Kabupaten Lumajang
Kabupaten Lumajang | |
---|---|
Transkripsi bahasa daerah | |
• Jawa | Lamajang (Gêdrig) لاماجاڠ (Pégon) ꦭꦩꦗꦁ (Hånåcåråkå) |
• Madura | Lomajhâng (Latèn) لومجهيڠ (Pèghu) ꦭꦺꦴꦩꦙꦼꦁ (Carakan) |
• Tionghoa | 鲁马江 (Hànzì) lǔ mǎ jiāng (Pīnyīn) Lô-ma-chiang (Pe̍h-ōe-jī) |
Julukan:
| |
Motto: Amreta brata wira bhakti (Sanskerta) Bentuk kebaikan yang tiada terputus adalah jiwa kesatria dan pengabdian (1971 Masehi)[1] | |
![]() Peta | |
Koordinat: 8°08′S 113°13′E / 8.13°S 113.22°E | |
Negara | ![]() |
Provinsi | Jawa Timur |
Tanggal berdiri | 8 Agustus 1950[2] |
Dasar hukum | UU No.12/1950 |
Hari jadi | 15 Desember 1255 |
Ibu kota | Lumajang |
Jumlah satuan pemerintahan | |
Pemerintahan | |
• Bupati | Indah Amperawati Masdar |
• Wakil Bupati | Yudha Adji Kusuma |
• Sekretaris Daerah | Agus Triyono |
• Ketua DPRD | Eko Adis Prayoga |
Luas | |
• Total | 1.790 km2 (690 sq mi) |
Populasi (2023) | |
• Total | 1.147.264 |
• Kepadatan | 640/km2 (1,700/sq mi) |
Demografi | |
• Agama | |
• Bahasa | Indonesia (resmi) Jawa (dominan) – Jawa Lumajang – Jawa Tengger Madura – Madura Lumajang Tionghoa Bahasa-bahasa lainnya |
• IPM | ![]() Tinggi 2 (2024)[3] |
Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
Kode pos | |
Kode BPS | |
Kode area telepon | +62 334 |
Kode ISO 3166 | ID-JI |
Pelat kendaraan | N xxxx U*/Y**/Z* |
Kode Kemendagri | 35.08 ![]() |
APBD | Rp2.290.000.000.000 (2024) |
PAD | Rp 328.286.718.273 (2024) |
DAU | Rp 2.045.000.000.000,- (2018)[4] |
Semboyan daerah | Lumajang Hebat Bermartabat |
Slogan pariwisata | Lumajang Eksotik |
Flora resmi | Pisang agung |
Fauna resmi | Walangkopo bilok |
Situs web | lumajangkab |

Kabupaten Lumajang (Hanacaraka: ꦭꦸꦩꦗꦁ, Pegon: لوماجاڠ; pelafalan dalam bahasa Indonesia: [luˈmad͡ʒaŋ]) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Lumajang Kota. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Malang di barat. Kabupaten Lumajang merupakan bagian dari wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.[5]
Lumajang merupakan salah satu kota tertua di Jawa Timur, bahkan sudah menjadi pusat peradaban sejak ratusan tahun lalu. Dibuktikan nya dengan beberapa situs pra-sejarah dan beberapa peninggalan dari era kerajaan yang ada di Jawa Timur. Lumajang juga disebut Bali's Cousin karena topografi yang mirip dan memang Lumajang menjadi pusat Agama Hindu pada era Jawa Kuno, serta nenek moyang umat Hindu di Bali berasal dari kaki Gunung Semeru, Lumajang. Hingga sekarang, setiap tahun nya umat Hindu dari Bali bahkan umat Hindu di seluruh Pulau Jawa melakukan perjalanan spiritual/patirtaan menuju Pura Mandara Giri Semeru Agung yang ada di kaki Gunung Semeru, Senduro, Lumajang.
Geografi
Kabupaten Lumajang terletak pada 112°53'–113°23' Bujur Timur dan 7°54'–8°23' Lintang Selatan. Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lumajang adalah 1790,90 km2. Kabupaten Lumajang terdiri dari dataran yang subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yaitu:
- Gunung Semeru (3.676 m)
- Gunung Bromo (2.329 m)
- Gunung Lemongan (1.651 m)
Batas Wilayah
Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Lumajang adalah sebagai berikut:
- Sebelah utara: Kabupaten Probolinggo
- Sebelah timur: Kabupaten Jember
- Sebelah selatan: Samudera Hindia
- Sebelah barat: Kabupaten Malang
Relief
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di kawasan Tapal Kuda Provinsi Jawa Timur. Di bagian barat, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo, terdapat rangkaian Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya Gunung Semeru (3.676 m) dan Gunung Bromo (2.392 m). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Bagian timur laut merupakan ujung barat Pegunungan Iyang. Sedangkan bagian selatan merupakan daerah datar, dengan sedikit wilayah berbukit hingga bergunung di sebelah barat.
