di Indonesia umumnya dijalankan pada hari Sabtu dan (terutama) hari Minggu berdasarkan kebiasaan setempat dan tradisi sejak zaman kolonial.[3] Oleh sebab itu, Indonesia tidak memiliki aturan yang mengatur hari libur pengganti bagi hari libur yang jatuh pada akhir pekan.

Sejarah

[sunting | sunting sumber]

Sejak zaman Hindia Belanda, tiap golongan diberikan jatah libur yang berbeda. Orang-orang pribumi, khususnya yang beragama Islam, diberikan jatah libur awal puasa Ramadan dan libur Idulfitri, sementara anak-anak mereka diliburkan dari kegiatan bersekolah selama bulan Ramadan dan hari-hari Idulfitri.[4][5]

Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1946, Pemerintah Indonesia yang baru terbentuk ini mengeluarkan aturan mengenai hari raya (libur), yang terbagi ke dalam hari raya umum, yakni Tahun Baru dan Hari Kemerdekaan, serta hari-hari raya keagamaan Islam, Kristen, dan Tionghoa. Tanggal dari hari-hari raya keagamaan tersebut ditetapkan oleh Menteri Agama.[6] Pemerintah kemudian menambah Hari Angkatan Perang pada tanggal 5 Oktober dan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November sebagai hari raya.[7][8]

Pada tahun 1953, Soekarno sebagai Presiden Indonesia pada saat itu mengeluarkan keputusan yang merombak pengelompokan hari raya dan menetapkan "hari libur" yang dirayakan di seluruh Indonesia. Hari-hari libur yang dimaksudkan ialah Tahun Baru, Hari Kemerdekaan, Nuzululqur'an, Isra Mikraj, dua hari Idulfitri, Iduladha, Tahun Baru Hijriah (1 Muharram), Maulid Muhammad, Wafat Yesus, Paskah hari kedua, Kenaikan Yesus, Pentakosta hari kedua, Natal, dan Hari Buruh (1 Mei). Selain itu, Menteri Agama diberikan hak untuk menentukan hari libur tambahan untuk suatu daerah jika perlu.[9]

Kemudian pada tahun 1962–1963, Pemerintah kembali mengubah hari libur dan mengembalikan pengelompokkan hari raya seperti sebelumnya, tetapi kali ini hari-hari raya umum dan beberapa hari hari raya keagamaan digolongkan sebagai "hari libur" yang berlaku secara nasional, sedangkan hari-hari raya keagamaan lainnnya digongkan sebagai "hari libur fakultatif" yang tidak diwajibkan untuk dirayakan. Tahun Baru, Hari Kemerdekaan, Hari Buruh, dua hari Idulfitri, Iduladha, dan Natal ditetapkan sebagai "hari libur". Hari libur fakultatif terbagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.[10]

  1. Islam, yang terdiri dari Tahun Baru Hijriah, Hari Asyura, Maulid, Isra Mikraj, Nisfu Syakban, Awal Ramadan, dan Nuzululqur'an.
  2. Kristen, yang terdiri dari Natal hari kedua, Wafat Yesus, Paskah hari kedua, dan Kenaikan Yesus.
  3. Katolik, yang terdiri dari Natal hari kedua, Paskah hari kedua, Kenaikan Yesus, dan Hari Santa Maria.
  4. Hindu Bali, yang berjumlah maksimal empat hari dan penetapannya ditentukan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali dengan persetujuan Menteri Agama.

Pada tahun 1967, Pemerintah Orde Baru merombak hari libur dan menghapus pengelompokan hari libur fakultatif, kecuali aturan mengenai hari libur khusus bagi umat Hindu Bali. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 251 Tahun 1967, hari raya yang ditetapkan sebagai hari libur adalah Tahun Baru, dua hari Idulfitri, Iduladha, Maulid Muhammad, Natal, Tahun Baru Hijriah, Hari Kemerdekaan, Hari Buruh, Isra Mikraj, Kenaikan Yesus, dan Hari Santa Maria.[11] Aturan inilah yang kemudian digunakan sebagai petunjuk hari libur nasional di Indonesia hingga saat ini, meskipun beberapa perubahan pada keputusan presiden tersebut masih dilakukan pada tahun-tahun setelahnya, seperti penghapusan Hari Buruh sebagai hari libur setahun kemudian,[12] penghapusan Hari Santa Maria yang digantikan dengan Hari Wafat Yesus pada tahun 1971,[13] serta penambahan Nyepi dan Waisak pada tahun 1983.[14]