Ketinggian daerah Kabupaten Lumajang bervariasi dari 0-3.676 m dpl., dengan daerah yang terluas adalah pada ketinggian 100–500 m dari permukaan laut, yakni seluas 63.405,50 Ha (35,40 % wilayah); dan yang tersempit adalah pada ketinggian 0–25 m dpl yaitu seluas 19.722,45 Ha atau 11,01 % dari luas keseluruhan Kabupaten.
Vulkanologi
Kabupaten Lumajang dikelilingi tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Lemongan. Dari ketiga gunung berapi yang masih aktif tersebut, Gunung Semeru mendapat prioritas pemantauan lebih dibanding yang lainnya karena seringnya terjadi aktivitas gunung berapi yang membahayakan masyarakat sekitarnya.
Iklim
Kabupaten Lumajang beriklim tropis. Berdasarkan klasifikasi curah hujan Schmidt dan Ferguson sebagian wilayah termasuk tipe C, yang bersifat agak basah, dan sebagian lainnya bertipe D. Bulan-bulan kering, dengan jumlah curah hujan kurang dari 100 mm per bulan, terjadi pada bulan-bulan Juni–September. Sementara bulan-bulan basah terjadi pada bulan-bulan Desember–Maret dengan jumlah curah hujan lebih dari 250 mm per bulan. Jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 1.500–2.500 mm. Suhu udara rata-rata di sebagian besar wilayah Lumajang berkisar antara 24 °C–32 °C, sedangkan di kawasan pegunungan suhu udara dapat mencapai 5 °C, terutama di daerah lereng Gunung Semeru.
Data iklim Lumajang, Jawa Timur, Indonesia | |||||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
Rata-rata tertinggi °C (°F) | 31.8 (89.2) |
31.7 (89.1) |
31.8 (89.2) |
31.7 (89.1) |
31.5 (88.7) |
31.4 (88.5) |
31.2 (88.2) |
31.8 (89.2) |
32.7 (90.9) |
33.2 (91.8) |
32.7 (90.9) |
31.9 (89.4) |
31.95 (89.52) |
Rata-rata harian °C (°F) | 26.7 (80.1) |
26.6 (79.9) |
26.6 (79.9) |
26.4 (79.5) |
25.8 (78.4) |
25 (77) |
24.2 (75.6) |
24.8 (76.6) |
25.5 (77.9) |
26.4 (79.5) |
26.6 (79.9) |
26.4 (79.5) |
25.92 (78.65) |
Rata-rata terendah °C (°F) | 21.6 (70.9) |
21.6 (70.9) |
21.4 (70.5) |
21.1 (70) |
20.1 (68.2) |
18.7 (65.7) |
17.3 (63.1) |
17.8 (64) |
18.4 (65.1) |
19.6 (67.3) |
20.6 (69.1) |
21 (70) |
19.93 (67.9) |
Presipitasi mm (inci) | 324 (12.76) |
307 (12.09) |
284 (11.18) |
239 (9.41) |
137 (5.39) |
90 (3.54) |
71 (2.8) |
48 (1.89) |
74 (2.91) |
185 (7.28) |
281 (11.06) |
295 (11.61) |
2.335 (91,92) |
Rata-rata hari hujan | 16 | 15 | 14 | 12 | 7 | 5 | 4 | 3 | 4 | 7 | 13 | 14 | 114 |
% kelembapan | 84 | 84 | 82 | 79 | 75 | 70 | 68 | 65 | 67 | 71 | 78 | 80 | 75.3 |
Rata-rata sinar matahari bulanan | 157 | 183 | 215 | 249 | 285 | 289 | 300 | 303 | 299 | 290 | 241 | 174 | 2.985 |
Sumber #1: Climate-Data.org[6] | |||||||||||||
Sumber #2: BMKG[7] & Weatherbase[8] |
Hidrologi
Kabupaten Lumajang mempunyai 31 sungai dan 8 air terjun. Selain itu juga terdapat danau (ranu) yakni Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali di Kecamatan Klakah serta Ranu Regulo, Ranu Pani dan Ranu Kumbolo di Kecamatan Senduro.
Sungai-sungai yang cukup besar dengan daerah aliran di wilayah Lumajang dan sekitarnya antara lain Kali Besuk Sat, Kali Bondoyudo, Kali Asem, Kali Mujur, Kali Pancing dan Kali Rejali yang kesemuanya berakhir di Pantai Laut Selatan.
Sejarah
Nama Lumajang berasal dari nama tempat "Lamajang" yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadi Lumajang. Beberapa sumber itu antara lain:
- Prasasti Mula Malurung
- Naskah Negarakertagama
- Kitab Pararaton
- Kidung Harsawijaya
- Kitab Bujangga Manik
- Serat Babad Tanah Jawi
- Serat Kandha
Prasasti Mula Malurung adalah prasasti tertua yang menyebut keberadaan "Nagara Lamajang", karena dianggap sebagai titik tolak hari jadi Lumajang. Prasasti yang ditemukan pada tahun 1975 di Kediri dan berangka 1177 tahun Saka ini diterbitkan oleh Raja Kertanegara dari Singasari untuk memperingati anugerah Raja Seminingrat kepada Pranaraja berupa dua desa perdikan, Mula dan Malurung. Prasasti ini terdiri dari 12 lempengan tembaga, dan lempengan VII halaman A memuat nama-nama putera-puteri dan kerabat Raja Seminingrat yang diangkat menjadi raja-raja bawahan. Salah satunya, disebutkan bahwa Nararya Kirana yang telah dianggap seolah-olah putera sang Prabu, dijadikan raja di Lumajang.[9] Menurut prasasti tersebut penetapan itu terjadi pada tahun 1177 Saka, yang sesuai dengan tanggal 14 Dulkaidah 1165 tahun Jawa atau tanggal 15 Desember 1255 Masehi.
Mengingat cukup meyakinkan bahwa pada 1255 M itu "Negara Lamajang" sudah merupakan sebuah negara yang berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990.
Dalam sejarahnya, wilayah ini sangat berhubungan dengan tokoh sejarah bernama Aria Wiraraja. Kitab Pararaton dan Harsawijaya mengisahkan bahwa tokoh yang ketika muda bernama Banyak Wide ini pada mulanya mengabdi di Singasari, namun oleh Raja Kertanegara kemudian dibuang secara halus dari ibu kota Singasari dan dijadikan bupati di Sumenep, Madura Timur. Aria Wiraraja kemudian berkesempatan memberikan bantuan dan perlindungan kepada Raden Wijaya ketika ia dan rombongannya melarikan diri ke Sumenep setelah kerajaan Singosari diserang dan ditaklukkan oleh Jayakatwang. Selanjutnya Pararaton dan Kidung Harsawijaya menceritakan bahwa Wiraraja diberi hadiah wilayah bagian timur Jawa Timur yang diberi nama "Lamajang Tigang Juru", ketika Raden Wijaya berhasil memenangkan perang dan menjadi raja pertama di kerajaan Majapahit. Akan tetapi wilayah itu baru dikuasai dan diperintahnya setelah kematian puteranya, Ranggalawe, yang memberontak kepada Majapahit (1295).[10]
Wilayah Lumajang kembali disebut-sebut dalam Kitab Negarakertagama ketika Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling wilayah timur Majapahit pada tahun 1359 M; kala itu wilayah ini sudah dikuasai kembali oleh Majapahit.[11] Nama Lumajang (atau, dalam versi aslinya: Lamajang) ini mengacu pada satu wilayah yang luas di pojok timur (Bld.: Oosthoek) Jawa Timur, di mana termasuk pula di dalamnya wilayah kuno Pajarakan di sekitar Kraksaan, Probolinggo sekarang.[12]
Perjalanan sejarah Lumajang kemudian masuk pada babak pemerintahan kerajaan Blambangan. Sejarah pada masa ini agak kurang jelas karena kurangnya data. Menurut Babad Sembar, setelah keruntuhan Majapahit maka Lumajang dipimpin oleh Lembu Miruda. Kemudian terjadi masa peperangan antara Untung Surapati, kerajaan Blambangan, Mataram, dan VOC.
Pada abad ke 17 Lumajang dikuasai oleh keluarga Untung Suropati setelah kematian pemimpin terakhir Kerajaan Blambangan, Susuhuna Tawangalun. Salah satu penguasanya yaitu Tumenggung Kartonegoro memerintah Lumajang di kawasan perbentengan Kutorenon. Cucu Untung Suropati itu terkenal sangat anti VOC. Permintaan untuk menyerahkan diri kepada VOC ditolaknya mentah-mentah sehingga Lumajang ditaklukkan dan Tumenggung Kartonegoro diungsikan oleh pengikutnya ke selatan Gunung Semeru.
Pada tahun 1771 Benteng Kutorenon dijadikan markas pejuang Blambangan pimpinan Demang Kertoyudo. Demang Kertoyudo memimpin perang puputan Bondoyudho hingga akhirnya ditaklukkan oleh pasukan VOC pada tanggal 18 Desember 1771. Perang puputan Bondoyudho ini kemudian menjadi dasar penulisan Perang Bayu. Pasca perang besar dan mengerikan ini para pejuang Blambangan yang tersisa dibawa ke Banyuwangi dan status Kota Lumajang diturunkan menjadi sebuah Kawedanan di bawah Regent Probolinggo.
Pada tahun 1866 pimpinan tertinggi di Lumajang adalah Asisten Residen dibawah Keresidenan Probolinggo dengan didampingi Jaksa. Pada 31 Desember 1866, Raden Astro Koesoemo diangkat menjadi Jaksa Lumajang. (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie 1968).
Pada tahun 1867 Lumajang menjadi daerah afdeeling di bawah Regentschap Probolinggo. Pimpinan tertinggi adalah seorang patih bernama Raden Endro Koesoemo (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie 1870). Raden Endro Koesoemo membawahi beberapa Kawedanan seperti Kandangan, Lumajang dan Ranulamongan. Raden Endro Koesoemo secara keturunan masih bersambung kepada Kyai Mutamakkin Kajen Pati. Raden Endro Kusumo dimakamkan di Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.