Pada tahun 2002, Pemerintah Indonesia mengakui Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional,[15] setelah sebelumnya diberi pembatasan di ruang publik selama tiga dekade.[16][17] Pada tahun yang sama, konsep cuti bersama mulai diberlakukan dengan dikeluarkannya keputusan bersama antara Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada saat itu.[18] Pada tahun-tahun setelahnya, hari libur nasional dan cuti bersama selalu diumumkan dan ditetapkan setiap tahunnya melalui keputusan bersama tiga menteri yang mengurusi bidang agama, ketenagakerjaan, dan kepegawaian negara.

Pada tahun 2013, Pemerintah mengembalikan Hari Buruh sebagai hari libur nasional.[19] Lalu pada tahun 2016, Pemerintah menambah Hari Lahir Pancasila, yang sebelumnya hanya berstatus sebagai hari penting, menjadi hari libur nasional.[20]

Pada tahun 2024, Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 8 Tahun 2024 yang mendaftar seluruh hari libur nasional yang berlaku di Indonesia serta mencabut beberapa keputusan presiden (keppres) sebelumnya yang juga berisi daftar hari libur nasional.[21] Dalam aturan tersebut, hari-hari libur nasional yang diadakan setelah keppres sebelumnya, yakni Tahun Baru Imlek, Hari Buruh Internasional, Hari Lahir Pancasila, dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah), dimasukkan ke dalam daftar tersebut.[22] Keppres ini juga sekaligus menetapkan penggunaan nomenklatur "Yesus Kristus" dalam penamaan hari libur nasional yang berhubungan dengan hari raya keagamaan Kristiani, alih-alih nama "Isa Almasih" yang sebelumnya selalu digunakan dalam penetapan hari libur oleh Pemerintah.[23]

Hari libur nasional

[sunting | sunting sumber]

Dengan kewenangannya memegang kekuasaan pemerintahan, Presiden menetapkan hari-hari libur yang berlaku secara nasional. Ketetapan terbaru yang mengatur hari libur nasional di Indonesia saat ini adalah Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024.[21] Keputusan tersebut menetapkan 17 hari libur yang berlaku nasional, serta menghapus Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 dan beberapa keputusan terkait yang sebelumnya juga mengatur hari-hari libur.

Lebih lanjut lagi, tiga menteri yang mengurusi bidang agama, ketenagakerjaan, dan kepegawaian negara menetapkan keputusan bersama yang mengatur hari libur dan cuti bersama setiap tahunnya sesuai dengan kewenangan masing-masing. Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024 memberikan Menteri Agama kewenangan khusus untuk menentukan tanggal hari libur keagamaan, terutama hari Tahun Baru Hijriah, Idulfitri, dan Iduladha.[21] Menteri Ketenagakerjaan berkewenangan untuk menegaskan hari libur bagi tenaga kerja sebagai implementasi atas Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 yang menjamin hak pekerja dan buruh untuk tidak bekerja pada hari libur.[24] Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (yang mengurusi bidang kepegawaian negara) juga memiliki kewenangan untuk menegaskan hari libur bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai implementasi aras Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 yang memperbolehkan perubahan hari kerja ASN oleh karena hari libur dan cuti bersama.[25]

Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari libur nasional umumnya berupa hari-hari besar keagamaan untuk agama-agama tertentu (khususnya yang diakui resmi di Indonesia) serta hari-hari penting tertentu yang dirayakan secara nasional atau internasional. Masing-masing hari libur nasional umumnya dirayakan selama sehari, kecuali Idulfitri yang dirayakan selama dua hari.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 (yang juga telah diubah beberapa kali oleh beberapa UU setelahnya) menyatakan bahwa pemungutan suara untuk pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) harus dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan. Oleh karena demikian, Presiden berkewenangan mengeluarkan keputusan presiden untuk menetapkan hari pemungutan suara pemilu atau pilkada serentak sebagai hari libur nasional. Untuk hari-hari pemungutan suara yang pernah ditetapkan sebagai hari libur nasional, lihat daftar ini.

Hari libur yang berlaku

[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan daftar hari libur nasional yang berlaku di Indonesia.