Pada tahun 1886 kepemimpinan Afdeling Lumajang diteruskan oleh putranya yaitu Raden Panji Atmo Koesoemo (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie 1887). Kekuasannya tidak berlangsung lama yaitu hanya 4 tahun. Pada masa itu Raden Panji Atmo Koesoemo ikut membidani pendirian Masjid Besar Baitussalam Senduro. Pada tahun 1890, Raden Panji Atmo Koesoemo pindah ke Demak. Di Demak, cucu Kyai Mutamakkin ini ikut berpartisipasi dalam pengelolaan Pondok Pesantren Giri Kusuma hal ini dibuktikan dengan kesamaan nama masjid di pesantren tersebut yang juga bernama Baitussalam. Pendirian masjid yang konon hanya berlangsung selama 4 jam adalah petunjuk simbolik pemerintahan Raden Panji Atmo Kusumo di Lumajang yang hanya berlangsung selama 4 tahun. Di Lumajang, Raden Panji Atmo Kusumo juga menurunkan anak keturunan yang dikemudian hari aktif sebagai pengelola Masjid Besar Baitussalam mulai penghulu, takmir, guru ngaji dsb. Raden Panji Atmo Kusumo dimakamkan di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
Kepemimpinannya di Lumajang kemudian digantikan oleh Raden Mas Singowiguno (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie 1898). Pada tahun 1920, Raden Mas Singowiguno digantikan oleh Mas Ngabehi Ardjosoepoetro (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie 1922). Ia kemudian digantikan oleh Raden Kartoadiredjo pada tahun 1923 (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie 1933).
Pada tahun 1929 sistem pemerintahan di Lumajang dinaikkan statusnya menjadi Regentschap dan lepas dari Regentschap Probolinggo. Raden Kartoadiredjo yang sebelumnya menjabat sebagai patih dinaikkan jabatannya menjadi seorang Bupati. Ia didampingi oleh seorang patih bernama Raden Boedihardjo (1928-1939).
Pemerintahan
Daftar Bupati
Berikut adalah Daftar Bupati Lumajang (dimulai periode daerah afdelling) dari masa ke masa dimulai dari tahun 1867.
No | Foto | Patih Afdelling | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Prd. | Ket. | Wakil Patih | |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Raden Endro Koesoemo bin Kyai Mutamakkin Kajen | Tahun 1867 | Tahun 1886 | 1 | ||||
2 | Raden Panji Atmo Koesoemo bin Raden Endro Koesoemo | Tahun 1886 | Tahun 1890 | 2 | ||||
3 | ![]() |
Raden Mas Singowiguno | Tahun 1890 | Tahun 1920 | 3 | |||
4 | Mas Ngabehi Ardjosoepoetro | Tahun 1920 | Tahun 1923 | 4 | ||||
5 | R.A.A. Kartoadiredjo | Tahun 1923 | Tahun 1928 | 5 | ||||
No | Foto | Bupati | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Prd. | Ket. | Wakil Bupati | |
1 | R.A.A. Kartoadiredjo | 1 Juli 1928 [13] | 20 Februari 1940 [14] | 1 | — | |||
2 | R.T. Aboebakar Kartowinoto | 16 April 1940 [15] | 1948 | 2 | ||||
3 | Raden Sastrodikoro | 1948 | 1959 | 3 | ||||
4 | Raden Sukardjono | 1959 | 1966 | 4 | ||||
5 | N.G. Subowo | 1966 | 1973 | 5 | ||||
6 | Soewandi Roestam | 1973 | 1978 | 6 | ||||
1978 | 1983 | 7 | ||||||
7 | Karsid | 1983 | 1988 | 8 | ||||
8 | HM. Samsi Ridwan | 1988 | 1993 | 9 | ||||
9 | ![]() |
Tarmin Hariadi | 1993 | 1998 | 10 | |||
10 | ![]() |
Achmad Fauzi | 1998 | 2003 | 11 | |||
2003 | 2008 | 12 | ||||||
11 | ![]() |
Dr. H. Sjahrazad Masdar M.A. |
25 Agustus 2008 | 25 Agustus 2013 | 13 | Drs. H. As'at Malik M.Ag. | ||
25 Agustus 2013 | 23 Januari 2015 | 14 | ||||||
12 | ![]() |
Drs. H. As'at Malik M.Ag. |
23 Januari 2015 | 5 Maret 2015 | — | |||
5 Maret 2015 | 25 Agustus 2018 | [16] | dr. Buntaran Suprianto M.Kes. | |||||
13 | ![]() |
Dr. H. Thoriqul Haq S.Ag., M.ML., M.MB. |
24 September 2018 | 24 September 2023 | 15 | [17] | Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar M.Si. | |
14 | ![]() |
Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar M.Si. |
20 Februari 2025 | Petahana | 16 | [18][19] | Yudha Adji Kusuma S.H. |
Dewan Perwakilan
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lumajang dalam lima periode terakhir.
Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||||
---|---|---|---|---|---|---|
2004–2009[20] | 2009–2014[21] | 2014–2019[22] | 2019–2024[23] | 2024–2029[24] | ||
PKB | 15 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
Gerindra | (baru) 4 | ![]() |
![]() |
![]() | ||
PDI-P | 13 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
Golkar | 6 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
NasDem | (baru) 5 | ![]() |
![]() | |||
PKS | 0 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
Hanura | (baru) 1 | ![]() |
![]() |
![]() | ||
PAN | 2 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
Demokrat | (baru) 4 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
PPP | 3 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
PKNU | (baru) 5 | |||||
PKPB | (baru) 2 | ![]() |
||||
Jumlah Anggota | 45 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() | |
Jumlah Partai | 7 | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Kecamatan


Kabupaten Lumajang terdiri dari 21 kecamatan, 7 kelurahan, dan 198 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.108.060 jiwa dengan luas wilayah 1.790,90 km² dan sebaran penduduk 618 jiwa/km².[25][26]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lumajang, adalah sebagai berikut:
Kode Kemendagri |
Kecamatan | Jumlah Kelurahan |
Jumlah Desa |
Kodepos[27] | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
---|---|---|---|---|---|---|
35.08.03 | Candipuro | 10 | 67373 | Desa | ||
35.08.13 | Gucialit | 9 | 67353 | Desa | ||
35.08.17 | Jatiroto | 6 | 67355 | Desa | ||
35.08.16 | Kedungjajang | 12 | 67358 | Desa | ||
35.08.19 | Klakah | 12 | 67356 | Desa | ||
35.08.06 | Kunir | 11 | 67383 | Desa | ||
35.08.10 | Lumajang | 7 | 5 | 67311-67319 | Desa | |
Kelurahan | ||||||
35.08.14 | Padang | 9 | 67363 | Desa | ||
35.08.04 | Pasirian | 11 | 67372 | Desa | ||
35.08.11 | Pasrujambe | 7 | 67362 | Desa | ||
35.08.02 | Pronojiwo | 6 | 67374 | Desa | ||
35.08.18 | Randuagung | 12 | 67354 | Desa | ||
35.08.20 | Ranuyoso | 11 | 67357 | Desa | ||
35.08.08 | Rowokangkung | 7 | 67359 | Desa | ||
35.08.12 | Senduro | 12 | 67361 | Desa | ||
35.08.15 | Sukodono | 10 | 67352 | Desa | ||
35.08.21 | Sumbersuko | 8 | 67351 | Desa | ||
35.08.09 | Tekung | 8 | 67381 | Desa | ||
35.08.05 | Tempeh | 13 | 67371 | Desa | ||
35.08.01 | Tempursari | 7 | 67375 | Desa | ||
35.08.07 | Yosowilangun | 12 | 67382 | Desa | ||
TOTAL | 7 | 198 |
Fasilitas Penunjang
Transportasi
- Terminal Tipe B Minak Koncar
- Terminal MPU Kota Lumajang
- Sub-Terminal Pasar Pasirian
- Sub-Terminal Pasar Pronojiwo
- Stasiun Klakah
- Stasiun Jatiroto
- Stasiun Randuagung
- Stasiun Ranuyoso
Jalan Raya
- Jalan Nasional RTE 25 Probolinggo - Wonorejo
- Jalan Nasional RTE 3 Banyuwangi - Jember - Lumajang - Malang
- Jalan Tol Paspro
- Jalan Tol Probolinggo-Lumajang
- Gerbang Tol Probolinggo Timur (Leces)
- Jalan Lintas Selatan
Hotel/Penginapan
- Aston Inn Lumajang
- Gajah Mada Hotel, Hall & Resto
- Aby Hotel
- Hotel Aloha
- Hotel Maharaja Klakah
- Hotel Cantik di Lumajang
- Artha Cottages Pronojiwo
- Kaliningrad Cottage & Resto
- Tumpak Sewu Homestay
- Yanto Cottages
- Homestay Ranu Pani
- RSUD Dr. Haryoto Lumajang
- RS Bhayangkara Lumajang
- RS Wijaya Kusuma
- Rumah Sakit Islam Lumajang
- RSU Muhammadiyah Lumajang
- RS Permata Nahdlatul Ulama
- RSUD Pasirian
- RSU Djatiroto
Rumah Makan
- Wakul Bu Tjipto
- Pondok Asri Sukodono
- Resto Bu Tjipto
- RM Kemayoran
- Warung Mbok Sul (WSL)
- Rawon Klakah
- Warung Makan Lumayan Travel
- Depot Brasil
Transportasi
Di Kabupaten Lumajang terdapat jalan raya antar provinsi dan jalur kereta api lintas Surabaya-Jember-Banyuwangi, namun kedua jalur transportasi utama tersebut tidak melalui ibu kota Kabupaten Lumajang. Jalan Nasional Rute 25 berujung di Wonorejo, sekitar 6 km di utara pusat kota Lumajang, menghubungkan Jalan Nasional Rute 1 (lebih dikenal sebagai Jalur Pantura) di Probolinggo dengan Jalan Nasional Rute 3 yang melintasi Kota Lumajang dan berbelok ke timur di Wonorejo menuju Jember, Banyuwangi, dan berakhir di Ketapang, lokasi penyeberangan feri ke Bali. Jalan raya no 25 yang bersambung dengan Jalan raya no 3 itu dilintasi bus-bus AKAP (antar kota dan antar provinsi), terutama rute Surabaya–Jember dan Surabaya–Banyuwangi via Jember. Bus-bus penumpang yang lebih kecil menghubungkan Kota Lumajang dengan Jember via Kencong, dan Lumajang–Malang via Dampit.