Hari raya keagamaan

  Islam
  Kekristenan
  Hindu Bali

  Buddha
  Konghucu

Hari libur sekuler

  Nasional
  Internasional

Tanggal Nama Tahun dirayakan Keterangan
Kalender Gregorius Kalender lain
1 Januari Tahun Baru Masehi 1946– Hari tahun baru dalam penanggalan Masehi (Gregorius).
Antara 21 Januari – 20 Februari 1 Cia Gwee
(Imlek)
Tahun Baru Imlek 2003– Hari tahun baru dalam penanggalan Imlek (Tionghoa). Hari tersebut menjadi hari raya keagamaan bagi umat Konghucu dan sekaligus perayaan tradisional bagi orang-orang Tionghoa.
Antara 5 Maret – 2 April 1 Kadasa
(Saka)
Hari Suci Nyepi
(Tahun Baru Saka)
1983– Hari tahun baru dalam penanggalan Saka. Umat Hindu Bali merayakan hari tersebut sebagai hari suci dengan melakukan upacara Nyepi.
Hari Jumat antara 20 Maret – 23 April[a] Wafat Yesus Kristus
(Jumat Agung)
1953–1962, 1971– Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani untuk memperingati peristiwa sengsara, penyaliban, dan wafat Yesus Kristus.
Hari Minggu antara 22 Maret – 25 April[a] Kebangkitan Yesus Kristus
(Paskah)
2024– Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani untuk merayakan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus.
Hari Kamis antara 30 April – 3 Juni[a] Kenaikan Yesus Kristus 1953–1962, 1968– Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani untuk memperingati peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga.
1 Mei Hari Buruh Internasional 1953–1967, 2014– Perayaan bagi kaum buruh dan para pekerja di seluruh dunia.
Antara 6 Mei – 4 Juni 15 Waisaka
(Buddhis)
Hari Raya Waisak 1983– Hari raya keagamaan bagi umat Buddha untuk memperingati peristiwa kelahiran, nibbana (pencerahan), dan parinibbana (kematian) Buddha Siddhartha Gautama.
1 Juni Hari Lahir Pancasila 2016– Peringatan atas peristiwa lahirnya konsep Pancasila dalam pidato "Lahirnya Pancasila" yang disampaikan oleh Soekarno.
17 Agustus Proklamasi Kemerdekaan 1946– Peringatan atas peristiwa pernyataan kemerdekaan Indonesia melalui Teks Proklamasi.
25 Desember Kelahiran Yesus Kristus
(Natal)
1953– Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani untuk memperingati peristiwa kelahiran Yesus Kristus.
Tidak tetap[b] 1 Muharam
(Hijriah)
Tahun Baru Islam Hijriah 1953–1962, 1968– Hari tahun baru dalam penanggalan Hijriah (Islam).
12 Rabiulawal
(Hijriah)
Maulid Muhammad Hari raya keagamaan bagi umat Muslim untuk memperingati peristiwa kelahiran Muhammad.
27 Rajab
(Hijriah)
Isra Mikraj Muhammad Hari raya bagi umat Muslim untuk memperingati perjalanan ajaib Muhammad dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa (Isra), lalu ke langit hingga Sidratulmuntaha (Mikraj).
1 Syawal
(Hijriah)
Hari Raya Idulfitri
hari pertama
1953– Hari raya bagi umat Muslim untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadan, yaitu bulan ketika umat Muslim dunia menunaikan ibadah Puasa. Hari tersebut juga dikenal sebagai hari Lebaran.
2 Syawal
(Hijriah)
Hari Raya Idulfitri
hari kedua
10 Zulhijah
(Hijriah)
Hari Raya Iduladha Hari raya bagi umat Muslim untuk memperingati kepatuhan Ibrahim dalam Islam atas perintah Allah untuk mengurbankan Ismail dalam Islam. Hari tersebut juga menandai puncak rangkaian ibadah Haji, sehingga dikenal sebagai hari Lebaran Haji.
Khusus[c]
(lihat daftar ini)
Hari Pemungutan Suara 1999– Hari pemungutan suara pada pemilihan umum legislatif, pemilihan umum Presiden, atau pemilihan kepala daerah serentak.

Hari libur yang dihapus

[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan daftar hari penting yang sudah tidak ditetapkan lagi sebagai hari libur nasional di Indonesia. Hari-hari berikut mungkin masih dirayakan sebagai hari libur fakultatif di beberapa daerah atau hanya sebagai hari penting yang tidak diliburkan.