Angkutan Kereta
Jalur kereta api melintasi beberapa ibu kota kecamatan antara lain Ranuyoso, Klakah, Randuagung dan Jatiroto. Klakah merupakan kecamatan terdekat untuk akses kereta api dari kota Lumajang. Sebenarnya ada pula jalur kereta api yang melewati kota Lumajang sampai ke Pasirian dan dari Lumajang juga bercabang ke arah timur ke Rambipuji melewati Kencong, namun jalur peninggalan masa kolonial Belanda ini sudah tidak aktif lagi semenjak tahun 1988.
Angkutan Tradisional
Selain transportasi umum di atas, masyarakat Lumajang mengenal transportasi rakyat yakni becak dan dokar (kereta kuda) untuk pengangkutan orang, serta pegon (kereta sapi) untuk pengangkutan barang dan hasil bumi. Keberadaannya perlahan tergeser dan tergantikan dengan mesin-mesin transportasi modern dan sekarang ini digunakan secara terbatas pada lokasi dan momen tertentu.
Penduduk
Penduduk Kabupaten Lumajang ada berbagai rumpun, ras, suku dan agama. Mayoritas adalah Suku Jawa Arekan dan kedua adalah Suku Madura Pendalungan (penutur dialek Lumajang), dan agama mayoritas adalah Islam. Di beberapa Kecamatan dan Desa, mayoritas nya penganut Kristen Protestan seperti di Kecamatan Tempursari dan Desa Kristen Tunjungrejo yang menjadi tempat penyebaran Kristen pertama di Lumajang. Dan juga di Pegunungan Tengger Kecamatan Senduro & Pasrujambe (terutama di daerah Ranupane, Argosari, dan sekitarnya), terdapat masyarakat Tengger yang termasuk sub-suku Jawa yang memiliki dialek khas dan mayoritas beragama Hindu.
Di Senduro terdapat sebuah Pura yang dikenal dengan nama Pura Mandara Giri Semeru Agung, yang digunakan untuk ibadah baik pada hari biasa maupun hari besar umat Hindu. Pada hari biasa, pura tersebut juga dijadikan sebagai tempat wisata.
Ekonomi
Perekonomian Kabupaten Lumajang menjadi salah satu yang terbesar di Tapal Kuda, tumbuh dari berbagai sektor, mulai dari potensi pariwisata hingga pemanfaatan sumber daya alam. Lumajang dengan berbagai sumber daya alam seperti Pasir Besi Hitam Semeru yang menjadi standard Nasional, Pisang Agung yang menjadi ciri khas utama untuk produk oleh oleh khas Lumajang, hingga sektor pertanian yang subur setiap tahun nya karena Lumajang dikelilingi 3 Gunung Api Aktif.
Sektor Industri Seperti Kayu sangat marak dijumpai di Lumajang, terutama pada Lumajang bagian selatan, (Tempeh, Kunir, Pasirian) dengan hasil produk olahan kayu seperti Triplek dan lain lain, dikirim menuju seluruh Indonesia.
Lumajang juga memiliki wilayah Laut Selatan (Samudera Hindia) yang mana memberikan hasil perikanan yang melimpah ruah setiap tahun nya untuk dijual di Kota Kota sekitar.
Pariwisata juga tak lepas dari peran besar dalam perkembangan ekonomi di Kabupaten Lumajang. Seperti Air Terjun Tumpak Sewu, Ranu Kumbolo, Pantai Watu Pecak yang memiliki puluhan hingga ratusan ribu wisatwan setiap tahun nya, baik domestik maupun mancanegara. Hal ini membuat perputaran ekonomi di Kabupaten Lumajang menjadi salah satu yang terbesar di Tapal Kuda bahkan Jawa Timur.