Hari raya keagamaan

  Islam
  Kekristenan

Hari libur sekuler

  Nasional

Tanggal Nama Tahun dirayakan Keterangan
Kalender
Gregorius
Kalender
terkait
Hari Senin antara 23 Maret – 26 April[a] Paskah
hari kedua
1953–1962 Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani untuk merayakan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus.
Hari Senin antara 11 Mei – 14 Juni[a] Pentakosta
hari kedua
Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani untuk merayakan peristiwa turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan murid-murid Yesus.
15 Agustus Mikraj Santa Maria
(Maria Diangkat ke Surga)
1968–1970 Hari raya keagamaan bagi umat Kristiani, khususnya umat Katolik, untuk merayakan pesta diangkatnya tubuh dan jiwa Bunda Maria, ibu Yesus, ke dalam kemuliaan surgawi.
28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 1946–1952 Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini merupakan bentuk pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia oleh pemuda dan pemudi di Indonesia dengan pernyataan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.
10 November Hari Pahlawan Peringatan atas Pertempuran Surabaya, yaitu pertempuran antara para pejuang pro kemerdekaan Indonesia melawan pasukan militer Britania Raya, yang menggugurkan banyak korban jiwa.
Tidak tetap[b] 17 Ramadan
(Hijriah)
Nuzululqur'an 1953–1962 Hari raya keagamaan bagi umat Muslim yang memperingati turunnya wahyu Allah yang pertama kepada Muhammad, yang kelak menjadi Al-Qur'an.

Hari pemungutan suara

[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1999, Peraturan Perundang-undangan tentang Pemilihan Umum mengatur bahwa hari pemungutan suara suatu pemilihan umum harus diadakan pada hari libur atau hari yang diliburkan. Dengan alasan tersebut, Presiden menetapkan hari pemungutan suara untuk setiap pemilihan umum legislatif dan Presiden sejak tahun 1999, dan kemudan setiap pemilihan kepala daerah serentak sejak tahun 2015, di Indonesia sebagai hari libur nasional melalui keputusan presiden. Hari pemungutan suara untuk pemilihan kepala daerah antara tahun 2005–2013 umumnya ditetapkan sebagai hari libur fakultatif oleh kepala daerah setempat.

Berikut adalah hari-hari pemungutan suara yang pernah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui keputusan presiden.

Tahun Tanggal Hari Jenis pemilihan Pemilihan Dasar hukum (Keppres)
1999 7 Juni Senin DPR dan DPRD Pileg 1999 No. 53 Tahun 1999[26]
2004 5 April DPR, DPD, dan DPRD Pileg 2004 No. 26 Tahun 2004[27]
5 Juli Presiden Pilpres 2004 (Putaran ke-1) No. 55 Tahun 2004[28]
20 September Pilpres 2004 (Putaran ke-2) No. 75 Tahun 2004[29]
2009 9 April Kamis DPR, DPD, dan DPRD Pileg 2009 No. 7 Tahun 2009[30]
8 Juli Rabu Presiden Pilpres 2009 No. 17 Tahun 2009[31]
2014 9 April DPR, DPD, dan DPRD Pileg 2014 No. 14 Tahun 2014[32]
9 Juli Presiden Pilpres 2014 No. 24 Tahun 2014[33]
2015 9 Desember Gubernur, bupati, dan wali kota Pilkada 2015 No. 25 Tahun 2015[34]
2017 15 Februari Pilkada 2017 No. 3 Tahun 2017[35]
2018 27 Juni Pilkada 2018 No. 15 Tahun 2018[36]
2019 17 April DPR, DPD, DPRD, dan Presiden Pemilu 2019 No. 10 Tahun 2019[37]
2020 9 Desember Gubernur, bupati, dan wali kota Pilkada 2020 No. 22 Tahun 2020[38]
2024 14 Februari DPR, DPD, DPRD, dan Presiden Pemilu 2024 No. 10 Tahun 2024[39]
27 November Gubernur, bupati, dan Wali kota Pilkada 2024 No. 33 Tahun 2024[40]