Pendidikan
Pemerintah terus melakukan pemerataan pendidikan di Kabupaten Lumajang baik dari tingkat dasar hingga sekolah tinggi, Pemerintah juga melakukan berbagai inovasi dan perkembangan bersama beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Beberapa Sekolah Negeri diantaranya:
Sekolah Menengah Pertama(SMP)
- SMP Negeri 1 Lumajang
- SMP Negeri 2 Lumajang
- SMP Negeri 3 Lumajang
- SMP Negeri 4 Lumajang
- SMP Negeri 5 Lumajang
- SMP Negeri 1 Sukodono
- SMP Negeri 2 Sukodono
- SLB Negeri Lumajang
- SMP Negeri 1 Tempeh
- SMP Negeri 2 Tempeh
- SMP Negeri 3 Tempeh
- SMP Negeri 1 Jatiroto
- SMP Negeri 2 Jatiroto
- SMP Negeri 1 Pasirian
- SMP Negeri 2 Pasirian
- SMP Negeri 3 Pasirian
- SMP Negeri 4 Satu Atap Pasirian
- SMP Negeri 5 Satu Atap Pasirian
- SMP Negeri Satu Atap Kloposawit
- SMP Negeri Satu Atap Jarit
- SMP Negeri 1 Kunir
- SMP Negeri 2 Kunir
- SMP Negeri 1 Tekung
- SMP Negeri 2 Tekung
- SMP Negeri 1 Yosowilangun
- SMP Negeri 2 Yosowilangun
- SMP Negeri 3 Yosowilangun
- SMP Negeri 1 Rowokangkung
- SMP Negeri 2 Rowokangkung
- SMP Negeri 1 Kedungjajang
- SMP Negeri 1 Klakah
- SMP Negeri 2 Klakah
- SMP Negeri 1 Ranuyoso
- SMP Negeri 1 Randuagung
- SMP Negeri 2 Randuagung
- SMP Negeri 3 Randuagung
- SMP Negeri 1 Sumbersuko
- SMP Negeri 2 Sumbersuko
- SMP Negeri 1 Senduro
- SMP Negeri 2 Senduro
- SMP Negeri 3 Senduro
- SMP Negeri 1 Gucialit
- SMP Negeri 2 Gucialit
- SMP Negeri 1 Padang
- SMP Negeri 2 Padang
- SMP Negeri Satu Atap Wonokerto
- SMP Negeri 1 Candipuro
- SMP Negeri 2 Candipuro
- SMP Negeri 3 Candipuro
- SMP Negeri 4 Candipuro
- SMP Negeri 5 Candipuro
- SMP Negeri 1 Pasrujambe
- SMP Negeri 2 Pasrujambe
- SMP Negeri 1 Pronojiwo
- SMP Negeri 2 Pronojiwo
- SMP Negeri 1 Tempursari
- SMP Negeri 2 Tempursari
Sekolah Menengah Atas (SMA)
- SMA Negeri 1 Lumajang
- SMA Negeri 2 Lumajang
- SMA Negeri 3 Lumajang
- SMA Negeri 1 Tempeh
- SMA Negeri 1 Pasirian
- SMA Negeri 1 Klakah
- SMA Negeri 1 Kunir
- SMA Negeri 1 Yosowilangun
- SMA Negeri Pronojiwo
- SMA Negeri Candipuro
- SMA Negeri Senduro
- SMA Negeri 1 Jatiroto
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
- SMK Negeri 1 Lumajang
- SMK Negeri 2 Lumajang
- SMK Negeri 1 Tempeh
- SMK Negeri Pasirian
- SMK Negeri 1 Klakah
- SMK Negeri Tempursari
- SMK Negeri 1 Tekung
- SMK Negeri Senduro
- SMK Negeri Rowokangkung
Perguruan Tinggi
Negeri
- Universitas Jember Kampus Lumajang (Akademi Keperawatan)
- Universitas Jember Kampus Klakah
- Politeknik Negeri Malang PSDKU Lumajang
- UIN KHAS Jember Kampus Kandangtepus Lumajang
Swasta
- Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang
- Universitas Lumajang
- Universitas Islam Syarifuddin
- STKIP PGRI Lumajang
- STIH Jendral Sudirman
- STKIP Muhammadiyah Lumajang
Olahraga
Kabupaten Lumajang memiliki beberapa sarana olahraga baik indoor maupun outdoor. Selain itu, di Kabupaten Lumajang juga terdapat beberapa serikat olahraga.
Fasilitas Olahraga
Terdapat beberapa fasilitas Olagraga ber-standar Nasional yang ada di Kabupaten Lumajang, terlebih setelah Kabupaten Lumajang menjadi salah satu tuan rumah PORPROV Jawa Timur VII tahun 2022
- Stadion Semeru
- GOR Wirabakti
- GOR Changwa (Graha Semeru)
- Sirkuit Sepatu Roda Tambuh Raya
- Sirkuit BMX Selokambang
- Kolam Renang Veteran
- Paralayang Gunung Wayang
- Lapangan tenis Alun-Alun Selatan
Serikat Olahraga
- PSIL Lumajang (sepak bola di liga 3)
- Gita Wira Bhakti (GWB) Korp Drumband Pemda Kab. Lumajang
- Lumajang Jeep Club
- Mahameru Jeep Club Cabang Lumajang
- Semeru FC (sepak bola di Liga 2)
Pariwisata

Lumajang berada di lokasi yang cukup banyak lokasi wisata pantai di Laut Selatan (Samudra Hindia), serta dikelilingi beberapa Pegunungan seperti Bromo Tengger Semeru hingga Pegunungan Iyang
Wisata Alam
- Air Terjun Kapas Biru
- Air Terjun Tumpak Sewu
- Air Terjun Kabut Pelangi
- Goa Tetes
- Panorama Kapas Biru
- Teras Semeru
- Semeru Lava Tour
- Sarkawi Kali Kebo
- Gladak Perak
- Gunung Semeru
- B29 Negeri diatas Awan
- Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
- Hutan Burno
- Siti Sundari
- Ranu Pani
- Ranu Kumbolo
- Ranu Regulo
- Bantengan View Bromo
- Gunung Lemongan
- Ranu Klakah
- Ranu Bedali
- Ranu Pakis
- Air Terjun Coban Sriti
- Pinusan Poncosumo
- Alas Jati Kapas Ijo
- Hutan Bambu Sumbermujur
- Padang Savana Pandanwangi