Cuti bersama

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Cuti bersama

Cuti bersama merupakan salah satu jenis cuti yang diperuntukkan bagi para aparatur sipil negara (ASN). Hari-hari cuti bersama diatur setiap tahunnya dalam keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang juga mengatur hari libur nasional. Hari cuti bersama tersebut juga perlu ditetapkan setiap tahunnya oleh Presiden melalui keputusan presiden, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Nomor 49 Tahun 2018.[41][42] Cuti bersama ditetapkan pada hari-hari sebelum dan/atau sesudah hari libur nasional tertentu. Cuti bersama bagi ASN bersifat wajib dan tidak termasuk dalam cuti tahunan, sehingga jatah hari cuti bersama yang hilang karena suatu alasan akan beralih menjadi cuti tahunan tambahan.[43][44]

Cuti bersama sebenarnya bersifat fakultatif bagi pegawai perusahaan, baik swasta maupun BUMN. Pegawai dan pekerja yang mengambil cuti pada hari-hari cuti bersama ASN sama dengan memotong jatah cuti tahunan.[45]

Hari libur fakultatif

[sunting | sunting sumber]

Hari libur fakultatif ditetapkan oleh pemerintah daerah atau instansi setempat dan diperuntukkan bagi kelompok masyarakat atau umat beragama tertentu. Jenis hari libur ini biasanya berupa hari-hari besar keagamaan atau hari-hari penting yang tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional. Meskipun tidak ditentukan oleh Pusat, keresmian hari libur fakultatif tersebut dijamin oleh Pemerintah.[46]

Pemerintah Bali setiap tahun mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan atau memberi dispensasi bagi umat Hindu Bali pada hari-hari besar keagamaan Hindu tertentu, seperti rangkaian Nyepi, rangkaian Galungan, rangkaian Kuningan, Siwaratri, Saraswati, dan Pagerwesi.[47]

Pemerintah Nusa Tenggara Timur juga mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan instansi dan badan usaha pemerintah pada hari-hari Kamis Putih dan Senin Paskah.[48]

Pada tahun 2020, Pemerintah Papua mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan instansi Provinsi pada Hari Perkabaran Injil.[49]

Pada tahun 2023, Pemerintah Papua Barat mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan instansi dan badan usaha pemerintah pada hari Otonomi Khusus Papua.[50]

Pada pilkada di daerah yang diadakan sebelum 2015, tanggal pencoblosan ditetapkan sebagai hari libur fakultatif (kecuali jika jatuh pada hari Minggu), misalnya di Jakarta dan Jawa Timur.[51][52] Bahkan dalam kasus yang jarang, hal serupa juga terjadi pada penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Samosir pada tahun 2019.[53] Menjelang pelaksanaan PSU Parigi Moutong 2025, pemerintah setempat mengeluarkan surat edaran yang menetapkan tanggal pemungutan suara, 16 April sebagai hari libur daerah.[54]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • Daftar hari penting di Indonesia

Catatan

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d e Tanggal pasti Paskah ditentukan berdasarkan perhitungan yang disebut computus. Untuk setiap tahunnya, hari Paskah ditentukan pada hari Minggu pertama yang jatuh setelah Bulan Purnama Paskah, yaitu waktu bulan purnama pertama yang muncul setelah tanggal 21 Maret atau persis pada tanggal tersebut. Tanggal 21 Maret adalah hari "ekuinoks gerejawi", yaitu hari ekuinoks tetap yang digunakan untuk keperluan gerejawi terlepas dari tanggal ekuinoks Maret astronomis. Hari Wafat Yesus (Jumat Agung) adalah hari Jumat sebelum Paskah, atau lebih tepatnya dua hari sebelum Paskah. Hari Kenaikan Yesus berada tepat empat puluh (40) hari setelah Paskah, yang selalu jatuh pada hari Kamis. Hari Pentakosta jatuh lima puluh (50) hari setelah Paskah, yang selalu jatuh pada hari Minggu.
  2. ^ a b Oleh karena kalender Hijriah merupakan kalender candra murni, yaitu kalender yang hanya berdasarkan fase bulan tanpa memperhitungkan revolusi Bumi, maka kalender tersebut hanya memiliki 354 hari tanpa adanya bulan kabisat. Akibatnya, hari libur yang berdasarkan kalender tersebut selalu maju sekitar 11 hari dari tahun sebelumnya dan tidak ada rentang tanggal yang tetap dalam kalender Gregorius.
  3. ^ Tanggal bergantung pada jadwal pemilihan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum dan kemudian digunakan sebagai acuan penetapan hari libur nasional melalui keputusan presiden.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Ketenagakerjaan". Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.
  2. ^ "Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang". Undang-Undang No. 6 Tahun 2003.
  3. ^ Yusman, Denny (2024-05-10). "Sejarah Panjang Dibalik Sabtu Minggu Hari Libur Akhir Pekan". RRI. Diakses tanggal 2024-10-09.
  4. ^ "Libur Puasa Anak Sekolah Zaman Belanda". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2018-05-24. Diakses tanggal 2023-08-27.
  5. ^ 64. "Di Masa Penjajahan, Pribumi Hanya Memiliki Dua Hari Setahun | Republika ID". republika.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-08-27.
  6. ^ "Aturan Hari Raya". Penetapan Pemerintah No. 2/um Tahun 1946.
  7. ^ "Tanggal 5 Oktober dijadikan Hari Raya "Hari Angkatan Perang"". Penetapan Pemerintah No. 7/Um Tahun 1946.
  8. ^ "Hari bulan 10 November dijadikan Hari Raya "Hari Pahlawan"". Penetapan Pemerintah No. 9/Um Tahun 1946.
  9. ^ "Penetapan Aturan Hari-Hari Libur". Keputusan Presiden No. 24 Tahun 1953.
  10. ^ "Perubahan Keputusan Presiden No. 234 Tahun 1962 Tentang Peraturan Hari Libur". Keputusan Presiden No. 121 Tahun 1963.
  11. ^ "Hari-Hari Libur". Keputusan Presiden No. 251 Tahun 1967.
  12. ^ "Perubahan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 251 Tahun 1967 Tentang Hari-Hari Libur". Keputusan Presiden No. 148 Tahun 1968.
  13. ^ "Hari Wafat Isa Al-Masih Dinyatakan sebagai Hari Raya/Hari Libur". Keputusan Presiden No. 10 Tahun 1971.
  14. ^ "Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 tentang Hari-Hari Libur sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971". Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1983.
  15. ^ "Hari Tahun Baru Imlek". Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002.
  16. ^ "Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina". Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967.
  17. ^ "Dinamika Perayaan Imlek Dari Orde Baru Hingga Reformasi". Kompaspedia. 2024-02-10. Diakses tanggal 2024-08-19.
  18. ^ "Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2002 dan 2003". Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 461/2002, KEP.216/MEN/2002, 01/SKB/M.PAN/XI/2002.
  19. ^ "Penetapan Tanggal 1 Mei Sebagai Hari Libur". Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2013.
  20. ^ "Hari Lahir Pancasila". Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2016.
  21. ^ a b c "Hari-Hari Libur". Keputusan Presiden No. 8 Tahun 2024.
  22. ^ Mufarida, Binti (2024-01-31). "Jokowi Tetapkan 16 Hari Libur Tahun 2024, Ini Daftarnya". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2024-01-31.
  23. ^ Nugraheny, Dian Erika (2024-01-30). Krisiandi (ed.). "Jokowi Ganti Nomenklatur Libur "Isa Almasih" Jadi "Yesus Kristus"". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-01-31.
  24. ^ "Ketenagakerjaan". Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.