- Gunung Tambuh Pasirian
- Pantai Bambang
- Pantai Dampar
- Pantai Watu Godek
- Pantai Watu Pecak
- Pantai Watu Gedeg
- Pantai Wotgalih
- Pantai TPI Tempursari
- Pemandian Alam Selokambang
- Bumi Perkemahan Glagah Arum
- Tumpak Selo River Turbing
- Gunung Wayang
- Paralayang Semeru
- Kebun Teh Kertowono
Wisata Sejarah
Wisata Religi
- Pura Mandara Giri Semeru Agung
- Pura Bunda Ratu
- Air Suci Watu Klosot
- Gereja Maria Ratu Damai (Gereja Katolik Tertua di Lumajang)
- Gereja Kristen Jawi Wetan Tunjungrejo (Gereja Pertama di Lumajang)
- Masjid Agung KH. Anas Mahfudz
- Sumur Habib Sholeh Tanggul
Kejadian luar biasa
Tahun 2015, Kabupaten Lumajang menjadi sorotan nasional terkait kejadian luar baiasa yang menimpa Salim Kancil, warga Desa Selok Awar-awar yang menjadi korban pembunuhan menyusul aksi protes menentang penambangan pasir di desa setempat.
Tahun 2021, terjadi erupsi Gunung Semeru yang berdampak cukup besar di Kabupaten Lumajang mengakibatkan kerugian infrastruktur dan material, sempat menjadi perhatian Nasional hingga Presiden Republik Indonesia ke-7, Jokowi, mendatangi area terdampak terutama di daerah Candipuro, Lumajang.
Referensi
- ^ Lambang Kabupaten Lumajang, ditetapkan berdasarkan Perda No. 13 Tahun 1971.
- ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. hlm. 25. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2021.
- ^ archive-url=https://web.archive.org/web/20211201065917/https://www.bps.go.id/indicator/26/413/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia-menurut-provinsi.html https://lumajangkab.bps.go.id/id/pressrelease/2024/12/05/28/indeks-pembangunan-manusia-kabupaten-lumajang-2024.html. ; ;
- ^ "APBD 2018". 2018-01-28. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-31. Diakses tanggal 2018-12-12.
- ^ Media, Kompas Cyber (2022-05-25). "Mengenal Jaran Kencak Lumajang dan Jejak Arya Wiraraja Halaman all". KOMPAS.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-26. Diakses tanggal 2023-02-26.
- ^ "Lumajang, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020.
- ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 77 & 142. Diakses tanggal 4 September 2024.
- ^ "Lumajang , Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 4 September 2020.
- ^ Muljana, S. 2006. Tafsir Sejarah Nagara Kretagama: 87. Yogyakarta: LKiS.
- ^ Muljana, S. 2005. Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit. Yogyakarta: LKiS.
- ^ Muljana, S. 2006. op.cit.: 1-10.
- ^ Krom, N.J. 1914. De eigennamen in den Nâgarakŗtâgama. Tijdschrift voor de Indische Taal-, Land-, en Volkenkunde, uitgegeven door het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Deel LVI: 250. Batavia: Albrecht & Co.
- ^ Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië 1935. Batavia: Landsdrukkerij. 1935. hlm. 321. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Gevonden in Delpher - De Sumatra post". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13.
- ^ "Gevonden in Delpher - De Telegraaf". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13.
- ^ lumajangsatu.com (2015-12-02). "Selamat Pak Buntaran Jadi Wakil Bupati Lumajang, Semoga Amanah, Amin..!!". Lumajang Satu - Pusat Informasi Kabupaten Lumajang. Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ "InfoPublik - Bupati dan Wakil Bupati Lumajang 2018 - 2023 Dilantik". www.infopublik.id. Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ Agency, ANTARA News. "Indah-Yudha unggul hasil pleno rekapitulasi suara Pilkada Lumajang". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ lumajangsatu.com (2025-02-20). "Resmi Dilantik Presiden, Indah-Yudha Komitmen Ciptakan Pemerintahan Lumajang Bebas Korupsi". Lumajang Satu - Pusat Informasi Kabupaten Lumajang. Diakses tanggal 2025-02-25.
- ^ Anggota DPRD Kabupaten Lumajang Terpilih Periode 2004-2009
- ^ Anggota DPRD Kabupaten Lumajang Terpilih Periode 2009-2014
- ^ Anggota DPRD Kabupaten Lumajang Terpilih Periode 2014-2019
- ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Lumajang 2019-2024
- ^ kpukablumajang. "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2024-06-17.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ^ Kode Pos Kabupaten Lumajang
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi
- (Indonesia) Lumajang Tempo dulu Diarsipkan 2020-09-30 di Wayback Machine.