  25. ^ "Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara". Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2023.
  26. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 1999 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 53 Tahun 1999.
  27. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2004 Sebagai Hari Yang Diliburkan". Keputusan Presiden No. 26 Tahun 2004.
  28. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Tahap Pertama Tahun 2004 Sebagai Hari Yang Diliburkan". Keputusan Presiden No. 55 Tahun 2004.
  29. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Tahap Kedua Tahun 2004 Sebagai Hari Yang Diliburikan". Keputusan Presiden No. 75 Tahun 2004.
  30. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2009 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 7 Tahun 2009.
  31. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2009 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 17 Tahun 2009.
  32. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 14 Tahun 2014.
  33. ^ "Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2014 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2014.
  34. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Buapti Serta Wali kota Dan Wakil Wali kota Tahun 2015 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 25 Tahun 2015.
  35. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Wali kota dan Wakil Wali kota Tahun 2017 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2017.
  36. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Wali kota dan Wakil Wali kota Tahun 2018 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 15 Tahun 2018.
  37. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 10 Tahun 2019.
  38. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Wali kota dan Wakil Wali kota Tahun 2020 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2020.
  39. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2024 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 10 Tahun 2024.
  40. ^ "Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Wali kota dan Wakil Wali kota Tahun 2024 Sebagai Hari Libur Nasional". Keputusan Presiden No. 10 Tahun 2024.
  41. ^ "Manajemen Pegawai Negeri Sipil". Peraturan Pemerintah No. 11 per .
  42. ^ "Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja". Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018.
  43. ^ "Manajemen Pegawai Negeri Sipil". Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017.
  44. ^ "Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja". Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018.
  45. ^ "Pelaksanaan Cuti Bersama pada Perusahaan". Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No. M/3/HK.04/IC/2022 (PDF).
  46. ^ Fatimah, Nur (7 Desember 2019). "Arti Libur Fakultatif Beserta Contohnya di Indonesia". Pelayanan Publik. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-28. Diakses tanggal 15 Januari 2022.
  47. ^ "Hari Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2024". Surat Edaran Gubernur Bali No. 7 Tahun 2023 (PDF).
  48. ^ "Viral Surat Edaran Libur Paskah dari Sekda NTT untuk ASN di Lingkup Pemprov Nusa Tenggara Timur". Pos-kupang.com. Diakses tanggal 2024-09-06.
  49. ^ "Papua Tetapkan 3 Hari Libur Fakultatif HUT Pekabaran Injil". kumparan.com. 4 Februari 2020. Diakses tanggal 2024-11-25.
  50. ^ Jess (20 November 2023). "Besok Pemprov Papua Barat Libur Fakultatif Peringati Hari-Otsus, Pameran Terpusat di Kota Sorong". papuabaratprov.go.id. Diakses tanggal 2024-11-25.
  51. ^ "Dorong Warga ke TPS, 11 Juli 2012 Dijadikan Hari Libur". detiknews. Diakses tanggal 2025-04-14.
  52. ^ "Gelar Pemilukada, 29 Agustus Jatim Libur". Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-04-14.
  53. ^ Bisnis, Harian Medan. "31 Oktober, Samosir Libur Fakultatif, 96 Desa Gelar Pilkades Serentak". MedanBisnisDaily.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-04-14. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  54. ^ Indarto, Risco (2025-04-14). "Jelang PSU Pilkada Parigi Moutong, Pemda Parimo Tetapkan 16 April 2025 Jadi Hari Libur agar Warga Bisa ke TPS - Gema Sulawesi". Jelang PSU Pilkada Parigi Moutong, Pemda Parimo Tetapkan 16 April 2025 Jadi Hari Libur agar Warga Bisa ke TPS - Gema Sulawesi. Diakses tanggal 2025-04-14.

Pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Iwan Gayo (1991). Buku Pintar Seri Junior. Jakarta: Upaya Warga Negara. hlm. 342–345.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • Libur Nasional dan Cuti Bersama di Indonesia Diarsipkan 2023-06-04 di Wayback Machine.
  • Public holidays in Indonesia Diarsipkan 2023-07-07 di Wayback Machine.
  • Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun Diarsipkan 2023-06-19 di Wayback Machine.
  • Hari Libur Umum di Indonesia
  • l
  • b
  • s
Topik Indonesia
Sejarah Nusantara
(pra-Indonesia)
  • Garis waktu
  • Prasejarah
  • Kerajaan Hindu-Buddha
  • Kerajaan Islam
  • Kerajaan Kristen
  • Era kolonial Portugis
  • Era VOC
  • Era Hindia Belanda
  • Era pendudukan Jepang
Sejarah Indonesia
  • Sejarah nama
  • Proklamasi
  • Era transisi
    • Revolusi nasional
    • KMB
    • Pengakuan Belanda
  • Era RIS
  • Era demokrasi liberal
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959
    • Pemilihan Umum 1955
  • Era demokrasi terpimpin
    • Politik Mercusuar
    • Trikora
    • Konfrontasi ke Malaysia
    • G30S
  • Era orde baru
    • Supersemar
    • Pendudukan di Timor Timur
    • Gerakan 1998
  • Era reformasi
    • Referendum Timor Timur
Geografi
  • Air terjun
  • Bendungan dan waduk
  • Danau
  • Pegunungan
    • Gunung berapi
  • Pulau dan kepulauan
    • menurut provinsi
    • abjad A-L
    • M-Z
  • Perairan
    • Laut
    • Pantai
    • Selat
    • Sungai
    • Teluk
  • Tanjung
  • Tempat
  • Titik-titik garis pangkal
  • Wilayah
Politik dan
pemerintahan
  • Ibu kota negara
  • Lembaga negara
  • Pemerintah
  • Presiden
    • Kementerian
  • MPR
    • DPR
    • DPD
  • Kekuasaan kehakiman
    • MA
    • MK
    • KY
  • BPK
  • Perwakilan di luar negeri
  • Kepolisian
  • Militer
  • Administratif (Provinsi
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan/desa)
  • Hubungan luar negeri
  • Hukum
  • Undang-undang
  • Pemilu
  • Partai politik
  • Kewarganegaraan
Ekonomi
  • APBN
  • APBD
  • Bank
  • Pasar modal
    • IDX
    • JFX
  • Pariwisata
  • Pertanian dan perkebunan
  • Perusahaan
    • BUMN
  • Sains dan teknologi
  • Transportasi
    • Penerbangan
    • Perkeretaapian
Demografi
  • Suku bangsa
  • Bahasa nasional
  • Bahasa daerah
  • Agama
  • Nama orang
  • Tokoh
  • Kesehatan
    • Kesehatan hewan
    • Pelayanan kesehatan
  • Pendidikan
  • Olahraga
Budaya
  • Seni
    • Film
    • Tari
    • Sastra
    • Musik
    • Lagu
    • Teater
    • Bela diri
  • Masakan
  • Mitologi
  • Permainan tradisional
  • Busana daerah
  • Arsitektur
    • Bandar udara
    • Pelabuhan
    • Stasiun kereta api
    • Terminal
    • Pembangkit listrik
  • Warisan Budaya
    • UNESCO
    • Wayang
    • Batik
    • Keris
    • Angklung
    • Tari Saman
    • Noken
Simbol
  • Sang Saka Merah Putih
  • Garuda Pancasila
  • Ibu Pertiwi
  • Nusantara
Flora dan fauna
  • Fauna Indonesia
    • Binatang endemik
    • Identitas nasional dan regional
  • Flora Indonesia
    • Tumbuhan endemik
    • Identitas nasional dan regional
  • Burung
    • endemik
  • Ikan
  • Cagar alam
  • Suaka margasatwa
  • Taman nasional
  • Terumbu karang
Lainnya
  • Media
  • Telekomunikasi
    • Internet
    • Permainan video
  • Penyiaran
    • Televisi
      • Terestrial
      • Berlangganan
    • Radio
  • Tanda kehormatan
  • Kode pos
  • Kode telepon
  • Kode kendaraan
  • Hari penting
Outline Garis besar • Portal Portal
  • l
  • b
  • s
Hari libur di Asia
Negara
berdaulat
  • Afganistan
  • Arab Saudi
  • Armenia1
  • Azerbaijan1
  • Bahrain
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • Brunei
  • Filipina
  • Georgia1
  • India
  • Indonesia
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Jepang
  • Kamboja
  • Kazakhstan3
  • Kirgizstan
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Kuwait
  • Laos
  • Lebanon
  • Maladewa
  • Malaysia
  • Mesir3
  • Mongolia
  • Myanmar
  • Nepal
  • Oman
  • Pakistan
  • Qatar
  • Rusia3
  • Singapura
  • Siprus1
  • Sri Lanka
  • Suriah
  • Tajikistan
  • Thailand
  • Timor Leste2
  • Tiongkok
  • Turki3
  • Turkmenistan
  • Uni Emirat Arab
  • Uzbekistan
  • Vietnam
  • Yaman
  • Yordania
Negara dengan
pengakuan terbatas
  • Abkhazia1
  • Republik Artsakh1
  • Ossetia Selatan1
  • Palestina
  • Siprus Utara1
  • Republik Tiongkok
Dependensi dan
wilayah lain
  • Kepulauan Cocos (Keeling)
  • Hong Kong
  • Makau
  • Pulau Natal
  • Wilayah Samudra Hindia Britania
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_libur_di_Indonesia&oldid=27751782"
Kategori:
  • Galat CS1: nama berupa angka
  • Hari libur di Indonesia
  • Hari libur
Kategori tersembunyi:
  • CS1 sumber berbahasa American English (en-us)
  • Galat CS1: parameter tidak didukung
  • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui
  • Galat CS1: parameter kosong tidak dikenal
  • Templat webarchive tautan wayback

Best Rank
More Recommended Articles